Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Chiang Mai Andalan Wisata Thailand Kota Paling Kotor Udaranya di Dunia

Ama Farah
Terakhir diupdate: 15 Maret 2024 16:31 4:31 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 15 Maret 2024 15:30
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Chiang Mai, kota pusat wisata di Thailand, pagi hari Jumat (15/3/2024) diselimuti kabut asap dan menjadi kota dengan udara paling kotor di dunia menurut situs web IQAir.

Levels polutan PM2,5 – partikel mikro di udara yang dapat menyebabkan kanker dan cukup kecil untuk bisa masuk ke aliran darah dan paru-paru – mencapai status “sangat tidak sehat” dan 35 kali di atas ambang yang di tetapkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

“Sangat tinggi. Yang saya punya cuma masker itni sama seperti yang sayabpakai ketika Covid,” kata penjual jeruk kaki lima Kamol, 62, kepada AFP di pasar Warorot di Chiang Mai.

Bekas perdana menteri Thaksin Shinawatra, yang belum lama ini dibebaskan dari penjara dalam kasus korupsi, tampak mengenakan masker ketika berkunjung ke pasar yang sama hari ini dan berfoto bersama warga yang ditemuinya.

Polusi tingkat tinggi kerap melanda kota kampung halaman Thaksin itu, terutama ketika para petani melakukan pembakaran lahan untuk persiapan musim tanam selanjutnya.

Baca Juga

Mengapa Kolombia Ingin Pulihkan Hubungan dengan ‘Israel’?
STAI Al Bayan Gelar Wisuda Angkatan II, Ketum DPP Hidayatullah Pesankan Alumni Kuatkan Takwa Hadapi Tantangan Zaman
Serangan ‘Israel’ Hancurkan Gudang Bantuan, 7 Orang Syahid di Gaza
Korban Meninggal Gempa NTT Capai 103 Orang, Sebagian Besar Perempuan dan Lansia
Resmi Gabung Angkatan Darat Suriah, YPG Umumkan Pembubaran Diri

Pemerintahan PM Srettha Thavisin bulan Januari menyetujui Clean Air Act sebagai upaya untuk mengatasi polusi udara di Thailand.

PM Srettha Thavisin dijadwalkan berkunjung ke Chiang Mai hari Jumat ini dan diagendakan untuk bertemu dengan berbagai organisasi guna membahas penanggulangan kebakaran hutan pada hari Sabtu.

Warga Chiang Mai mengaku selama ini mereka belum mendapatkan bantuan terkait polusi udara.

“Saya perlu memeriksakan kesehatan setiap tahun, terutama untuk penyakit pernapasan,” kata Kamol.

“Polusinya sangat tinggi, terutama di masa seperti sekarang ini,” kata Sariya, 50, yang sedang berbelanja kebutuhan harian di pasar Chiang Mai. “Tidak ada yang dapat kami lakukan karena selalu tinggi.”

Menurutnya, lokasi kota Chiang Mai yang berada di antara perbukitan, sehingga kabut asap mudah terperangkap, membuat situasinya semakin buruk.

Mungkin disebabkan polusi udara sudah berlangsung lama dan sering terjadi maka sebagian orang menjadi terbiasa.

“Saya tidak takut polusi,” kata turis asal China bernama Andy, yang mengaku polisi udara di kota asalnya Chengdu juga sama parahnya.

“Saya nikmati saja kota ini karena bagus,” ujarnya.

Warga Prancis Guillaume Tieufri, 44, mengatakan polusi udara tidak menggangu empat hari perjalanannya di sana. “Jalani saja hari Anda,” ujarnya.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Chiang Maipolusi udarathailand
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya mitos rokok Bank Prancis Masih Memberi Kredit ke Perusahaan Rokok
Tulisan selanjutnya Masuk Biara Ingin Jadi Pastur, Malah Masuk Islam

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Kajian

Atas Jasa Ulama Madzhab, Ijtihad Tidak Lagi Harus Dari Nol

Kajian
22 Agustus 2026 10:58
APCQP Perkuat Kolaborasi Masyarakat Sipil Asia Pasifik untuk Palestina
Mengapa Kolombia Ingin Pulihkan Hubungan dengan ‘Israel’?
Iran Izinkan Sejumlah Kapal Tanker Iraq Melewati Selat Hormuz
‘Israel’ Cemas, Rudal Hipersonik Baru Turki Dinilai Jadi Ancaman Zionis

Terbaru

  • Mengapa Kolombia Ingin Pulihkan Hubungan dengan ‘Israel’?
  • STAI Al Bayan Gelar Wisuda Angkatan II, Ketum DPP Hidayatullah Pesankan Alumni Kuatkan Takwa Hadapi Tantangan Zaman
  • Serangan ‘Israel’ Hancurkan Gudang Bantuan, 7 Orang Syahid di Gaza
  • Korban Meninggal Gempa NTT Capai 103 Orang, Sebagian Besar Perempuan dan Lansia
  • Resmi Gabung Angkatan Darat Suriah, YPG Umumkan Pembubaran Diri
  • Zaitun Rasmin Kembali Pimpin Wahdah Islamiyah, Terpilih untuk Periode 2027–2031
  • ‘Israel’ Tetap Ikut Eurovision, Belanda Kembali Pilih Boikot
  • “Saya Menyebarkan Berita Palsu,” aku Pejabat Komunikasi ‘Israel’
  • ‘Israel’ Cemas, Rudal Hipersonik Baru Turki Dinilai Jadi Ancaman Zionis
  • Cari Suara, Netanyahu Tegaskan ‘Israel’ Tak akan Biarkan Negara Palestina Berdiri

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Zaitun Rasmin Kembali Pimpin Wahdah Islamiyah, Terpilih untuk Periode 2027–2031

26 Agustus 2026 10:59
Berita

‘Israel’ Tetap Ikut Eurovision, Belanda Kembali Pilih Boikot

26 Agustus 2026 10:20
Berita

“Saya Menyebarkan Berita Palsu,” aku Pejabat Komunikasi ‘Israel’

25 Agustus 2026 20:46
Berita

Cari Suara, Netanyahu Tegaskan ‘Israel’ Tak akan Biarkan Negara Palestina Berdiri

25 Agustus 2026 18:44
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?