Hidayatullah.com– Para menteri luar negeri negara anggota Uni Eropa sedang membahas larangan impor produk-produk yang dibuat di pemukiman-pemukiman Yahudi Israel, setelah sejumlah negara anggota mendesak supaya blok kerja sama ekonomi itu mengambil tindakan, kata beberapa diplomat hari Jumat (10/7/2026).
Dilansir AFP, para diplomat mengatakan bahwa perdebatan dalam pertemuan di Brussels pada hari Senin tidak dimaksudkan untuk menghasilkan keputusan konkret, tetapi untuk mengukur apakah ada dukungan yang cukup terhadap langkah tersebut untuk ditindaklanjuti.
Beberapa negara UE — yaitu Irlandia, Belanda dan Spanyol — sudah memberlakukan larangan dagang sendiri atas produk yang dibuat di pemukiman-pemukiman ilegal Yahudi di wilayah Palestina yang diduduki Zionis, yang menurut hukum internasional merupakan pemukiman ilegal.
Disebabkan ada tekanan supaya UE sebagai satu kesatuan mengambil langkah serupa, para pemimpin eksekutif blok tersebut pekan ini menawarkan opsi untuk membatasi perdagangan dengan pemukiman ilegal Yahudi. Belum disepakati juga apakah keputusan pembatasan perdagangan itu nantinya perlu mendapatkan persetujuan semua 27 negara anggota atau hanya sebagian besarnya.
Para diplomat mengatakan bahwa negara yang dikenal getol membela Zionis seperti Jerman dan Italia masih belum mengambil sikap tentang langkah itu.
Zionis Israel menduduki wilayah Tepi Barat sejak 1967. Lebih dari 500.000 pemukim Yahudi tinggal dan meneta di teritori Palestina itu, termasuk di Yerusalem Timur. Mereka menyerobot tanah di wilayah yang dihuni tiga juta penduduk Palestina itu.
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengutuk perluasan “tiada henti” pemukiman ilega Yahudi di Tepi Barat, mengatakan dalam sebuah laporan yang dilihat AFP bulan lalu bahwa ekspansi pemukiman Yahudi itu menyebabkan krisis penggusuran paling parah di wilayah itu sejak 1967.
Uni Eropa sejak lama mengalami perpecahan dalam isu Palestina-Israel, dengan beberapa negara mati-matian membela Zionis sementara sebagian lain memberikan dukungan bagi rakyat Palestina.*




