Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Jadikan Gadis Yazidi Sebagai Budak, Wanita Jerman Anggota ISIS Dihukum Penjara

Ama Farah
Terakhir diupdate: 23 Juni 2023 11:07 11:07 am
Ama Farah
Dipublikasikan 23 Juni 2023 11:07
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Seorang wanita Jerman yang bergabung dengan kelompok bersenjata ISIS alias Daesh dijatuhi hukuman penjara 9 tahun karena berbagai tindak kejahatan yang dilakukannya termasuk menjadikan seorang gadis Yazidi tawanan sebagai budak.

Terdakwa juga divonis bersalah melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan dan bersalah karena menjadi anggota sebuah organisasi teroris.

Pengadilan di kota Koblenz, Jerman, mengatakan terdakwa berusia 37 tahun itu memperlakukan seorang gadis muda Yazidi sebagai budaknya selama tiga tahun ketika mereka tinggal di Suriah dan Iraq.

Diketahui pula terdakwa ikut mendorong suaminya untuk memperkosa dan memukul perempuan Yazidi itu.

“Semua ini memenuhi tujuan yang dinyatakan ISIS, yaitu untuk melenyapkan kepercayaan Yazidi,” kata jaksa penuntut pada awal persidangan di bulan Januari.

Baca Juga

Suriah Tangkap 9 Bekas Pilot Tempur Era Rezim Bashar al-Assad
Amerika Minta Libanon Formulasikan Rencana Perlucutan Senjata Hizbullah
Pengisi Utama Pro-Israel, Artis Portugal Berbondong-Bondong Tinggalkan Festival Lisbon
Promosi Adidas Gandeng IDF, MUI: Waspada Propaganda Zionis, Perkuat Boikot!
Penasihat Trump Khawatir Perang Iran Berlangsung Bertahun-tahun

Yazidi merupakan kelompok minoritas agama di kawasan Sinjar di bagian utara Iraq. Secara umum bisa dikatakan kepercayaan mereka merupakan pencampuradukan beberapa agama dan kepercayaan termasuk Islam dan Kristen.

Tahun 2014, para petempur ISIS menyerbu kampung-kampung Yazidi di Sinjar. Konon, ribuan pria dan anak lelaki di atas usia 12 tahun diultimatum untuk masuk Islam atau mati. Sekitar 7.000 wanita dan anak perempuan dijadikan budak.

Di antara mereka adalah gadis muda yang menurut dakwaan jaksa diperbudak oleh terdakwa, disebut sebagai Nadine K, dan suaminya sejak 2016, ketika mereka pindah ke kota Mosul, Iraq.

Setahun sebelumnya mereka bepergian ke Suriah untuk bergabung dengan ISIS. Setelah tinggal di Iraq mereka kembali ke Suriah bersama gadis itu, yang kala itu berusia 20-an awal.

Pada Maret 2019, Nadine K dan keluarganya ditangkap oleh pasukan Kurdi di Suriah. Nadine K ditangkap tahun lalu setelah direpatriasi ke Jerman.

Selama persidangan terdakwa membantah telah melakukan tindakan buruk terhadap gadis Yazidi itu, tetapi mengatakan seharusnya dulu dia berbuat lebih untuk gadis itu.

Korban, yang dibebaskan pada 2019, bersaksi di persidangan Nadine K pada Februari dan hadir dalam sidang pembacaan vonis pada Rabu (21/6/2023), lansir BBC.

Sejumlah persidangan digelar di Jerman baru-baru ini dengan terdakwa bekas anggota ISIS yang dituduh membunuh atau menyiksa Yazidi.

Pada Oktober 2021, seorang wanita Jerman dipenjara selama 10 tahun dalam kasus pembunuhan seorang gadis Yazidi yang dia dan suaminya beli sebagai budak.

Sebulan kemudian, pengadilan Jerman mengeluarkan putusan pertama di seluruh dunia yang mengakui kejahatan yang dilakukan ISIS terhadap orang-orang Yazidi sebagai genosida*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:ISISJermanYazidi
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Produk Nusantara dan Chef Indonesia Didatangkan untuk Melayani Jamaah Haji 
Tulisan selanjutnya (Video) Pemukim Haram Membakar Sekolah, Memasukkan Anjing ke Masjid, Merobek Salinan Al-Quran

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

100 Mahasiswa Palestina Di-DO karena Kritisi Perang Genosida di Gaza

Berita
8 September 2026 23:19
Trump Diam soal Sanksi Inggris terhadap Permukiman Ilegal ‘Israel’
Hari Pertama Sekolah yang Tak Kunjung Usai, Bocah Palestina Syahid Dibom ‘Israel’
Balas Sanksi terhadap Permukiman Ilegalnya, ‘Israel’ Ancam Tutup Konsulat Inggris
‘Israel’ Kehilangan Ribuan Dokter, Brain Drain Makin Parah

Terbaru

  • Suriah Tangkap 9 Bekas Pilot Tempur Era Rezim Bashar al-Assad
  • Amerika Minta Libanon Formulasikan Rencana Perlucutan Senjata Hizbullah
  • Pengisi Utama Pro-Israel, Artis Portugal Berbondong-Bondong Tinggalkan Festival Lisbon
  • Promosi Adidas Gandeng IDF, MUI: Waspada Propaganda Zionis, Perkuat Boikot!
  • Penasihat Trump Khawatir Perang Iran Berlangsung Bertahun-tahun
  • Warga Thailand Demo Kedutaan ‘Israel’, Protes Kelakuan Wisatawan Zionis
  • Trump Diam soal Sanksi Inggris terhadap Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Serangan Iran ke Pangkalan Yordania Dilaporkan Rusak Sejumlah Jet Tempur AS
  • Silver Economy, Cara Turki Hadapi Naiknya Populasi Lansia
  • Negara-Negara Muslim Sambut Keputusan 12 Negara Barat Mensanksi ‘Israel’

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Warga Thailand Demo Kedutaan ‘Israel’, Protes Kelakuan Wisatawan Zionis

11 September 2026 10:03
Berita

Serangan Iran ke Pangkalan Yordania Dilaporkan Rusak Sejumlah Jet Tempur AS

10 September 2026 14:13
Berita

Silver Economy, Cara Turki Hadapi Naiknya Populasi Lansia

10 September 2026 13:13
Berita

Negara-Negara Muslim Sambut Keputusan 12 Negara Barat Mensanksi ‘Israel’

10 September 2026 05:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?