Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Presiden Serbia akan Menghidupkan Wajib Militer

Ama Farah
Terakhir diupdate: 15 September 2024 16:43 4:43 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 15 September 2024 16:43
Bagikan
Serbia
Bagikan

Hidayatullah.com– Presiden Serbia Aleksandar Vucic, hari Sabtu (14/9/2024), mengumumkan bahwa dia telah menandatangani persetujuan untuk menghidupkan kembali wajib militer di negaranya, yang dihapus pada tahun 2011.

Wajib militer itu akan berlangsung selama 75 hari, kata Vucic di hadapan kadet yang mendapatkan promosi dalam seremoni yang digelar di Akademi Militer negara itu.

Serbia menghapus wajib militer 23 tahun silam, mengandalkan tugas pertahanan negaranya kepada tentara profesional.

“Saya harap kalian semua mengerti betapa negara kita membutuhkan tentara yang kuat, betapa kita perlu membeli dan memproduksi lebih banyak senjata,” katanya kepada para hadirin, seperti dilansir DW.

“Kita tidak ingin menyerang siapa pun. Kita juga tidak akan melakukannya. Namun, kita ingin menghalau mereka yang terus mengancam negara kita dengan kekejaman setiap hari,” imbuhnya.

Baca Juga

Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas

Vucic tidak menjelaskan lebih lanjut pihak-pihak mana yang dianggapnya mengancam keamanan Serbia.

Kebijakan wajib militer harus mendapatkan persetujuan baik dari pihak pemerintah (eksekutif) maupun parlemen (legislatif). Beruntung partai pimpinan Vucic saat ini menguasai parlemen, sehingga usulan tersebut kemungkinan besar akan disetujui.

Vucic belum lama ini mengatakan bahwa pemerintah sedang mempertimbangkan pemberlakuan dinas wajib militer yang berlangsung selama 60 ditambah 15 hari. Wajib militer itu merupakan keharusan bagi kaum pria, sementara kaum wanita dapat ambil bagian secara sukarela, katanya. 

Presiden Vucic sering dikecam oleh kelompok-kelompok peduli hak asasi manusia karena cenderung bersikap otoriter selama berada di puncak kekuasaan politik Serbia.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:serbiawajib militer
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya KSrelief Salurkan Bantuan di Sudan, Yaman dan Libanon
Tulisan selanjutnya Belum Sepekan Terpilih PM Yordania Khasawneh Mundur

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB

Berita
31 Mei 2026 19:39
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Terbaru

  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

4 Juni 2026 11:00
Berita

Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

4 Juni 2026 10:00
Berita

Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

4 Juni 2026 09:00
Berita

Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

4 Juni 2026 08:06
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?