Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

India Marah atas Film Dokumenter BBC tentang Kekerasan terhadap Muslim Tahun 2002

Ahmad
Terakhir diupdate: 23 Januari 2023 09:04 9:04 am
Ahmad
Dipublikasikan 23 Januari 2023 08:45
Bagikan
Peristiwa yang dikenal Gujarat Massacre 2002, kerusuhan komunal 28 Februari 2002 yang menewaskan lebih dari 1.000 Muslim
Bagikan

Hidayatullah.com—Kementerian Luar Negeri India telah menolak film dokumenter BBC tentang Perdana Menterinya, Narendra Modi, yang kepemimpinannya dipertanyakan selama kerusuhan Gujarat 2002, karena dianggap sebagai propaganda.

Menurut laporan Al Jazeera, Modi adalah Kepala Menteri negara bagian barat Gujarat selama kerusuhan komunal yang menewaskan lebih dari 1.000 orang, kebanyakan Muslim. Kekerasan pecah setelah kereta yang membawa peziarah Hindu terbakar, menewaskan 59 orang.

Laporan investigasi Inggris yang ditampilkan dalam serial dokumenter tersebut menyebut peristiwa tersebut sebagai kampanye kekerasan sistematis yang memiliki semua ciri pembersihan etnis dan menempatkan tanggung jawab langsung pada Modi. Namun, laporan pemerintah Inggris tidak pernah dipublikasikan sampai terungkap dalam film dokumenter tersebut.

Menurut sebuah film dokumenter yang dirilis pada hari Selasa, tim investigasi menuduh Modi mencegah polisi menghentikan kekerasan yang ditujukan kepada umat Islam. Sumber itu mengklaim, Modi juga secara khusus menginstruksikan pihak berwenang untuk tidak ikut campur.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri India, Arindam Bagchi menyebut film dokumenter BBC sebagai propaganda yang dimaksudkan untuk keberpihakan, kurangnya objektivitas, dan pemikiran kolonial yang berkelanjutan terlihat jelas di dalamnya. “Itu membuat kami bertanya-tanya tentang agenda di baliknya dan kami tidak ingin menghargai upaya tersebut,” katanya dalam konferensi pers.

Baca Juga

‘Israel’ Persenjatai Geng Kriminal untuk Rampok dan Usir Warga Palestina di Gaza
Bahtsul Masail Qanuniyah Muktamar ke-35 NU akan Bahas RUU Perampasan Aset
Board of Peace Sebut Hamas dan Kelompok Perlawanan Palestina Lain Setuju Serahkan Senjata
Buka Muktamar NU ke-35, Presiden Prabowo: Jangan Sekali-Kali Lupakan Jasa Ulama
Presiden Iran: Jangan Biarkan Wilayah Negara Muslim Dipakai Menyerang Sesama

BBC mengatakan film dokumenter itu diteliti dengan cermat dan melibatkan berbagai suara dan opini termasuk umpan balik dari orang-orang di Partai Bharatiya Janata (BJP) Modi.

“Kami menawarkan kepada pemerintah India hak untuk menanggapi isu-isu yang diangkat dalam seri tersebut, namun menolak untuk menanggapi,” kata juru bicara BBC.

Blokir

India yang marah akhirnya memblokir penayangan film dokumenter BBC tersebut. India juga melarang warga membagikan klip film tersebut melalui media sosial.

Melansir Reuters yang mengutip Kanchan Gupta, penasihat pemerintah yang menulis di akun Twitter-nya pada hari Sabtu (21/1/2023), arahan untuk memblokir klip agar tidak dibagikan telah dikeluarkan menggunakan kekuatan darurat yang tersedia bagi pemerintah di bawah aturan teknologi informasi negara itu.

Meskipun BBC belum menayangkan film dokumenter tersebut di India, video tersebut diunggah di beberapa saluran YouTube, kata Gupta. Pemerintah telah mengeluarkan perintah kepada Twitter untuk memblokir lebih dari 50 tweet yang terhubung ke video dokumenter tersebut dan YouTube telah diperintahkan untuk memblokir unggahan video tersebut, kata Gupta.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:film dukumenterGujarat Massacre 2002kekerasan muslimMuslim Indonesia
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Ekstremis Swedia Bakar Al-Quran di Bawah Perlindungan Polisi, Turki Kecam Keras
Tulisan selanjutnya Mahasiswa STID M Natsir Masuk Salah Satu Inovator Muda Dunia

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Iran Eksekusi Pria yang Didakwa Membantu Amerika dan Israel Semasa Protes Anti Rezim

Berita
23 Agustus 2026 14:46
Tifatul Sembiring Paparkan Pemenuhan Hak Dasar Warga Negara dan Payung Hukum Isu LGBT
Board of Peace Sebut Hamas dan Kelompok Perlawanan Palestina Lain Setuju Serahkan Senjata
YLBH Hidayatullah Soroti Dugaan Kewajiban Lepas Hijab bagi Calon Kadet Putri Unhan
Cari Suara, Netanyahu Tegaskan ‘Israel’ Tak akan Biarkan Negara Palestina Berdiri

Terbaru

  • ‘Israel’ Persenjatai Geng Kriminal untuk Rampok dan Usir Warga Palestina di Gaza
  • Bahtsul Masail Qanuniyah Muktamar ke-35 NU akan Bahas RUU Perampasan Aset
  • Board of Peace Sebut Hamas dan Kelompok Perlawanan Palestina Lain Setuju Serahkan Senjata
  • Buka Muktamar NU ke-35, Presiden Prabowo: Jangan Sekali-Kali Lupakan Jasa Ulama
  • Presiden Iran: Jangan Biarkan Wilayah Negara Muslim Dipakai Menyerang Sesama
  • Ratko Mladic Si Penjagal Bosnia Meninggal di Usia 84 Tahun
  • Nyamuk Datang Naik Pesawat Dua Pekerja Bandara Jerman Meninggal Karena Malaria
  • Turki Luncurkan Atlas Sejarah Islam Digital, Rekam Berbagai Peradaban Selama 1.300 Tahun
  • Sering Rugikan Pabrik Senjata ‘Israel’, Palestine Action Ditetapkan AS sebagai “Kelompok Teroris”
  • 600 Aktivis Wahdah Islamiyah Ikuti Standardisasi Dai MUI

Mungkin Anda Juga Suka

genosida bosnia
Berita

Ratko Mladic Si Penjagal Bosnia Meninggal di Usia 84 Tahun

28 Agustus 2026 02:27
Tak Mau Angkut Senjata 'Israel', Lufthansa Tetapkan Embargo
BeritaIptekes

Nyamuk Datang Naik Pesawat Dua Pekerja Bandara Jerman Meninggal Karena Malaria

27 Agustus 2026 23:34
Berita

Turki Luncurkan Atlas Sejarah Islam Digital, Rekam Berbagai Peradaban Selama 1.300 Tahun

27 Agustus 2026 15:03
Berita

Sering Rugikan Pabrik Senjata ‘Israel’, Palestine Action Ditetapkan AS sebagai “Kelompok Teroris”

27 Agustus 2026 14:15
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?