Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Perusahaan Jerman Terlibat Ekspor Senjata Kimia ke Suriah

Ama Farah
Terakhir diupdate: 5 Juli 2019 21:51 9:51 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 6 Juli 2019 05:49
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Meskipun ada sanksi Uni Eropa, perusahaan-perusahaan Jerman terlibat dalam ekspor senjata kimia ke Suriah yang dipergunakan oleh rezim Bashar Al-Assad ketika di negara itu berkecamuk perang, demikian menurut sebuah laporan media hari Selasa (25/6/2019).

Dilansir DW, ekspor zat kimia grade senjata itu diungkap dalam laporan koran Süddeutsche Zeitung, lembaga penyiaran publik Bayerischer Rundfunk, dan kelompok media asal Swiss Tamedia.

Menurut laporan itu, perusahaan dagang Jerman Brenntag AG mengekspor bahan-bahan kimia isopropanol dan diethylamine ke Suriah pada tahun 2014 lewat sebuah anak perusahaan di Swiss. Penerima kiriman zat kimia itu adalah sebuah perusahaan kimia Suriah yang memiliki kaitan dengan rezim Presiden Bashar Al-Assad.

Para reporter mengungkap bahwa diethylamine diproduksi oleh perusahaan kimia raksasa Jerman BASF di pabriknya yang berada di kota Antwerp, Belgia. Sedangkan isopropanol dibuat oleh Sasol Solvents Germany GmbH yang berlokasi di Hamburg.

Meskipun bahan-bahan kimia itu biasa digunakan pabrik farmasi untuk membuat obat, tetapi juga dapat digunakan untuk membuat senjata kimia dan gas saraf seperti VX dan gas sarin.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Gas sarin, khususnya, telah digunakan dalam serangan-serangan yang dilakukan oleh rezim Bashar Al-Assad selama perang beberapa tahun terakhir. Perserikatan Bangsa-Bangsa mendapati bahwa gas sarin yang digunakan dalam serangan tahun 2017 dibuat dengan menggunakan isopropanol. Serangan yang dilakukan di kota kecil Khan Sheikhoun itu menewaskan puluhan orang.

Brenntag AG mengkonfirmasi bahwa pengiriman bahan-bahan kimia tersebut ke Suriah ditangani oleh anak perusahaannya di Swiss “sesuai dengan hukum yang berlaku ketika itu,” lapor Süddeutsche Zeitung.

Menyusul banyaknya laporan penggunaan senjata kimia oleh rezim Assad dalam perang sipil di Suriah, Uni Eropa memberlakukan pembatasan ekspor bahan mentah yang dapat digunakan untuk membuat senjata kimia.

Otorisasi formal diwajibkan sejak 2012 untuk ekspor diethylamine, dan sejka 2013 untuk isopropanol.

Peraturan itu tidak hanya berlaku untuk ekspor langsung ke Suriah, tetapi juga penjualan tidak langsung melalui negara-negara seperti Swiss.

Kanotr Federal Perekonomian dan Pengawasan Ekspor Jerman, yang bertanggung jawab mengeluarkan izin ekspor semacam itu, mengatakan bahwa pihaknya tidak pernah mengeluarkan izin apapun untuk bahan-bahan kimia itu pada waktu yang dipermasalahkan tersebut.

Keterlibatan perusahaan-perusahaan Jerman dalam ekspor tahun 2014 ini kontroversial, mengingat Suriah pada tahun yang sama memusnahkan cadangan senjata kimianya dengan sengaja, menyusul tudingan dari masyarakat internasional perihal penggunaan zat kimia oleh rezim Suriah dalam peperangan di negaranya.

Kejaksaan di kota Essen, di mana Brenntag AG berada, mengatakan bahwa pihaknya sedang mencari tahu kemungkinan untuk dilakukannya investigasi formal terhadap masalah itu. Kejaksaan di Belgia juga melakukan hal serupa.

Tiga lembaga swadaya masyarakat yang telah mengajukan gugatan kriminal terkait ekspor bahan-bahan kimia tersebut antara lain Syrian Archive yang berbasis di Berlin, Trial Internasional yang bermarkas di Seiss dan Open Society Justice Initiative yang berkantor pusat di New York.

“Pihak berwenang harus melakukan investigasi besar-besaran untuk mengungkap apa yang sebenarnya terjadi dan siapa yang mengetahu (soal ekspor bahan kimia) itu pada saat itu,” kata James Goldstone dari Open Society Juctice Initiative kepada Beyerischer Rudfunk. “Tujuan kami di sini adalah memastikan agar kebenaran bisa terungkap,” imbuhnya.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Jermankimiasuriah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Toko Obat Online Chemical Revolution Ditutup, 11 Orang Ditangkap
Tulisan selanjutnya Tunisia Larang Niqab di Kantor Pemerintah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Berita
2 Juni 2026 19:00
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

Terbaru

  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?