Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Populasi China Menyusut 51 Juta Pada Dekade Mendatang

Ama Farah
Terakhir diupdate: 18 November 2024 19:05 7:05 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 18 November 2024 19:05
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Populasi China diperkirakan akan menyusut 51 juta – lebih banyak dari penduduk California – pada dekade mendatang disebabkan angka kelahiran masih rendah, menurut Bloomberg Intelligence.

Pada 2035, populasi China diperkirakan menurun menjadi 1,36 miliar, level yang belum pernah terjadi sejak 2012, memyusut dari puncaknya 1,41 miliar pada 2021. Demikian menurut estimasi Ada Li, seorang analis industri senior di Bloomberg Intelligence.

Kemungkinan ada lonjakan sementara angka kelahiran pada 2024 karena Tahun Naga menurut budaya China dianggap tahun yang tepat untuk memiliki anak. Di tahun-tahun sebelumnya pernah ada lonjakan angka kelahiran tetapi sejenak saja, dan tahun ini kemungkinan seperti itu pula, terlebih angka perkawinan juga rendah, papar Li seperti dilansir Bloomberg Senin (18/11/2024).

Dalam kurun waktu 20 tahun, angka kematian diperkirakan akan menjadi dua kali lipat angka kelahiran. Rasio ketergantungan penduduk usia lanjut dapat mencapai 52 persen. Hal ini berarti hanya akan ada dua orang usia produktif untuk setiap orang berusia di atas 65 tahun.

Jumlah angkatan kerja yang menyusut dan populasi lansia yang bertambah meningkatkan tekanan pada ekonomi, sistem pensiun, dan infrastruktur perawatan kesehatan suatu negara.

Baca Juga

‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Oleh karena itu, Beijing secara radikal mengubah kebijakan kepemilikan anak dengan menghapus aturan satu anak satu keluarga pada 2016, menggantinya dengan kebijakan dua anak, dan kemudian mengubahnya menjadi tiga anak pada 2021.

Otoritas daerah di semua penjuru China memberikan berbagai insentif, termasuk uang tunai untuk keluarga, perpanjangan cuti hamil dan cuti ayah. Bahkan dilakukan upaya menghubungi perempuan secara langsung untuk membahas masalah kesuburan (kepemilikan anak), menurut beberapa sumber.

Perserikatan Bangsa-Bangsa memperkirakan populasi China bisa berkurang menjadi setengah dari populasi saat ini pada tahun 2100. Kebijakan satu anak yang diberlakukan selama berpuluh-puluh tahun, biaya hidup yang semakin mahal dan perubahan norma sosial diyakini merupakan beberapa faktor yang membuat wanita China memiliki sedikit anak.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pernyataan Resmi Hamas Tidak Benar Kantor Hamas Pindah ke Turki
Tulisan selanjutnya Amerika Serikat dan Filipina Teken Kesepakatan Berbagi Informasi Militer

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

Berita
3 Juni 2026 13:00
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis

Terbaru

  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

3 Juni 2026 13:30
Berita

Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

3 Juni 2026 12:30
Berita

MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

3 Juni 2026 12:08
Berita

Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

3 Juni 2026 09:20
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?