Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Inggris Meluncurkan Penyelidikan atas Tuduhan bahwa Mantan Menteri Dipecat karena Dia Muslim

Ahmad
Terakhir diupdate: 27 Januari 2022 15:13 3:13 pm
Ahmad
Dipublikasikan 27 Januari 2022 15:25
Bagikan
Anggota parlemen Nusrat Ghani berbicara selama sesi di Parlemen di London, Inggris (12/5/2021). (UK Parliament/Jessica Taylor/Handout via REUTERS)
Bagikan

Hidayatullah.com— Perdana Menteri Inggris Boris Johnson telah memerintahkan penyelidikan atas tuduhan mantan wakil menteri Muslim yang mengklaim dia dipecat dari pemerintahan Johnson karena keyakinan agamanya. Pernyataan ini disampaikan juru bicara kantor PM Boris Johnson,  Senin (24 /01/2022).

Tuduhan oleh Nusrat Ghani, wakil menteri transportasi di kabinet Boris Johnson pada 2018, memicu kontroversi lain di Downing Street, ketika Johnson menunggu hasil penyelidikan yang berbeda terhadap “partai” yang diselenggarakan oleh stafnya pada tahun 2020 dan 2021. “Perdana Menteri telah menginstruksikan Kantor Kabinet untuk meluncurkan penyelidikan atas tuduhan yang dibuat oleh Nona Nusrat,” kata juru bicara itu.

Awalnya, Johnson mendesak Nusrat untuk mengajukan pengaduan resmi ke Partai Konservatif. Namun, usulan tersebut ditolak oleh Ibu Nusrat yang berdalih bahwa tudingan tersebut bertentangan dengan pemerintah dan bukan partai.

“Tuan Johnson telah menginstruksikan petugas untuk mengkonfirmasi fakta yang disajikan,” tambah juru bicara itu, menambahkan bahwa Tuan Johnson “menganggap tuduhan itu serius”.

Nusrat menyambut baik penyelidikan yang diumumkan setelah dia mengadakan diskusi dengan Johnson pada Ahad sore (23/01/2022). “Seperti yang saya bicarakan dengan Perdana Menteri kemarin, yang saya inginkan adalah masalah ini ditanggapi dengan serius dan dia menyelidikinya,” katanya dalam sebuah posting Twitter.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Nusrat, 49, dipecat dari jabatannya sebagai menteri transportasi pada tahun 2020 dan dia mengungkapkan kepada Sunday Times bahwa bahwa “identitasnya sebagai seorang Muslim diangkat sebagai sebuah isu” dalam sebuah pertemuan yang diadakan di Downing Street.

Dia juga diberitahu bahwa “statusnya sebagai menteri Muslim membuat rekan-rekannya merasa tidak nyaman,” tambahnya.

Chief Whip Mark Spencer, yang berperan untuk memastikan anggota parlemen mendukung agenda pemerintah, mengambil langkah luar biasa dengan menyebut dirinya sebagai individu yang terlibat dalam tuduhan tersebut. Namun, dia membantah keras tudingan itu.

Dalam kolom pers pada tahun 2018, Johnson dikritik habis-habisan karena tulisannya yang menganggap wanita Muslim yang mengenakan burqa tampak seolah-olah mereka adalah “kotak surat” dan “perampok bank”.*

 

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Boris JohninggrisMuslimNusrat Ghani
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Rasisme, Karakteristik Sistem Politik ‘Israel’
Tulisan selanjutnya Persis Minta BNPT Berhati-hati dan Berharap Kreteria Penyebutan ‘Teroris’ Tidak Subyektif

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kecam Serangan Bandara King Khalid Saudi, Dewan Dakwah: Tidak Dapat Dibenarkan

Berita
12 Oktober 2026 23:35
Majelis Ulama Indonesia Tetap Tegas Tolak Konser Andrea Bocelli
Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
Zionis Sebut Belanda Sarang Anti-Semit usai Suporter ‘Israel’ Dilarang Tandang

Terbaru

  • Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
  • Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
  • Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
  • IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?