Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Analis: Pola Koalisi Parpol Islam sesuai Historis

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 7 Mei 2014 23:04 11:04 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 7 Mei 2014 23:04
Bagikan
Suara Partai Islam dari masa ke masa
Bagikan

Hidayatullah.com– Analis politik dari Universitas Diponegoro Semarang Susilo Utomo menilai pola koalisi partai politik Islam akan menyesuaikan dengan aspek historis politik antarparpol yang pernah dialami.

“Banyak kalangan yang menilai kekuatan parpol Islam terpecah. Padahal, sebenarnya tidak seperti itu. Perjalanan historis setiap parpol Islam memang berbeda, tidak sama,” katanya di Semarang, Rabu, (o7/05/2014) dikutip Antara.

Ia mencontohkan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang cenderung mendekat ke PDI Perjuangan untuk berkoalisi karena sejak dulu warga “nahdliyin” memang dekat dengan kalangan Marhaen.

Jadi, kata dia, tidak heran jika PKB memilih berkoalisi mendukung Joko Widodo yang dijagokan PDI Perjuangan, karena hubungan kultural antarkeduanya sudah terjalin erat sejak zaman Presiden Soekarno.

Apalagi, menurut pengajar FISIP Undip ini, ada pengalaman traumatik dari PKB dengan koalisi parpol Islam, ketika Poros Tengah mendukung KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), tetapi kemudian melengserkannya.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

“Kalau Partai Amanat Nasional (PAN) lebih dekat dengan Gerindra juga wajar. Sebab, sejarahnya ayahanda Prabowo (Soemitro Djojohadikusumo) memiliki kedekatan dengan kalangan Masyumi,” katanya.

Menurut dia, parpol-parpol Islam modern, seperti PAN, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), dan Partai Bulan Bintang (PBB) sepertinya lebih memilih merapat pada Gerindra yang dimotori Prabowo Subianto.

“Partai Persatuan Pembangunan (PPP) sepertinya lebih mendekat ke PDI Perjuangan. Kulturnya kan cenderung tradisional. Buktinya, PPP kan sempat konflik, tetapi kemudian selesai dengan islah,” katanya.

Susilo menegaskan koalisi parpol Islam tidak bisa sebatas dilihat pada pertimbangan transaksional, tetapi perlu juga dilihat aspek historis yang mewarnai perjalanan politik masing-masing parpol.

“Bahwa pertimbangan transaksional, kerja sama politik pasti ada. Namun, dalam konteks parpol yang memiliki kedekatan historis, persentase nuansa transaksionalnya tidaklah terlalu besar,” katanya.

Berbeda halnya, kata dia, koalisi yang terjalin antarparpol yang sebelumnya tidak memiliki kedekatan historis.

“Koalisi parpol yang elegan, kata dia, semestinya dibangun atas dasar kecocokan dan kenyamanan. Jangan sampai, nanti ternyata dalam satu rumah malah seperti anjing dan kucing, berantem terus,” kata Susilo.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Menuju Koalisi Partai IslamNUpartai IslamPKB
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kunjungan Bakal Capres ke Kiai Ibarat Reality Show
Tulisan selanjutnya Statistik Vatikan: Selama tahun 2012, 16,4 Juta Orang Dibaptis

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

Berita
2 Juni 2026 21:41
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza

Terbaru

  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?