Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Mayoritas Muslim Indonesia dan Malaysia Setuju Penerapan Hukum Syariah

Ahmad
Terakhir diupdate: 14 September 2023 14:16 2:16 pm
Ahmad
Dipublikasikan 14 September 2023 14:30
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Laporan jajak pendapat terbaru yang dilakukan oleh Pew Research Center (PRC), Sebagian besar umat Islam di Indonesia dan Malaysia mendukung hukum syariat yang ketat dijadikan sebagai hukum resmi negara. Menariknya temuan ini dianggap sebagai tanda meningkatnya pengaruh konservatisme agama, ciri khas ketakutan Barat pada Islam.

”Saat ini, 64% Muslim di Indonesia mengatakan bahwa syariah harus dijadikan sebagai hukum negara. Mayoritas Muslim di negara ini juga mendukung hukum Islam dijadikan sebagai hukum nasional yang resmi ketika ditanyakan,” tulis Peneliti Senior, Jonathan Evans dalam survei tersebut, dikutip detik hari Kamis, (14/9/2023).

Di Malaysia, angka dukungan terhadap syariat Islam sebagai hukum negara bahkan lebih tinggi, mencapai 86 persen.  Temuan ini bukanlah hal baru, dalam survei tahun 2011 dan 2012, sebagian besar Muslim Malaysia mendukung hukum Islam sebagai hukum resmi di negara tersebut.

Survei yang dipublikasi pada 12 September ini merupakan bagian dari riset yang lebih luas, melibatkan 13.122 responden dari enam negara di Asia Tenggara.

Adapun hukum syariat yang dimaksud dalam jajak pendapat dari PRC ini termasuk pelarangan alkohol dan hukuman bagi pelaku perzinahan, meski dua hal itu bagian kecil saja dari penerapan hukum Islam. Demikian menurut laporan berjudul “Buddhism, Islam, and Religious Pluralism in South and Southeast Asia” ini.

Baca Juga

Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas

Uniknya, menurut Pew Research, dukungan penerapan hukum Islam ini datang baik dari umat yang religius maupun mereka yang tidak menjalankan shalat sehari-hari. Sementara di Malaysia, responden yang shalat setiap hari memiliki kemungkinan lebih besar untuk mendukung penerapan syariat dibandingkan responden lainnya.

Di Kamboja, Sri Lanka, dan Thailand – negara-negara yang setidaknya 70% penduduk dewasanya beragama Buddha – lebih dari sembilan dari sepuluh umat Buddha mengatakan bahwa menjadi umat Buddha adalah hal yang penting untuk benar-benar menjadi bagian dari negara mereka, menurut survei yang dilakukan oleh Pew Research Center pada tahun 2022 terhadap enam penduduk di negara Asia Selatan dan Tenggara.

Misalnya, 95% umat Buddha di Sri Lanka mengatakan bahwa menjadi umat Buddha itu penting untuk menjadi orang Sri Lanka yang sejati – termasuk 87% yang mengatakan bahwa agama Buddha sangat penting untuk menjadi orang Sri Lanka yang sejati.

Menurut hasil survei, umumnya warga di Kamboja, Indonesia dan Malaysia paling mendukung keterlibatan politik para pemimpin agama. Sementara mayoritas orang dewasa di Sri Lanka, Singapura dan Thailand menentang partisipasi aktif pemimpin agama dalam kehidupan politik.

Temuan menunjukkan kurang dari sepertiga warga Singapura (29%), Thailand (24%) dan Sri Lanka (21%) percaya bahwa pemimpin agama harus menjadi politisi. Angka ini jauh lebih kecil dibandingkan jumlah penduduk dewasa di Kamboja (45%), Indonesia (48%). %) dan Malaysia (54%) yang mengambil posisi yang sama.

Dalam survei ini juga ditemukan hampir semua Muslim di kedua negara –Malaysia dan Indonesia– mengatakan menjadi Muslim itu sangat penting. Umat Islam di kedua negara umumnya menggambarkan Islam sebagai sebuah budaya, tradisi keluarga atau etnisitas – bukan sekedar “agama yang dipilih untuk dianut.”

Misalnya saja, tiga perempat warga Muslim Malaysia mengatakan Islam adalah “sebuah etnis dimana seseorang dilahirkan.” Begitu juga Muslim Indonesia yang telah diteliti.

Secara keseluruhan, masyarakat muslim di Indonesia memandang Islam sebagai lebih dari sekadar agama. Sebanyak 82 persen mengidentifikasi Islam sebagai bagian dari identitas budaya mereka, 81 persen melihatnya sebagai tradisi keluarga, dan 77 persen menganggap Islam sebagai bagian dari identitas etnis mereka.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Headlinehukum Islamhukum resmi negaraindonesiaJajak pendapatMalaysiaPew Research Center
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kemenag Imbau Umat Islam Shalat Gaib untuk Korban Gempa Maroko dan Banjir Libya
Tulisan selanjutnya Gempa Maroko Setara dengan 30 Ledakan Bom Nuklir

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya

Berita
30 Mei 2026 11:16
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam

Terbaru

  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

4 Juni 2026 11:00
Berita

Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

4 Juni 2026 10:00
Berita

Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

4 Juni 2026 09:00
Berita

Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

4 Juni 2026 08:06
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?