Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Tunisia Larang Niqab di Kantor Pemerintah

Ama Farah
Terakhir diupdate: 6 Juli 2019 07:23 7:23 am
Ama Farah
Dipublikasikan 6 Juli 2019 07:23
Bagikan
Ilustrasi.
Bagikan

Hidayatullah.com–Perdana Menteri Tunisia memberlakukan larangan penggunaan niqab di kantor-kantor pemerintahan dengan alasan keamanan.

PM Youssef Chahed melarang penutup muka yang menutupi sebagian besar wajah wanita itu setelah peristiwa serangan bunuh diri akhir Juni kemarin di ibu kota Tunis, yang menewaskan dua orang tewas dan tujuh lainnya terluka.

Dilansir DW Jumat (5/7/2019), kantor perdana menteri mengatakan bahwa PM Chahed menandatangi surat edaran larangan akses terhadap pelayanan publik dan institusi pemerintahan bagi siapa saja pengguna niqab atau cadar. Keputusan itu dibuat dengan alasan “demi keamanan.”

Hari Selasa (2/7/2019), seorang pria otak dari serangan-serangan bom tersebut meledakkan dirinya sendiri di pinggiran ibukota Tunis, kata Kementerian

Dalam Negeri. Namun, kementerian membantah pelaku mengenakan cadar untuk menyamarkan diri, sedangkan para saksi mata mengatakan orang tersebut mengenakan niqab.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Sejak Februari 2014, polisi diperintahkan untuk meningkatkan pengawasan terhadap para pengguna cadar, yang menutup seluruh bagian wajah kecuali mata, untuk mencegah pakaian tersebut disalahgunakan sebagai alat memperlancar aksi kejahatan.

Niqab dan sejumlah pakaian Muslim lain dinyatakan terlarang semasa Tunisia diperintah oleh rezim sekuler Presiden Zine El Abidine Ben Ali (Zainul Abidin bin Ali) dan Habib Bourguiba sampai tahun 2011, ketika kudeta menggulingkan kekuasaan Ben Ali.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:cadarniqabtunisia
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Perusahaan Jerman Terlibat Ekspor Senjata Kimia ke Suriah
Tulisan selanjutnya Apakah Yahudi Iran Hidup dalam Ketakutan atau Bangga?

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

Berita
15 Oktober 2026 16:32
PBB Catat Kenaikan Angka Kemiskinan Dunia, 1 Miliar Orang Terdampak
Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
Kecam Serangan Bandara King Khalid Saudi, Dewan Dakwah: Tidak Dapat Dibenarkan

Terbaru

  • Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
  • Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
  • Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
  • IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?