Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Ulah Mahasiswa Serbu Pengungsi Rohingya Lahirkan Kecaman,  Kampanye Disinformasi Dinilai jadi Pemicu

Ahmad
Terakhir diupdate: 29 Desember 2023 16:49 4:49 pm
Ahmad
Dipublikasikan 29 Desember 2023 16:16
Bagikan
Penyerbuan pengungsi Rohingya
Bagikan

Hidayatullah.com—Aktivis hak asasi manusia dan beberapa pengamat pada hari Kamis menuduh bahwa mahasiswa yang menyerbu tempat penampungan etnis Rohingya di Provinsi Aceh dipengaruhi kampanye disinformasi yang “terorganisir”, yang beberapa bahkan dikaitkan dengan Pemilu mendatang.

Komentar mereka muncul di tengah banjir kecaman atas insiden “tidak manusiawi” tersebut, yang mengakibatkan para pelajar memaksa 137 pengungsi yang ketakutan di Banda Aceh, kebanyakan perempuan dan anak-anak, naik truk ke lokasi lain.

Para pengamat mencatat bahwa aksi massa pada hari Rabu – yang terekam dalam video dan beredarkan secara luas – bukanlah aksi protes mahasiswa di Aceh.

Koordinator proyek Jesuit Refugee Service (JRS) Indonesia, Hendra Saputra, sebuah LSM di Aceh, menduga insiden hari Rabu itu tidak terjadi secara spontan, melainkan “terorganisir dan sistematis.”

Kepada BenarNews ia mengatakan, pelajar tersebut dipengaruhi oleh postingan media sosial yang menyebarkan kebencian dan informasi yang salah tentang Rohingya.

Baca Juga

Jelang Pemilu ‘Israel’, Trump Dukung Netanyahu Terpilih Kembali
Iran Sebut Puluhan Pesawat Maskapai Nasional Hancur dalam Serangan AS-Israel
Jutaan Dolar Dana Nasabah Syariah HSBC Diduga Mengalir ke Perusahaan Senjata terkait ‘Israel’
60 Ribu Anak Palestina Jadi Yatim Akibat Perang Genosida Zionis ‘Israel’
Makin Banyak Pemukim ‘Israel’ yang Hindari Wajib Militer, Jumlahnya Tembus 110.000

“[Postingan tersebut] juga menuduh para pengungsi mengambil makanan dan tanah mereka, serta melakukan pelecehan seksual dan perilaku buruk lainnya. Tapi ini semua adalah tuduhan palsu,” katanya, seraya menambahkan bahwa tidak ada bukti yang diberikan untuk mendukung klaim tersebut.

Selain itu, pengungsi juga tidak bisa menjadi beban karena pemerintah tidak mengeluarkan uang untuk mereka, kata Hendra. “Tidak ada anggaran pemerintah yang dialokasikan untuk pengelolaan pengungsi,” katanya dikutip laman BenarNews.

Aceh, provinsi berpenduduk mayoritas Muslim yang memiliki status otonomi khusus di Indonesia, memiliki sejarah dalam menyambut pengungsi Rohingya secara baik.

Namun, karena lebih dari 1.500 orang Rohingya telah tiba sejak pertengahan bulan November, penduduk desa di provinsi tersebut menuntut mereka dipulangkan, dengan alasan bahwa sumber daya yang tersedia juga tidak cukup menangung para pengungsi.

Tuntutan tersebut berkembang menjadi protes kecil, yang pada hari Rabu meningkat menjadikan gerombolan mahasiswa menyerbu ke tempat penampungan Rohingya, menendang barang-barang mereka dan menciptakan kekacauan, karena banyak pengungsi menangis sejadi-jadinya atau melihat, ketakutan dan terkejut.

Pemerintah akan memindahkan 137 pengungsi Rohingya ke markas Palang Merah Indonesia setempat dan gedung Yayasan Aceh, kata Mohammad Mahfud MD, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan.

“Saya sudah instruksikan aparat keamanan untuk melindungi pengungsi karena ini masalah kemanusiaan,” kata Mahfud kepada wartawan di Sidoarjo, Jawa Timur.

Beberapa analis mengaitkan permusuhan terhadap Rohingya dengan berkembangnya informasi keliru yang disebarkan secara sengaja.

Chairul Fahmi, peneliti Rohingya dan dosen hukum di Universitas Islam Negeri Ar-Raniry di Banda Aceh, mengatakan sebagian dari disinformasi ini mungkin terkait dengan aktor politik yang berkepentingan mengeksploitasi masalah pengungsi untuk agenda mereka sendiri.

“Pihak berwenang mungkin punya andil dalam kampanye disinformasi Rohingya. Aksi protes kemarin tidak mencerminkan gerakan mahasiswa pada umumnya,” ujarnya kepada BenarNews. “Ada kemungkinan pemberi intruksi kepada para mahasiswa tersebut.”

Sebelumnya, Menkopolhukam merespons aksi mahasiswa Aceh yang mengusir paksa pengungsi Rohingya hari Rabu. Menurut Mahfud, ketika Aceh dilanda bencana tsunami banyak negara berbondong-bondong memberikan bantuan dan solidaritas.

Maka seharusnya masyarakat setempat bersedia membantu pengungsi Rohingya dengan memberikan penampungan sementara. “Aceh dulu terserang Tsunami berbagai dunia, manusia dari berbagai penjuru dunia datang menolong, masak sekarang tidak mau nolong, kan begitu, ya kita tolong,” kata Mahfud di Buduran, Sidoarjo, Kamis (28/12/2023).

Rohingya adalah minoritas Muslim yang teraniaya dari Myanmar, yang melarikan diri dari kekerasan dan penindasan di tanah air mereka selama bertahun-tahun. Ada sekitar satu juta orang tinggal di kamp-kamp yang padat di Bangladesh.

Dengan sedikitnya pilihan setelah bertahun-tahun hidup tanpa kewarganegaraan, banyak orang Rohingya yang putus asa untuk meninggalkan negara mereka dan hal ini membuat mereka rentan terhadap eksploitasi oleh para penyelundup manusia , kata para analis.

Sebagian besar warga Rohingya yang tiba di Aceh baru-baru ini meninggalkan kamp pengungsi yang penuh kekerasan dan penuh sesak di negara tetangga Myanmar, Bangladesh, tempat 740.000 dari mereka berlindung setelah tindakan keras brutal yang dilakukan militer Burma pada tahun 2017.

Bagi etnis Rohingya, Indonesia adalah pintu gerbang ke Malaysia, yang merupakan tujuan utama pekerja migran dari banyak negara di Asia Selatan dan Asia Tenggara.

Pemerintah Indonesia, yang belum meratifikasi Konvensi Pengungsi tahun 1951, mengatakan bahwa mereka tidak mempunyai kewajiban atau kapasitas untuk menampung pengungsi Rohingya secara permanen, dan prioritas mereka adalah memukimkan kembali mereka di negara ketiga.

Awal bulan ini, para pejabat pemerintah mengeluh bahwa mereka kewalahan dan hanya Indonesia yang menanggung beban pengungsi Rohingya.

Sementara Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) mengecam sikap para mahasiswa kepada etnis yang telah korban kejahatan kemanusian junta militer di Myanmar tersebut.

“Menanggapi insiden pengusiran pengungsi Rohingya di Gedung BMA Banda Aceh oleh kelompok mahasiswa, Komnas HAM sangat menyesalkan terjadinya peristiwa tersebut,” kata Koordinator Komisi Penegakan HAM Komnas HAM Uli Parulian Sihombing, dalam siaran pers yang diterima wartawan di Jakarta, Jumat (29/12/2023).

Uli mengatakan, mahasiswa sebagai kelompok yang maha terpelajar, semestinya menggunakan keilmuan yang diperoleh dari akademiknya dalam melihat situasi dan kondisi para pengungsi Rohingya. “Komnas HAM meminta agar pemerintah, dan pihak-pihak terkait lainya, dapat lebih memastikan pemberian perlindungan terhadap pengungsi Rohingya dari aksi-aksi kekerasan,” begitu kata Uli.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Acehaktivis HAMetnis RohingyaHeadlinekampanye disinformasimahasiswa Acehpenampungan Rohingya
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Intel Investasikan $25 Miliar ke ‘Israel’ untuk Perluas Pabrik Chip di Wilayah Pendudukan
Tulisan selanjutnya Serial Animasi Netflix ‘Cocomelon Lane’ Dinilai Bawa Misi LGBTQ, Warganet Serukan Boikot

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Sejarah

Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya

Sejarah
16 Oktober 2026 09:32
Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
Jelang Pemilu ‘Israel’, Trump Dukung Netanyahu Terpilih Kembali
Jutaan Dolar Dana Nasabah Syariah HSBC Diduga Mengalir ke Perusahaan Senjata terkait ‘Israel’

Terbaru

  • Jelang Pemilu ‘Israel’, Trump Dukung Netanyahu Terpilih Kembali
  • Iran Sebut Puluhan Pesawat Maskapai Nasional Hancur dalam Serangan AS-Israel
  • Jutaan Dolar Dana Nasabah Syariah HSBC Diduga Mengalir ke Perusahaan Senjata terkait ‘Israel’
  • 60 Ribu Anak Palestina Jadi Yatim Akibat Perang Genosida Zionis ‘Israel’
  • Makin Banyak Pemukim ‘Israel’ yang Hindari Wajib Militer, Jumlahnya Tembus 110.000
  • 19 Orang Tewas Akibat Berdesakan saat Festival Hindu Durga Puja India
  • Halal Ditunda, Kepastian Dipertaruhkan?
  • Mesir Tegaskan Siap Bela Arab Saudi di Tengah Meningkatnya Serangan Houthi
  • Arab Saudi Tembak Jatuh 4 Drone di Riyadh dan Dua Wilayah Lain
  • Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

19 Orang Tewas Akibat Berdesakan saat Festival Hindu Durga Puja India

19 Oktober 2026 21:48
Berita

Halal Ditunda, Kepastian Dipertaruhkan?

19 Oktober 2026 16:57
Berita

Mesir Tegaskan Siap Bela Arab Saudi di Tengah Meningkatnya Serangan Houthi

19 Oktober 2026 12:57
drone peledak Houthi
Berita

Arab Saudi Tembak Jatuh 4 Drone di Riyadh dan Dua Wilayah Lain

19 Oktober 2026 12:54
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?