Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Pengadilan Thailand Batalkan Dakwaan “Genosida Tak Bai”, Para Jenderal Bebas Melenggang

Ahmad
Terakhir diupdate: 1 November 2024 11:08 11:08 am
Ahmad
Dipublikasikan 1 November 2024 11:07
Bagikan
Keluarga korban memegang tanda di depan kuburan massal korban insiden Oktober 2004 yang dikenal sebagai "pembantaian Tak Bai", menyerukan keadilan di pemakaman di provinsi Narathiwat selatan Thailand pada 25 Oktober 2024/Foto: Human Right
Bagikan

Hidayatullah.com—Pengadilan Thailand membatalkan dakwaan pembunuhan 85 orang Muslim terhadap tujuh perwira militer, termasuk seorang mantan jenderal dan perwira senior militer, sehingga mengakhiri harapan bagi kerabat dan penyintas untuk menuntut keadilan.

Tuduhan dalam kasus ini dibatalkan oleh pengadilan di provinsi selatan Narathiwat kemarin, setelah batas waktu 20 tahun untuk kasus ‘pembantaian Tak Bai’ berakhir pada hari Jumat lalu, kutip AFP.

Pengadilan Narathiwat dalam pernyataannya kemarin mengatakan kasus tersebut dibatalkan dan tidak dapat dibuka kembali karena semua terdakwa belum pernah ditangkap dan dibawa ke pengadilan sebelumnya.

Pada tanggal 25 Oktober 2004, pasukan keamanan dilaporkan menembaki pengunjuk rasa di luar kantor polisi di kota Tak Bai, Narathiwat, menewaskan tujuh korban.

Tujuh perwira termasuk mantan perwira senior angkatan darat dimasukkan ke dalam daftar orang yang dicari, namun mereka menghindari penangkapan hingga batas waktunya habis.

Baca Juga

Masjidil Aqsha Terus Diserbu Pemukim, Ulama Palestina Serukan ‘Jumat Kemarahan’
Menteri Ekstremis ‘Israel’ Pimpin Gerombolan Pemukim Yahudi Serbu Masjid Ibrahimi
MUI: Wajib Halal Oktober 2026 Bagian dari Pemenuhan Hak Masyarakat
LPPOM Dorong Restoran Terbuka soal Status Halal Setiap Outlet
Jurnalis Ini Dipenjara Usai Kritik Menteri India soal Pembongkaran Masjid

Meski beberapa permintaan maaf telah disampaikan pemerintah, selain pemberian santunan kepada keluarga korban pada tahun 2012, hingga Agustus lalu belum ada tuntutan yang diajukan.

Peristiwa tersebut menjadi simbol kekebalan aparat di wilayah selatan Thailand yang mayoritas penduduknya beragama Islam dan konflik antara pasukan pemerintah dan pemberontak separatis telah berlangsung selama beberapa tahun.

Konflik tersebut telah merenggut lebih dari 7.000 nyawa sejak Januari 2004 dan terdapat berbagai tuduhan penyalahgunaan kekuasaan oleh pasukan keamanan Thailand.

Namun, tidak satu pun dari mereka yang pernah dipenjara karena pembunuhan di luar proses hukum atau penyiksaan di provinsi tersebut.

Para ahli waris dan penyintas mengadakan upacara peringatan 20 tahun tragedi tersebut pada Jumat lalu, dengan tujuan untuk menuntut keadilan.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:militer ThailandMuslim ThailandPembantaian Tak BaiPengadilan ThailandTak Baithailand
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Khutbah Jumat: Kemuliaan dan Keagungan Ibadah Sosial dalam Islam
Tulisan selanjutnya Banyak Pemicu Kekerasan, Sri Sultan Minta Bupati dan Wali Kota Atur Peredaran Miras

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Ubah Tradisi, Rektor UNIDA Gontor Ajak Dosen Jadi Magnet Keilmuan Mahasiswa karena Kepakarannya

Berita
29 September 2026 20:51
Lewat MIHAS, Malaysia Bidik Penguatan Jejaring Halal Dunia
Arab Saudi Bantah Pejabat Iraq Perihal Pembelian 25 Tanker Minyak dan Dampaknya
Keadilan dan Kemanusiaan di Balik Jeruji Besi
Presiden Brazil Teken Larangan Judi Online

Terbaru

  • Masjidil Aqsha Terus Diserbu Pemukim, Ulama Palestina Serukan ‘Jumat Kemarahan’
  • Menteri Ekstremis ‘Israel’ Pimpin Gerombolan Pemukim Yahudi Serbu Masjid Ibrahimi
  • MUI: Wajib Halal Oktober 2026 Bagian dari Pemenuhan Hak Masyarakat
  • LPPOM Dorong Restoran Terbuka soal Status Halal Setiap Outlet
  • Jurnalis Ini Dipenjara Usai Kritik Menteri India soal Pembongkaran Masjid
  • Bertemu tim ‘Israel’, Pemain Catur Terbaik Australia Pilih Boikot
  • Sebut Netanyahu Penjahat Perang, Tapi Qatar Tetap Pilih Mediasi
  • Intelijen Inggris Peringatkan Akademisi Supaya Putuskan Hubungan dengan Institusi China
  • Pentagon Bilang Pasukan Amerika Serikat dan Sekutunya Resmi Mengakhiri Misi di Iraq
  • Pilot Flydubai Berkelahi Saat Terbang Menuju Tel Aviv, Pesawat Mendarat Darurat di Tabuk Arab Saudi

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Bertemu tim ‘Israel’, Pemain Catur Terbaik Australia Pilih Boikot

1 Oktober 2026 14:54
Perdana Menteri Qatar Al-Thani
Berita

Sebut Netanyahu Penjahat Perang, Tapi Qatar Tetap Pilih Mediasi

1 Oktober 2026 12:29
Berita

Intelijen Inggris Peringatkan Akademisi Supaya Putuskan Hubungan dengan Institusi China

1 Oktober 2026 06:53
Berita

Pentagon Bilang Pasukan Amerika Serikat dan Sekutunya Resmi Mengakhiri Misi di Iraq

30 September 2026 21:34
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?