Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Iran Digugat ke Mahkamah Internasional Terkait Penembakan Pesawat Ukraine International Airlines

Ama Farah
Terakhir diupdate: 6 Juli 2023 20:08 8:08 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 6 Juli 2023 20:08
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Iran menghadapi gugatan hukum yang diajukan ke Mahkamah Internasional oleh empat negara terkait penembakan terhadap pesawat sipil Ukraine International Airlines penerbangan PS752 pada Januari 2020 yang menewaskan 176 orang di pesawat.

Pesawat itu dihantam oleh dua rudal yang ditembakkan oleh unit pertahanan udara Garda Revolusi tidak lama setelah lepas landas dari bandara Teheran.

Tiga hari kemudian, Iran mengaku keliru menembak jatuh pesawat tersebut. Garda Revolusi mengira pesawat Boeing 737-800 itu rudal Amerika Serikat.

Pada bulan April, pengadilan di Iran mengirim 10 personel angkatan bersenjata ke penjara, tetapi keluarga korban menolak keputusan tersebut karena dianggap tidak berarti dan tidak dapat diterima.

Kanada, Swedia, Ukraina dan Inggris – yang warga atau pemukimnya tewas dalam insiden itu – mengatakan dalam permohonan gugatan ke International Court of Justice (ICJ) bahwa Iran telah melanggar konvensi penerbangan sipil dengan menembak jatuh pesawat penumpang tersebut.

Baca Juga

Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap
AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal

Menurut keempat negara itu, Iran gagal mengambil tindakan pencegahan guna menghindari terjadinya salah penembakan, yang terjadi ketika ketegangan antara Iran dan AS tinggi, lansir BBC Rabu (5/7/2023).

Tidak hanya itu, Iran kemudian gagal melakukan penyelidikan dan penuntutan kriminal yang tidak memihak, transparan dan adil, kata keempat negara itu.

Dalam tuntutannya, negara-negara itu ingin Iran secara terbuka mengakui kesalahannya, meminta maaf kepada keluarga korban, menjamin bahwa insiden serupa tidak akan terjadi lagi, serta memberikan uang ganti rugi secara penuh dan mengembalikan barang-barang milik korban kepada keluarga.

Menteri Urusan Timur Tengah Inggris Lord Ahmad mengatakan bahwa negara-negara tersebut mengupayakan keadilan bagi korban dan keluarganya.

Pada Desember 2022, kelompok tersebut bersama-sama meminta agar Iran tunduk pada hasil arbitrase yang mengikat, dengan alasan rudal yang menghantam penerbangan diluncurkan “secara tidak sah dan sengaja”.

Kala itu, jubir Kementerian Luar Negeri Kanada mengatakan kepada BBC bahwa pemerintah Iran memiliki waktu enam bulan untuk merespon hasil arbitrase. Batas waktu itu sekarang sudah lewat, sehingga keempat negara itu mengambil langkah hukum lebih lanjut.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Garda RevolusiiranpesawatPS752Ukraina
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Wapres: Pemerintah akan Membina Ponpes Al-Zaytun
Tulisan selanjutnya Bela Panji Gumilang, Tenaga Ahli Staf Kepresidenan Ali Mochtar Ngabalin Tak Terima Al-Zaytun Disebut Sesat

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Suriah Angkat Pemimpin YPG Jadi Penasihat Kepresidenan

Berita
29 Agustus 2026 09:20
Buka Muktamar NU ke-35, Presiden Prabowo: Jangan Sekali-Kali Lupakan Jasa Ulama
Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global
UEA Bantah Laporan Serangan di Pangkalan Udara Al Minhad
Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal

Terbaru

  • Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
  • Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap
  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrasi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi

2 September 2026 20:16
Berita

Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang

2 September 2026 20:14
Berita

Aktivis Pro-Demokrasi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing

2 September 2026 15:07
Berita

Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia

1 September 2026 12:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?