Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
KajianRamadhan

Tips Buka Bersama (Bukber) Sesuai Syar’i

Ahmad
Terakhir diupdate: 24 Maret 2023 13:47 1:47 pm
Ahmad
Dipublikasikan 24 Maret 2023 15:00
Bagikan
Bagikan

Banyak acara-acara Bukber hanya digunakan ngobrol, ketawa-ketiwi, swafoto narsis-narsisan, tidak sesuai syariah, menjadikan hilangnya kesunahan puasa Ramadhan itu sendiri

Hidayatullah.com | SALAH satu tempat paling menyenang selama bulan Ramadhan adalah masjid. Di berbagi tempat di belahan dunia, masjid lebih meriah dari bulan biasa selama Ramadhan.

Di bulan ini, banyak masjid mengakomodasi masyarakat umum. Jadwal kegiatan masjid lebih padat; mulai acara pengajian, shalat Tarawih, ceramah, hingga kultum (kuliah tujuh menit) menjelang berbuka.

Dan tidak ketinggalan yang adalah menyediakan iftar (berbuka puasa). Ini adalah bagian dari pelayanan jamaah, berupa iftar jama’i atau berbuka bersama (Bukber) yang diselenggarakan di masjid untuk jamaah dan warga masyarakat setiap hari di bulan Ramadhan, dilanjutkan dengan shalat Maghrib dan Tarawih secara berjamaah.

Namun dalam perjalanan selanjutnya, tradisi iftar yang tadinya banyak diselenggarakan di masjid atau mushola, mulai bergeser di luar masjid. Maka, mulailah orang mengadakan acara Buka Bersama (Bukber), yang kini menjadi salah satu keunikan tradisi Ramadhan di sebagian masyarakat Muslim di Indonesia.

Baca Juga

Jihad Santri di Era Modern
Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
KH. Abdul Mu’thi: Tetap Berkarya di Balik Penjara
KH. Abdullah Said dalam Liputan Majalah Panji Masyarakat
Jika Bumi Menutup Semua Pintu, Ketuklah Pintu Langit!

Bukber menjadi momentum bersilaturrahim, temu-kangen, santunan untuk anak yatim dan dhuafa, atau pertemuan penting lainnya. Termasuk keluarga besar, teman-teman kantor/tempat bekerja, mitra bisnis, komplek perumahan, hingga alumni sekolah, dan alumni perguruan tinggi.

Jika umumnya iftar diadakah di masjid, Bukber diadakan di rumah, ruang pertemuan, ruang kelas, hotel, kafe, dan lain-lain. Bukber adalah tradisi yang belum pernah ada sebelumnya di kalangan sahahat atau para ulama salaf alias muhdats, maka sebagian kalangan menyebutnya tradisi ini sebagai al-urf ash- shalih (tradisi yang baik) yang perlu dianjurkan dalam Islam, tentu saja harus menjaga adab-adab Islami dalam penyelenggaraannya.

Kenapa demikian? Sebab dalam banyak kasus (meski tidak semua), acara-acara Bukber ini justru menghilangkan sunnah-sunnah puasa Ramadhan dan kewajiban umat Islam.

Coba saja bayangkan. Banyak acara-acara Bukber hanya digunakan untuk ngobrol, ketawa-ketiwi, cekakak-cekikik, swafoto alias selfie-selfi-an, narsis-narsisan, hingga hilangnya kesunahan puasa Ramadhan.

Sebab, ada doa yang mustajab bagi orang berpuasa itu adalah; doa menjelang waktu berbuka dan doa saat berbuka itu sendiri.

Ketika berbuka adalah waktu mustajabnya do’a. Ini penting agar seorang muslim yang berpuasa tidak melewatkannya.

Nabi ﷺ bersabda,

ﺛﻼﺙ ﻻ ﺗﺮﺩ ﺩﻋﻮﺗﻬﻢ ﺍﻟﺼﺎﺋﻢ ﺣﺘﻰ ﻳﻔﻄﺮ ﻭﺍﻹﻣﺎﻡ ﺍﻟﻌﺎﺩﻝ ﻭ ﺍﻟﻤﻈﻠﻮﻡ

“Ada tiga doa yang tidak tertolak. Doanya orang yang berpuasa hingga ia berbuka, doanya pemimpin yang adil, dan doanya orang yang terzhalimi.” (HR. Tirmidzi).

ثَلاَثَةٌ لاَ تُرَدُّ دَعْوَتُهُمُ الإِمَامُ الْعَادِلُ وَالصَّائِمُ حِينَ يُفْطِرُ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ

“Ada tiga orang yang do’anya tidak ditolak : (1) Pemimpin yang adil, (2) Orang yang berpuasa ketika dia berbuka, (3) Do’a orang yang terzholimi.” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Hibban).

Sering karena kangen dengan sahabat lama, momen-momen penting ini justru hilang. Bahkan tidak sedikit setelah adzan masih sibuk ngobrol, makan dan minum, hingga lupa ada shalat Maghrib, akhirnya lewat sampai Isya’.

Akibatnya, dua shalat wajib, Maghrib dan Isya (plus tarawih berjamaah), terlewati begitu saja, gara-gara asyik dengan yang mereka sebut Bukber.

Agar acara Buka Bersama (Bukber) lebih aman dan tidak kehilangan sunnah puasa Ramadhan, di bawah ini tips ikut acara Bukber yang syar’I;

Pertama. Memilih resto Muslim yang menyediakan menu jaminan halalan thoyyiban

Kedua. Memilih resto yang memiliki tempat sholat dan tempat wudhu’ layak dan representatif. Tidak cukup hanya memilih resto yang instagramable saja.

Ketiga. Panitia Bukber harus memisahkan meja makan antara muslimin dan muslimat agar tidak terjadi ikhtilat (campur laki perempuan).

Keempat. Panitia menghimbau peserta Bukber agar datang dalam keadaan berwudhu’ sehingga mempermudah setelah santap ta’jil (kurma + zamzam/air putih), segera sholat Maghrib berjamaah sebelum “acara inti” berbuka.

Kelima. Panitia memimpin pembacaan doa sebelum dan sesudah berbuka serta mengarahkan peserta agar sholat Isya’ + Tarawih berjamaah agar kegiatan Bukber tidak kehilangan berkah.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:buka puasa bersamabukberbukber sesuai syariahHeadlinePilihan Redaksi
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Puluhan Ribu Jamaah Shalat Tarawih di Masjid Al-Aqsha, Penjajah hanya Izinkan Pria di Atas 45 Tahun
Tulisan selanjutnya Bantah Laporan Zakir Naik Ditangkap, Pengacara: Berita Palsu Media India

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Yordania Gempur Sel Teroris di Suriah Menyusul Serangan atas Gereja di Karak

Berita
27 Oktober 2026 18:26
Sepakati ‘Badr’, Indonesia Perkuat Kerjasama Pertahanan dengan Turki, Qatar dan Pakistan
Gereja di Yordania Diserang, Raja Abdullah Janji akan Menuntut Balas
Cegah Data Jatuh ke Tangan ‘Israel’, Malaysia Larang ASN Pakai Waze
Jihad Santri di Era Modern

Terbaru

  • Macklemore Janji akan Menyuarakan Pembebasan Palestina Sampai Napas Terakhir
  • ‘Israel’ Lancarkan Penggerebekan di Seluruh Tepi Barat, Usir 5.000 Warga Palestina
  • Yordania Gempur Sel Teroris di Suriah Menyusul Serangan atas Gereja di Karak
  • Penjajah ‘Israel’ Bakar Kamp Pengungsian di Gaza, Lebih dari 200 Keluarga Terusir
  • Menteri Ekstremis Zionis Terobos Masjidil Aqsha Jelang Pemilu ‘Israel’
  • Parlemen Mesir Restui Dukungan Militer untuk Arab Saudi
  • Serangan ‘Israel’ Hantam Universitas Islam Gaza, Tiga Warga Syahid dan Tujuh Luka
  • Pejabat Pertahanan Aliansi Mekkah Dikabarkan Bakal Kunjungi Iran, Bahas Keamanan Regional
  • Kelompok Hacker Handala Bobol Sistem ‘Israel’, Curi 150 GB Dokumen Sensitif
  • Bandara Riyadh Kembali Melayani Penerbangan Internasional

Mungkin Anda Juga Suka

Sejarah

Menolak Digaji Negara: Kisah Para Hakim Teladan dalam Sejarah Peradaban Islam

29 September 2026 12:00
Hikmah

Teladan Umar bin Khattab Ra. dalam Mengatasi Problem Gratifikasi

29 September 2026 08:30
Kajian

Al-‘Aqabah: Jalan Terjal Menuju Peradaban Fitrah

15 September 2026 13:13
Kajian

Merdeka Bersuara, Bukan Merampas Ketenangan: Sound Horeg dalam Syariat

22 Agustus 2026 11:43
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?