Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Feature

Masuk Biara Ingin Jadi Pastur, Malah Masuk Islam

Bambang S
Terakhir diupdate: 15 Maret 2024 13:41 1:41 pm
Bambang S
Dipublikasikan 15 Maret 2024 16:00
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com – Bagi sebagian besar masyarakat Kupang NTT pastur atau suster adalah pekerjaan sangat mulia. Bila ada anggota keluarga ada yang menjadi pastur atau suster, maka prestise keluarga tersebut akan terangkat. Itulah yang melatari Arnold Alesius Ganzaga bercita-cita menjadi pastur.

Arnold berasal dari keluarga aktivis gereja. “Ayah saya guru agama Katolik,” katanya, saat ditemui di sebuah masjid di Yogyakarta (7/3’24), tak jauh dari rumahnya. Sepupunya ada pula yang jadi pastur dan suster. Ia sendiri aktif ke gereja sejak kecil.

Demi meraih cita-citanya, atas saran seorang suster Arnold pindah ke Yogyakarta. Di kota gudek ini Arnold diterima di sebuah biara yang khusus mendidik calon-calon pastor. “Angkatan saya ada 13 orang dari seluruh Indonesia,” katanya.

Baca juga: Antusias Mualaf Amber Leibrock Menyambut Ramadhan

Seluruh biaya gratis. Arnold tinggal fokus belajar. Di biara seluruh calon pastur digembleng, baik secara intelektual dan rohani. Dengan tekun, pria murah senyum ini mengikuti seluruh program. Dalam perjalanannya, bukan jadi pastur, Arnold malah memilih keluar. Apa alasannya?

Baca Juga

Tangis Perempuan Guangzhou: Ketika Pasar Jodoh China jadi Cermin Krisis Sosial
Dari Ateis jadi Muslim: Perjalanan Simon Wallgren Menemukan Cahaya Islam
Ketika Penghuni Muslim Terancam Ulah Tetangga
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
Karena Politik Penjaga Sapi, Peternak Menangis Pasar Sepi

Arnold mengakui, dulu ia punya pandangan negatif terhadap Islam. “Islam di mata kami itu radikal, miskin, tak mau menolong. Pokoknya hal-hal yang buruk,” jelas Arnold. Bagaimana pandangan seperti itu bisa terbentuk?

Setelah keluar dari biara, Arnold tinggal indikos di Yogya. Nah, setelah bersentuhan langsung dengan masyarakat Muslim di sekitar indikosnya, pandangan Arnold terhadap Islam berubah. Apa yang terjadi?

Namun, sebagai anak kos ia mengalami kesulitan besar saar Ramadhan. Tak ada warung makan bukan di sekitarnya. Karena itu siang itu ia berniat numpang makan di otangtua angkatnya. Dalam perjalanannya ia menemukan warung kecil buka. “Saya kira penjualnya non Muslim, ternyata dia muslim,” katanya. Meski buka warung, ibu penjaga warung ini tetap berpuasa. Arnold lantas bertanya, “Ibu kan berpuasa, jika kemudian melayani saya makan apakah puasa ibu tidak tengganggu?” Jawaban si ibu sungguh mengesankan Arnold. Apakah lantara itu Arnold kemudian masuk Islam?

Semua jawabannya ada di sini

https://www.youtube.com/watch?v=qCteC6UoAhQ
Redaktur: Bambang S
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Headlinekisah mualafmasuk islamMualaf Masuk Islam
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Chiang Mai Andalan Wisata Thailand Kota Paling Kotor Udaranya di Dunia
Tulisan selanjutnya Bandara Istanbul Uji Coba Anjing Terapi Pelipur Lara

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Dua Anggota Garda Revolusi Iran Ditembak Mati dekat Kurdistan

Berita
30 Juni 2026 19:51
Membangun Peradaban dari Rumah: Ketahanan Keluarga sebagai Jalan Kebangkitan Umat
Ngaku Bisa Terbang, Pendeta Hindu di India Tewas Usai Terjatuh dari Bukit
Kloter Terakhir Jamaah Indonesia Tiba di Tanah Air, Operasional Haji 2026 Berakhir
Zionis ‘Israel’ Habiskan Hampir Rp3.673 Triliun untuk Perang sejak 7 Oktober

Terbaru

  • Kloter Terakhir Jamaah Indonesia Tiba di Tanah Air, Operasional Haji 2026 Berakhir
  • Hamas Berharap Pasukan Internasional Jadi Penghalang Pelanggaran ‘Israel’ di Gaza
  • Aksi-Aksi Suporter Bola Dukung Palestina di Piala Dunia 2026
  • Akui Gagal Gulingkan Hamas, Netanyahu Siapkan “Migrasi Sukarela” bagi Penduduk Gaza
  • Rusia Sempat Dituduh, Pipa Gas Nord Stream Ternyata Disabotase Tentara Ukraina
  • Helikopter Mendarat Darurat di Laut Arab Satu Tentara Amerika Hilang
  • Membangun Peradaban dari Rumah: Ketahanan Keluarga sebagai Jalan Kebangkitan Umat
  • Ketika Ilmu Pengetahuan Berpihak pada Kuasa, Bukan Kebenaran
  • MUI Perjuangkan Akses Hunian Layak bagi Dai dan Guru Ngaji
  • Tangis Perempuan Guangzhou: Ketika Pasar Jodoh China jadi Cermin Krisis Sosial

Mungkin Anda Juga Suka

Feature

Niat Ajak Teman Kembali Kristen, Pemuda Ini Justru Temukan Hidayah dan Masuk Islam

30 April 2026 14:00
Feature

Jawad Pulang dengan Luka Siksaan ‘Israel’

26 Maret 2026 07:50
Feature

Dapur Tak Pernah Padam: 224 Tahun Memberi Makan Fakir dan Musafir

20 Maret 2026 10:00
Feature

Buka Bersama di Dam Square: Tikar Persaudaraan di Jantung Amsterdam

15 Maret 2026 16:19
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?