Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Perang Ukraina Sebabkan Rusia Tak Bisa Bantu Rezim Assad

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 2 Desember 2024 00:47 12:47 am
Nashirul Haq
Dipublikasikan 2 Desember 2024 08:00
Bagikan
Oposisi Suriah
Bagikan

Hidayatullah.com – Rezim Bashar Al-Assad kesulitan melawan serangan dari oposisi Suriah akibat tidak adanya bantuan dari pasukan militer Rusia yang terperangkap perang di Ukraina, menurut sumber keamanan Turki.

Awal pekan ini, para pejuang oposisi Suriah yang dipimpin oleh kelompok Hay’at Tahrir al-Sham (HTS) melancarkan serangan mendadak terhadap pasukan rezim Bashar al-Assad. Pasukan oposisi kemarin berhasil merebut kota Aleppo dalam sebuah pencapaian yang mengejutkan banyak pihak.

Ini adalah operasi langsung dan berskala besar pertama yang dilakukan oleh kelompok oposisi dalam lebih dari empat tahun – sebuah periode di mana mereka terperangkap di provinsi barat laut dan bagian utara provinsi Aleppo.

Serangan ini juga menarik perhatian Rusia, salah satu sekutu utama Assad yang telah memberikan bantuan militer kepada rezim dalam merebut kembali sebagian besar wilayahnya selama satu dekade terakhir.

Namun, bukannya terlibat langsung secara militer, Moskow mengabaikan Damaskus dengan juru bicara Kremlin Dmitry Peskov menyatakan pada Jumat bahwa pemerintah Rusia memandang serangan pemberontak sebagai pelanggaran terhadap kedaulatan Suriah dan bahwa mereka mengharapkan pasukan Suriah untuk memulihkan ketertiban sesegera mungkin.

Baca Juga

Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Ini adalah sebuah pernyataan oleh banyak pihak anggap sebagai sikap Rusia untuk membiarkan rezim tersebut berjuang sendiri.

Alasannya adalah fakta bahwa pasukan Rusia masih terperangkap di Ukraina, dengan sebagian besar militer dan angkatan udara Rusia telah dikerahkan untuk berperang atau telah habis dalam invasi mereka ke negara Eropa Timur yang berlangsung sejak Februari 2022.

Middle East Eye mengutip sumber keamanan Turki yang tidak disebutkan namanya mengkonfirmasi bahwa Rusia telah lamban dalam menanggapi serangan pemberontak Suriah, tepatnya karena sebagian besar pasukan militer udaranya telah dipindahkan ke Ukraina.

Akibatnya, Rusia meninggalkan pasukan yang jauh lebih kecil di Suriah, sehingga tidak cukup untuk melawan operasi tersebut. Meskipun angkatan udara Rusia memang menargetkan beberapa lokasi di Idlib dan daerah lain di barat laut Suriah dalam beberapa hari terakhir, upaya tersebut terbukti tidak efektif dalam menghentikan atau membatasi serangan pemberontak.

Media tersebut juga mengutip Omer Ozkizilcik, seorang rekan senior di Atlantic Council, yang mengatakan bahwa “Rusia bukanlah pengamat, tetapi kita mungkin menyaksikan batas-batas militer Rusia”, dengan kinerja bantuan udara Rusia minggu ini yang mengindikasikan “bahwa sebagian besar kemampuan angkatan udaranya telah dikerahkan ke Ukraina”.

Menyoroti citra satelit dari pangkalan udara Hmeimim Rusia di provinsi Latakia, Suriah, yang menunjukkan penurunan signifikan dalam kehadiran angkatan udaranya dibandingkan dengan tahun 2019, Ozkizilcik mengungkapkan bahwa “laporan dari sumber-sumber lokal mengenai aktivitas udara menunjukkan bahwa Rusia terutama menggunakan model jet tempur yang lebih tua”.*

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Bashar al-AssadKonflik Suriahrusia
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Trump Ancam Tarif 100 Persen Jika BRICS Tinggalkan Dolar AS
Tulisan selanjutnya MUI akan Buka Kantor Perwakilan Luar Negeri Pertama di Malaysia

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda

Berita
14 Juli 2026 21:00
Indonesia Prioritaskan Promosi Produk Halal Lewat HEI 2026
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital
Iran Lancarkan Serangan Balasan ke Pangkalan Militer AS di Timur Tengah, Ketegangan Regional Memanas

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf

18 Juli 2026 09:30
Berita

Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya

17 Juli 2026 15:23
Berita

Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak

17 Juli 2026 14:04
Berita

Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

15 Juli 2026 21:36
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?