Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Ekonomi Syariah

Wapres: Indonesia Harus Miliki Bank Syariah Tingkat Global

Ahmad
Terakhir diupdate: 25 Maret 2021 15:56 3:56 pm
Ahmad
Dipublikasikan 25 Maret 2021 15:56
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com— Indonesia perlu memiliki bank syariah bertaraf internasional yang tidak hanya melayani transaksi di tingkat nasional tetapi juga global. Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin mengatakan, sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia dan memiliki potensi keuangan syariah yang besar, pemerintah berkomitmen menjadikan Indonesia menjadi pusat keuangan syariah dunia.

“Diharapkan bank syariah ini sebagai champion Bank Syariah Indonesia, jadi salah satu yang terbesar ya. Nanti model bisnisnya itu kita berharap bisa melayani bukan saja transaksi yang sifatnya nasional tapi juga global,” tegas Wakil Presiden (Wapres) K.H. Ma’ruf Amin saat melakukan wawancara secara virtual dengan portal berita online Katadata.co.id yang ditayangkan dalam rangkaian acara Katadata Indonesia Data and Economic Conference 2021, Rabu (24/03/2021).

Menurut Wapres, selama ini bank-bank syariah di Indonesia masih berskala kecil dan belum mampu melayani transaksi besar. Dalam wawancara yang dipandu oleh Pemimpin Redaksi Katadata.co.id Yura Syahrul tersebut, Wapres menjelaskan bahwa selama ini bank-bank syariah di tanah air baru bisa melayani transaksi tingkat retail belum korporasi besar, sehingga pangsa pasarnya pun kecil.

“Jadi, memang kalau di dunia banyak yang dilayani korporasi, seperti di Inggris. Nah kita itu banyak melayani retail, bank-bank syariah kita ini,” ungkapnya.

Wapres mengatakan, agar pangsa pasarnya besar, pemerintah berupaya mengembangkan bank syariah yang mampu melayani transaksi yang lebih besar seperti proyek infrastruktur bahkan transaksi di tingkat global. Salah satunya dengan melakukan penggabungan bank-bank syariah milik Himpunan Bank Negara (Himbara) yakni BNI Syariah, BRI Syariah, dan Bank Syariah Mandiri menjadi Bank Syariah Indonesia (BSI).

Baca Juga

Komitmen MUI Kembangkan Ekonomi Syariah
Komitmen MUI Kembangkan Ekonomi Syariah
Baitul Wakaf Jalin Kemitraan Strategis dengan Fundex di ISEF 2023
Gara-gara Paylater, Makin Banyak Gen Z Terlilit Utang yang Membengkak
Cintai Bumi Melalui Investasi Green Sukuk Ritel
Indonesia Ajak Anggota OKI Majukan Industri Halal

“Inisiatif untuk melakukan konsolidasi dari perbankan syariah di Himbara, menjadi sesuatu yang harus dilakukan, dan kita sudah berhasil. Kita pergerakan asetnya di atas Rp 200 triliun, kemudian juga dengan demikiran kita harapkan nantinya akan terus berkembang menjadi lebih dari Rp 300 triliun,” paparnya.

Dengan berbagai upaya tersebut, Wapres mengatakan, BSI diharapkan akan menjadi salah satu dari 10 bank besar syariah global bahkan menjadi yang terbesar di dunia.  “Dan bank ini juga akan membuka cabang perwakilan-perwakilannya di berbagai negara,” harapnya.

Selain itu, Wapres menambahkan, BSI dapat bersaing dengan bank-bank syariah dunia yang telah ada saat ini, seperti Islamic Bank of Britain di Inggris, Dubai Islamic Bank di Uni Emirat Arab, dan Islamic Bank of Asia di Singapura. “Nah, kita ingin berlomba menjadi bank yang berskala seperti itu ke depannya, kalau kita ingin menjadi pusat keuangan syariah Islam dunia,” ucapnya optimis.

Namun, Wapres menegaskan bahwa setelah mampu bermain di tingkat global, bukan berarti BSI akan meninggalkan transaksi kecil di dalam negeri. Sebab, BNI Syariah, BRI Syariah, dan Bank Syariah Mandiri sebelum merger berpengalaman melayani transaksi kecil di tingkat retail. Pembiayaan UMKM juga akan tetap menjadi fokus BSI, misalnya melalui pengembangan lembaga keuangan mikro syariah.

“Jadi, dia yang besar dikerjakan, kemudian yang kecil dikerjakan, tetapi yang kecil ini juga kita lakukan dengan mengembangkan lembaga-lembaga keuangan mikro dan kecil, seperti bank wakaf syariah, kemudian juga koperasi-koperasi syariah, dan lembaga keuangan mikro syariah lainya,” terangnya.

Wapres menyimpulkan bahwa langkah ini merupakan upaya penguatan sistem keuangan syariah secara keseluruhan di Indonesia. “Kita harapkan dengan begitu, potensi pengembangan keuangan syariahnya akan besar. Sehingga baik kepentingan nasional maupun global akan terlayani dengan baik, dan memungkinkan kita bermain dan berpartisipasi di tingkat global juga,” pungkasnya.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Bank Syariah IndonesiaEkonomi SyariahHimpunan Bank NegaraIndonesia menjadi pusat keuangan syariah duniaKatadata Indonesia: Data and Economic Conference 2021katadata.co.idYura Syahrul
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Jamaah Tabligh India Sebanyak 735 WNI Anggota Jamaah Tabligh Akhirnya Dipulangkan dari India
Tulisan selanjutnya Masjid Nabawi air zamzam Masjid Nabawi Sediakan 7 Juta Botol Air Zamzam untuk Jamaah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris

Berita
31 Mei 2026 04:41
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas

Terbaru

  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Mungkin Anda Juga Suka

Ekonomi Syariah

KTT Halal Dunia dan Pameran Halal OKI ke-9, Erdogan: Pasar Halal Makin Disukai Semua Kalangan

25 November 2022 09:40
Ekonomi Syariah

Ibnu Sina dan Konsep Negara Adil Makmur

12 November 2022 22:10
Ekonomi SyariahNasional

Inilah 8 Standard Kehalalan Kosmetik Berdasarkan Fatwa MUI yang Perlu Diketahui

4 November 2022 23:20
Ekonomi SyariahNasional

MUI: Keuangan Syariah Instrumen Perkuat Pembiayaan UMKM

25 Oktober 2022 17:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?