Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Ilahiyah Finance

Belenggu Ijazah

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 24 Mei 2012 09:14 9:14 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 24 Mei 2012 09:14
Bagikan
Bagikan

Oleh : Muhaimin Iqbal

Tahun 1994 saya diundang untuk ceramah di sebuah institut finansial di Wellington – New Zealand. Mereka secara khusus mengundang saya karena saya menjadi orang pertama di luar New Zealand yang memperoleh gelar profesi tertinggi di institut tersebut. Beberapa tahun kemudian saya memperolehnya pula dari institut sejenis di Inggris dan di Australia. Tanpa saya sadari, gelar profesi yang didambakan para professional ini ternyata justru membelenggu saya sampai 14 tahun kemudian.

Dalam bentuk apa belenggu ini? dalam bentuk iming-iming untuk tetap bekerja di bidang tersebut di berbagai institusi bergengsi di dalam maupun luar negeri – dengan berbagai fasilitasnya. Bahkan beberapa tahun setelah bisa melepaskan diri dari belenggu tersebut-pun godaan itu masih sering datang.

Problem yang mengganggu yang di Indonesia menyebabkan pengangguran terdidik dalam jumlah sangat besar, kurang lebih masalahnya antara lain juga sama yaitu apa yang saya sebut belenggu ijazah ini.

Bila Anda lulusan terbaik dari perguruan tinggi terbaik dari fakultas terbaik misalnya. Ada lowongan yang Anda bisa masuki sesuai keinginan Anda di bank umum nasional ternama dan pada saat yang bersamaan ada koperasi BMT di lingkungan Anda yang juga membutuhkan Anda.

Baca Juga

Indonesia Masuk Peringkat Dunia dalam Keuangan Syariah, Perlu Pembenahan Kurikulum Lebih Baik
Cashback yang di Tawarkan Go-pay dan OVO, Haramkah?
Industri Pertanian Zaman Nabi
Makanan Yang Membuat Tidak Miskin
Industry 0.0

Seandainya keduanya mampu memberikan penghasilan yang sama sekalipun, hampir pasti Anda akan pilih bekerja di Bank Umum nasional tersebut. Kemudian Anda akan berfikir, ndak apa ada riba disitu – ini untuk sementara, ini untuk belajar, ini untuk memperoleh pengalaman. Tanpa Anda sadari proses yang dikira sementara untuk belajar dan memperoleh pengalaman tersebut bisa berlarut sampai usia pensiun! Ini adalah bentuk belenggu pertama.

Yang paling banyak adalah belenggu model kedua. Lulusan-lulusan biasa saja, dari fakultas biasa-biasa saja. Untuk ini Anda sudah meluangkan waktu dan jerih payah Anda sekurangnya selama 4 tahun. Lantas setelah mendapatkan ijazah, wajar kalau Anda sangat ingin ijazah tersebut berguna, bukan ? yaitu memperoleh pekerjaan yang sesuai dengan ijazah Anda!!

Bagaimana kalau pekerjaan tersebut tidak cukup tersedia sehingga Anda harus berebut dengan puluhan ribu pemegang ijazah yang sama dengan Anda ? Disitulah masalahnya, Ijazah Anda akan membelenggu Anda dari mengeksplorasi peluang-peluang lain diluar yang terkait dengan ijazah Anda.

Bisa jadi ada pekerjaan baik di sekitar rumah Anda yang tidak memerlukan ongkos transportasi yang mahal untuk ke kantor. Penghasilan Anda mungkin sedikit lebih rendah bila dibandingkan dengan bila bekerja di kantoran, tetapi karena tidak perlu ongkos ke kantor – bila dihitung penghasilan netto Anda akan sama atau bahkan lebih tinggi.

Tetapi belenggu ijazah akan menghalangi Anda untuk mengambil pekerjaan semacam ini karena nanti Anda atau orang-orang di sekitar Anda berpikir “kok sarjana cuma begini pekerjaannya…?” “sayang ilmunya tidak diterapkan…dlsb. dlsb”.

Belenggu model ketiga adalah belenggu yang dikemas dengan ‘idealisme’. Belenggu ini akan bilang begini kurang lebih “saya bekerja dibidang ini bukan karena uang, tetapi karena ingin mengamalkan ilmu saya, ingin berbakti pada bangsa dan negara dlsb. dlsb”.

Untuk yang ketiga ini bila niat Anda lurus, mudah-mudahan diterima olehNya. Namun perlu Anda ingat bahwa sepanjang masa kerja Anda harus dijaga niat ini, jangan sampai di tengah jalan tergoda untuk korupsi, melakukan kecurangan, suap sana- suap sini, mengambil hak orang lain dlsb.

Lantas dengan ijazah-ijazah yang membelenggu ini apakah kita tidak perlu menyekolahkan anak kita tinggi-tinggi untuk memperoleh gelar sarjana misalnya ?. Tidak demikian juga, yang perlu dijaga adalah jangan sampai ijazah itu membelenggunya, itu saja – ilmu-ilmunya sendiri selama ilmu itu bermanfaat dan dapat diamalakan –akan selalu baik untuk dikejar sampai setinggi mungkin.

Sebagaimana ijazah yang membelenggu, tanpa ijazah-pun juga jangan sampai membelenggu. Jangan sampai Anda enggan berkarya dibidang tertentu hanya karena tidak memiliki ijazah di bidang tersebut. Ilmu itu luas, bisa dipelajari secara formal maupun informal. Anda bisa menjadi apa saja dengan atau tanpa Ijazah !.

Apalagi dengan dunia internet yang menawarkan segala macam ilmu yang mudah dipelajari oleh siapapun yang mau dan mampu, maka kalau hanya pada tataran ilmu di bidang apapun – insyaallah itu bisa menjadi milik Anda.

Tetapi bukan hanya ilmu ini yang penting, ada yang lebih penting lagi yaitu apakah ilmu tersebut akan bisa Anda amalkan atau tidak. Kemudian masih ada yang jauh lebih penting lagi dari ilmu yang diamalkan ini, yaitu bisa menjadi amal yang ikhlas atau tidak.

Ketika sampai pada tingkatan amal yang ikhlas, maka tidak ada lagi kaitannya antara yang berijazah ataupun yang tidak – maka jangan biarkan keduanya (ijazah maupun tanpa ijazah) membelenggu kita semua.

Penulis adalah Direktur Gerai Dinar, kolumni hidayatullah.com

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Menag Sebut LSM Buat Informasi Jelek ke Luar Negeri
Tulisan selanjutnya Perbaiki Akhlakmu, Demi Kemaslahatan Bangsamu!

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang

Berita
5 Juni 2026 05:00
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
123 Santri Ar-Rohmah Putri Diterima PTN Jalur SNBP dan SNBT, Terbanyak di Malang

Terbaru

  • 123 Santri Ar-Rohmah Putri Diterima PTN Jalur SNBP dan SNBT, Terbanyak di Malang
  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Mungkin Anda Juga Suka

Ilahiyah Finance

Probiotic Food dan Prophetic Food

17 Juni 2020 08:00
Ilahiyah Finance

Syirkah “Orang-Orang Miskin”

11 Februari 2019 20:49
Hamas bitcoin
Ilahiyah Finance

Halal Haram Uang Kripto

11 Desember 2018 08:15
Ilahiyah Finance

Golden Balance: Financing the Needy

15 Agustus 2018 13:21
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?