Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Kasus Anak Membunuh Keluarga, Psikolog: Perilaku Tidak Datang Tiba-Tiba

Ahmad
Terakhir diupdate: 13 Desember 2024 10:46 10:46 am
Ahmad
Dipublikasikan 13 Desember 2024 10:43
Bagikan
Hudaniah, S.Psi., M.Si Dosen Program Studi Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM)
Bagikan

Hidayatullah.com—Perilaku melanggar hukum pada anak tidak muncul secara tiba-tiba. Biasanya, ada tanda-tanda yang mendahului, seperti perubahan perilaku menjadi lebih pendiam atau mudah tersinggung.

Pernyataan ini disampaikan dosen Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Hudaniah, S.Psi., M.Si., menanggapi kisah tragis seorang anak yang membunuh ayah dan neneknya.

Hudaniah juga menekankan pentingnya pola asuh dan faktor sosial dalam membentuk perilaku anak. “Anak belajar dari lingkungan terdekatnya, terutama orang tua tentang bagaimana cara mengatasi masalah. Ketika tidak ada contoh positif, mereka mungkin mencari referensi dari media sosial atau lingkungan lain yang tidak selalu konstruktif,” tuturnya.

Pengalaman traumatis atau tekanan yang tidak terselesaikan di masa lalu juga dapat memicu perilaku negatif pada anak. Pengalaman-pengalaman ini jika tidak diatasi atau dikomunikasikan bisa menjadi tekanan yang berat bagi anak.

Untuk menangani kasus seperti ini, Hudaniah menegaskan pentingnya pendekatan integratif. Penanganan tidak hanya fokus pada pelaku, tetapi juga melibatkan keluarga dan lingkungan sosialnya.

Baca Juga

Aliansi Aktivis dan Umat Muslim Tasikmalaya Desak Polisi Proses Hukum Penghina Sahabat Nabi
Tak Hanyut Oleh Banjir: Asa Santri Aceh Tamiang Tetap Menyala
Tradisi Membaca sebagai Penguat Halaqoh
Prosesi Pemakaman Ayatullah Ali Khamenei Dimulai 4 Juli
UEA Bantah Laporan Transfer $3 Miliar ke Iran

“Pendekatan integratif mencakup terapi psikologis, dukungan sosial, hingga intervensi medis jika diperlukan. Misalnya, jika ditemukan gangguan neurologis, maka terapi farmakologis bisa menjadi salah satu solusi,” jelasnya.

Seperti diketahui, beberapa waktu lalu ada musibah mengerikan, dimana seorang anak membunuh ayah dan neneknya sementara sang ibu dalam kondisi kritis.

Peristiwa ini memunculkan pertanyaan besar tentang apa yang mendorong tindakan tersebut.

Hudaniah mengatakan bahwa dari informasi media, pelaku sempat mengaku mendengar suara-suara yang disebut sebagai halusinasi auditori. Namun, hal ini belum cukup untuk memastikan adanya gangguan psikologis tertentu.

“Untuk mendiagnosa seseorang mengalami gangguan psikologis, asesmen mendalam sangat diperlukan. Kita tidak bisa hanya mengandalkan pernyataan media atau pengakuan sepihak, apalagi diagnosa halusinasi memerlukan konfirmasi lebih lanjut oleh ahli melalui wawancara dan pengujian,” ungkapnya dikutip laman UMM.

Ia juga mengungkapkan bahwa pelaku memiliki riwayat kunjungan ke psikiater sebanyak empat kali atas inisiatif ibunya. Selain itu, pelaku disebut mengalami insomnia yang berkepanjangan.

“Sulit tidur bisa menjadi salah satu pemicu tekanan psikologis, namun perlu ditekankan lagi bahwa tindakan ekstrem seperti pembunuhan tidak hanya disebabkan oleh satu faktor saja, tapi bisa dipengaruhi oleh bagaimana mereka belajar menghadapi tekanan dari lingkungan sosial terutama dengan keluarga. Pada umumnya, perilaku seperti ini merupakan hasil dari akumulasi berbagai tekanan,” jelasnya.

Menurutnya, ini pentingnya peran lembaga sosial dan pemerintah dalam memberikan layanan pendampingan kepada keluarga yang mengalami tekanan.

Layanan seperti konseling di puskesmas atau komunitas pendukung dapat membantu keluarga menghadapi masalah secara lebih positif.

Hudaniah berharap tragedi serupa tidak terulang. Ia mendorong semua pihak mulai dari keluarga hingga pemerintah, untuk memperkuat sistem pendukung bagi anak dan keluarga.

“Masalah seperti ini tidak bisa diselesaikan secara parsial. Diperlukan pendekatan dari berbagai aspek, mulai dari keluarga, komunitas, hingga kebijakan pemerintah. Dengan begitu, kita bisa mengatasi persoalan secara menyeluruh dan mencegah peristiwa serupa terjadi lagi,” tutupnya.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:anak melanggar hukumanak membunuh ayahperilaku melanggar hukumpsikologiUMMuniversitas muhammadiyah malang
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Jasad Aktivis Suriah Mazen al-Hamada Ditemukan di Penjara Sednaya
Tulisan selanjutnya Jangan Putus Asa dari Rahmat Allah, Orang Salah Punya Kesempatan Berubah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Hikmah

Sikap Prof. H. M. Rasjidi terhadap Jabatan

Hikmah
13 Juni 2026 04:49
Pra Kongres Umat Islam VIII, MUI Gelar Halaqah Nasional Bahas Pesantren Aman dan Ramah Anak
Persidangan Kasus Rodrigo Duterte di ICC Bisa Melibatkan 1.000 Korban
Prosesi Pemakaman Ayatullah Ali Khamenei Dimulai 4 Juli
Bersama DPR-DPD RI, MUI Gelar Hari Dialog Antar Peradaban Internasional, Dorong Perdamaian Global dari Indonesia

Terbaru

  • Aliansi Aktivis dan Umat Muslim Tasikmalaya Desak Polisi Proses Hukum Penghina Sahabat Nabi
  • Tak Hanyut Oleh Banjir: Asa Santri Aceh Tamiang Tetap Menyala
  • Tradisi Membaca sebagai Penguat Halaqoh
  • Jejak Langkah Wanita Pejuang: Nyonya Hafni Zahra Abu Hanifah
  • Prosesi Pemakaman Ayatullah Ali Khamenei Dimulai 4 Juli
  • UEA Bantah Laporan Transfer $3 Miliar ke Iran
  • Persidangan Kasus Rodrigo Duterte di ICC Bisa Melibatkan 1.000 Korban
  • Malaysia akan Putus Aliran Listrik dan Air Bangunan Ilegal Termasuk di Penampungan Rohingya
  • Kapalnya Ditembak Dekat Oman India Panggil Diplomat Amerika Serikat
  • Seorang Ibu Gugat OpenAI Terkait Kematian Putrinya Usai Curhat ke ChatGPT

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Malaysia akan Putus Aliran Listrik dan Air Bangunan Ilegal Termasuk di Penampungan Rohingya

13 Juni 2026 14:36
Berita

Kapalnya Ditembak Dekat Oman India Panggil Diplomat Amerika Serikat

13 Juni 2026 13:44
Berita

Seorang Ibu Gugat OpenAI Terkait Kematian Putrinya Usai Curhat ke ChatGPT

13 Juni 2026 11:14
Berita

Kelompok Hacker Terkait Iran Klaim Retas Drone FBI

13 Juni 2026 10:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?