Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Bangladesh Jadi Negara Paling Berpolusi Udara 2023

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 20 Maret 2024 23:04 11:04 pm
Nashirul Haq
Dipublikasikan 21 Maret 2024 03:00
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com – Bangladesh menjadi negara dengan kualitas udara terburuk di dunia pada tahun 2023, disusul Pakistan lalu India.

Daftar isi
  • Tidak ada pengawasan kualitas udara publik
  • Indonesia di peringkat berapa?
          • Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Konsentrasi rata-rata PM2.5 – partikel kecil di udara yang dapat merusak paru-paru – mencapai 79,9 mikrogram per meter kubik di Bangladesh pada tahun 2023, dan 73,7 mikrogram di Pakistan. WHO merekomendasikan tidak lebih dari 5 mikrogram.

“Karena kondisi iklim dan geografi (di Asia Selatan), Anda mendapatkan konsentrasi PM2.5 yang meroket karena polusi tidak memiliki tempat untuk pergi,” kata Christi Chester Schroeder, manajer sains kualitas udara di IQAir, sebuah organisasi pemantau udara di Swiss.

“Selain itu, ada juga faktor-faktor seperti praktik pertanian, industri, dan kepadatan penduduk,” tambahnya. “Sayangnya, ini benar-benar terlihat akan menjadi lebih buruk sebelum menjadi lebih baik.”

Pada tahun 2022, Bangladesh menduduki peringkat kelima sebagai negara dengan kualitas udara terburuk, dan India di peringkat kedelapan.

Baca Juga

Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Sekitar 20 persen kematian dini di Bangladesh disebabkan oleh polusi udara, dan biaya perawatan kesehatan terkait mencapai 4-5 persen dari PDB negara tersebut, kata Md Firoz Khan, seorang ahli polusi udara di North South University, Dhaka.

Polusi India juga meningkat tahun lalu, dengan tingkat PM2.5 sekitar 11 kali lebih tinggi dari standar WHO. New Delhi merupakan ibu kota India dengan tingkat polusi terburuk, yaitu 92,7 mikrogram.

Tidak ada pengawasan kualitas udara publik

Tiongkok juga mengalami kenaikan PM2.5 sebesar 6,3 persen menjadi 32,5 mikrogram tahun lalu, setelah lima kali penurunan tahunan berturut-turut.

Hanya Australia, Estonia, Finlandia, Grenada, Islandia, Mauritius, dan Selandia Baru yang memenuhi standar WHO pada tahun 2023.

Laporan IQAir didasarkan pada data dari lebih dari 30.000 stasiun pemantauan di 134 negara dan wilayah.

Chad, negara paling tercemar di dunia pada tahun 2022, dikeluarkan dari daftar tahun 2023 karena masalah data. Iran dan Sudan juga dikeluarkan dari daftar 2023.

Christa Hasenkopf, direktur Indeks Kehidupan Kualitas Udara di Institut Kebijakan Energi Universitas Chicago, mengatakan bahwa 39 persen negara tidak memiliki pemantauan kualitas udara publik.

“Mengingat potensi manfaat yang besar dan biaya yang relatif rendah, sungguh mengejutkan bahwa kita tidak memiliki upaya global yang terorganisir untuk mengerahkan sumber daya untuk menutup kesenjangan data ini, terutama di tempat-tempat di mana beban kesehatan akibat polusi udara menjadi yang terbesar,” ujarnya.

Indonesia di peringkat berapa?

Berdasarkan ranking IQAir tentang negara dengan kualitas udara terburuk 2023, Indonesia berada di posisi ke-14. Sepanjkang tahun tersebut, konsentrasi PM2,5 Indonesia rata-rata berada di angka 37,1 µg/m3.

“Konsentrasi PM2.5 rata-rata 2023 di Indonesia: 7,4 kali lipat dari nilai pedoman kualitas udara tahunan WHO,” tulis IQAir dalam laman resminya, Selasa (19/03).

Tingkat tersebut lebih buruk dibanding tahun sebelumnya yakni tahun 2022 (30,4 µg/m3) dan 2021 (34,3 µg/m3). Namun, kadar PM2,5 rata-rata tahun lalu itu masih lebih baik dibanding tahun 2020 (40,7 µg/m3) dan 2019 (51,7 µg/m3).*

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Bangladeshpolusi udara
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Polisi Menangkap ‘Nabi’ Tebingtinggi yang Mengaku Diutus Membubarkan Islam
Tulisan selanjutnya Negara Paling Bahagia, Finlandia, Indonesia, World Happiness Report, 2024, Headline, Generasi Muda di Barat Semakin Tidak Bahagia Menurut Laporan Kebahagiaan Dunia

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei

Berita
30 Mei 2026 10:11
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

3 Juni 2026 06:00
Berita

Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

2 Juni 2026 21:41
Berita

Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

2 Juni 2026 19:00
Berita

Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar

2 Juni 2026 18:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?