Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Intelijen Amerika: Havana Syndrome Bukan Disebabkan Senjata Musuh

Ama Farah
Terakhir diupdate: 3 Maret 2023 10:34 10:34 am
Ama Farah
Dipublikasikan 3 Maret 2023 09:44
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Serangkaian gangguan kesehatan misterius yang dikenal sebagai “Havana syndrome” bukan disebabkan oleh senjata atau musuh asing. Begitu menurut kesimpulan intelijen Amerika Serikat.

Kesimpulan tersebut diambil setelah pihak berwenang melakukan asesmen selama beberapa tahun terhadap sekitar 1,000 “anomalous health incidents” (AHIs) di kalangan diplomat Amerika Serikat, mata-mata dan pegawai lain di lingkungan kedutaan dan misi AS di seluruh dunia.

Korban melaporkan cedera otak, gangguan pendengaran, vertigo dan sensasi pendengaran yang aneh, serta gejala lainnya. Banyak yang menduga mereka telah menjadi korban serangan terarah yang menggunakan semacam senjata energi (bukan senjata konvensional).

Dari tujuh badan intelijen AS yang melakukan investigasi, lima berkesimpulan bahwa berdasarkan bukti intelijen yang ada menunjukkan tidak adnya keterlibatan musuh AS dalam insiden yang dilaporkan, menurut laporan versi tidak rahasia yang dirilis hari Rabu (1/3/2023) oleh komite intelijen House of Representatives. Lima dinas intelijen AS mengatakan “sangat tidak mungkin ada” keterlibatan musuh asing dalam masalah ini. Satu dinas intelijen mengatakan “tidak mungkin ada” dan satu dinas intelijen lainnya menolak memberikan kesimpulan.

Temuan tersebut pertama kali dilaporkan oleh Washington Post, lansir The Guardian.

Baca Juga

Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

“Tidak ada apa-apa,” kata seorang pejabat kepada Washington Post, perihal kemungkinan adanya serangan asing dalam Havana Syndrome.

Sejumlah pejabat AS mengatakan kepada Washington Post bahwa mereka terbuka untuk bukti-bukti baru bahwa musuh asing mengembangkan senjata energi, tetapi mereka juga tidak yakin Rusia atau musih lainnya terlibat dalam kasus-kasus ini.

Menurut Associated Press, yang mendapat penjelasan hari Rabu, dalam sejumlah kasus Amerika Serikat dapat mendeteksi kebingungan dan kecurigaan di antara pemerintah musuh yang menganggap laporan sindrom tersebut kemungkinan semacam rencana jahat yang sedang dijalankan oleh AS.

Dinas-dinas intelijen “memutuskan tidak ada bukti kredibel bahwa musih asing memiliki sebuah senjata atau sejumlah perangkat yang menyebabkan AHIs”, menurut laporan yang dirilis tersebut.

Asesmen itu bertentangan dengan laporan tahun 2022 oleh panel ilmuwan ahli yang mengidentifikasi energi elektromagnetik berdenyut dan ultrasonografi sebagai penyebab yang mungkin untuk penyakit “sindrom Havana”.

Panel itu dikumpulkan pada 2021 oleh direktur intelijen nasional dan direktur CIA. Panel mendapati bahwa sejumlah kasus tidak dapat dijelaskan oleh faktor kesehatan atau lingkungan, dan diduga ada perangkat yang dapat menyebabkan kemunculan gejala seperti itu.

Namun, laporan yang diungkap ke publik itu menunjukkan bahwa studi medis awal yang membuat para ahli percaya AHIs “merupakan sindrom medis baru atau pola cedera yang konsisten” disebabkan adanya “limitasi metodologis”. Laporan itu juga menyebutkan bahwa analisis awal terhadap insiden-insiden di Kuba tahun 2016 dan 2018 memasukkan “asumsi kritis” yang “bukan dilahirkan dari analisis medis dan teknis lanjutan”. Dalam bahasa mudahnya, laporan hasil studi tahun 2022 itu lahir dari proses yang kurang cermat.

Laporan terbaru menyimpulkan “sindrom Havana” yang dialami para personel AS kemungkinan disebabkan oleh faktor yang tidak melibatkan musuh asing, seperti adanya penyakit bawaan (kondisi kesehatan buruk yang sudah lebih dulu ada), penyakit konvensional (penyakit yang selama ini sudah dikenal), serta faktor lingkungan.

Gejala yang dialami para pegawai pemerintah AS itu menyebabkan sebagian di antara mereka sulit atau bahkan tidak dapat beraktivitas. Pada 2021, Presiden Joe Biden menandatangi undang-undang untuk memberikan kompensasi kepada mereka.

Mark Zaid, seorang pengacara yang mewakili sejumlah korban dari berbagai badan federal, mengungkapkan ketidakpuasan terhadap laporan terakhir tersebut. Lewat cuitan di Twitter hari Selasa, dia mengatakan bahwa pihak sudah mengajukan gugatan terhadap laporan final tersebut dengan menggunakan Undang-Undang Kebebasan Informasi dan berencana akan membawa masalahnya ke pengadilan.

Zaid bertekad akan terus menggugat sampai selubung yang menutupi rahasia perihal penyebab sindrom Havana diungkap sejelas-jelasnya.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Amerika SerikatHavana SyndromeHeadlineintelijenSindrom Havana
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Mengapa Banyak Negara Batasi atau Larang TikTok?
Tulisan selanjutnya Mantan Jenderal dan Relawan Usung Aliansi Dukung Anies Baswedan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak

Berita
1 Juni 2026 13:00
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

4 Juni 2026 08:06
Berita

Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

3 Juni 2026 16:00
Berita

Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

3 Juni 2026 13:30
Berita

Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

3 Juni 2026 12:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?