Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

China Penjarakan Seumur Hidup Profesor Rahile Dawut Wanita Pakar Budaya Uyghur

Ama Farah
Terakhir diupdate: 27 September 2023 04:49 4:49 am
Ama Farah
Dipublikasikan 26 September 2023 20:12
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Seorang wanita Uyghur yang merupakan profesor pakar kebudayaan Uyghur yang menghilang enam tahun lalu dikabarkan telah dijatuhi hukuman penjara seumur hidup oleh otoritas China dengan alasan “membahayakan negara”.

Rahile Dawut, 57, pakar dalam kajian cerita rakyat dan tradisi Uyghur dan dianggap ahli di bidangnya, kalah dalam pengadilan tingkat banding setelah divonis bersalah pada tahun 2018 dalam dakwaan mempromosikan “pemisahan”, menurut organisasi peduli hak asasi manusia berbasis di Amerika Serikat Dui Hua Foundation, lapor The Guardian Ahad (24/9/2023).

Kelompok ini telah menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk berusaha menemukan Dawut.  Dalam sebuah pernyataan, mereka mengatakan telah menerima informasi dari seorang pejabat China dan sedang mencari informasi lebih lanjut tentang Dawut dari pemerintah, termasuk di mana dia berada, bagaimana kondisi kesehatannya dan haknya untuk berhubungan dengan anggota keluarga.

John Kamm, direktur eksekutif Dui Hua, berkata, “Hukuman penjara seumur hidup yang dijatuhkan atas Prof Rahile Dawut adalah sebuah tragedi yang kejam, kerugian besar bagi masyarakat Uyghur, dan bagi semua orang yang menjunjung tinggi kebebasan akademis. Saya menyerukan agar dia segera dibebaskan dan dikembalikan dengan selamat ke keluarganya.”

Dawut diyakini termasuk di antara lebih dari 300 intelektual Uyghur yang diketahui telah ditahan, ditangkap, dan dipenjarakan sejak 2016. Diperkirakan 1,5 juta orang Uyghur ditahan di kamp “pendidikan ulang” yang didirikan oleh rezim Beijing.

Baca Juga

Jelang Pemilu ‘Israel’, Trump Dukung Netanyahu Terpilih Kembali
Iran Sebut Puluhan Pesawat Maskapai Nasional Hancur dalam Serangan AS-Israel
Jutaan Dolar Dana Nasabah Syariah HSBC Diduga Mengalir ke Perusahaan Senjata terkait ‘Israel’
60 Ribu Anak Palestina Jadi Yatim Akibat Perang Genosida Zionis ‘Israel’
Makin Banyak Pemukim ‘Israel’ yang Hindari Wajib Militer, Jumlahnya Tembus 110.000

Selain hukuman penjara seumur hidup, Dawut akan dicabut hak-hak politiknya seumur hidup, kata Dui Hua.

Akeda Pulati, putri Dawut, dalam pernyataan yang disampaikan melalui Dui Hua menyeru kepada pemerintah China agar membebaskan ibunya.

“Saya mengkhawatirkan ibu saya setiap hari. Membayangkan ibu saya yang tidak bersalah harus menghabiskan hidupnya di penjara telah mendatangkan rasa sakit yang tak tertahankan bagi saya. China, tunjukkan belas kasihanmu dan lepaskan ibu saya yang tidak bersalah,” katanya Akeda Pulati.

Saat ditangkap pada Desember 2017, Dawut sedang mengajar di Xinjiang University College of Humanities, di mana dia juga mendirikan Ethnic Minorities Research Centre pada 2007.

Banyak institusi akademis yang pernah berhubungan dengan Dawut melalui karyanya, termasuk universitas-universitas Harvard, Cornell, British Columbia, Pennsylvania, Washington, Indiana dan Cambridge, bergabung untuk menyerukan pembebasan Dawut.*

Yuk bergabung dengan dakwa media melalui BCA 1280720000 a.n. Yayasan Baitul Maal Hidayatullah (BMH)

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:chinaHeadlineRahile DawutUyghur
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kelompok Loyalis Assad Bentrok dengan Pasukan Kurdi 25 Orang Tewas
Tulisan selanjutnya FBI Peringatkan Ancaman Pembunuhan Tokoh Sikh di Amerika Serikat

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun

Berita
17 Oktober 2026 10:07
Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera

Terbaru

  • Jelang Pemilu ‘Israel’, Trump Dukung Netanyahu Terpilih Kembali
  • Iran Sebut Puluhan Pesawat Maskapai Nasional Hancur dalam Serangan AS-Israel
  • Jutaan Dolar Dana Nasabah Syariah HSBC Diduga Mengalir ke Perusahaan Senjata terkait ‘Israel’
  • 60 Ribu Anak Palestina Jadi Yatim Akibat Perang Genosida Zionis ‘Israel’
  • Makin Banyak Pemukim ‘Israel’ yang Hindari Wajib Militer, Jumlahnya Tembus 110.000
  • 19 Orang Tewas Akibat Berdesakan saat Festival Hindu Durga Puja India
  • Halal Ditunda, Kepastian Dipertaruhkan?
  • Mesir Tegaskan Siap Bela Arab Saudi di Tengah Meningkatnya Serangan Houthi
  • Arab Saudi Tembak Jatuh 4 Drone di Riyadh dan Dua Wilayah Lain
  • Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

19 Orang Tewas Akibat Berdesakan saat Festival Hindu Durga Puja India

19 Oktober 2026 21:48
Berita

Halal Ditunda, Kepastian Dipertaruhkan?

19 Oktober 2026 16:57
Berita

Mesir Tegaskan Siap Bela Arab Saudi di Tengah Meningkatnya Serangan Houthi

19 Oktober 2026 12:57
drone peledak Houthi
Berita

Arab Saudi Tembak Jatuh 4 Drone di Riyadh dan Dua Wilayah Lain

19 Oktober 2026 12:54
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?