Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Korea Selatan Mencatat Rekor Suhu Udara Terpanas 42,5 Derajat Celsius

Ama Farah
Terakhir diupdate: 2 Agustus 2026 16:43 4:43 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 2 Agustus 2026 16:43
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Korea Selatan mencatat suhu panas tertinggi sejak pencatatan mulai dilakukan lebih dari satu abad lalu pada hari Ahad (2/8/2026), sementara pihak berwenang memperingkatkan masyarakat untuk tidak melakukan kegiatan di luar ruangan di daerah-daerah terdampak.

Kota Yangsan di bagian tenggara mencatat suhu udara 42,5C apda pukul 1:26 siang (0426 GMT), kata Badan Meteorologi Korea di situs webnya seperti dilansir AFP.

Yangsan merupakan episentrum gelombang panas di Korea Selatan belakangan ini di mana temperatur melebihi 40C selama lima hari berturut-turut pada hari Ahad, sementara banyak kota lain termasuk Daegu dan Busan mengalami kenaikan suhu udara melebihi 30 derajat.

Orang berbondong-bondong ke pusat-pusat perbelanjaan atau kafe yang berpendingin udara untuk melepaskan diri dari sengatan panas, lapor jurnalis AFP di negeri ginseng itu.

Ju Dong-yeol, 27, mengungsi menghindari panas di sebuah kedai Starbucks di Seoul bersama kedua orangtuanya. “Terlalu panas untuk melakukan aktivitas apapun di luar,” ujarnya kepada AFP.

Baca Juga

pemberontak houthi
‘Israel’ Dikabarkan Bagikan Intelijen Terkait Houthi ke Arab Saudi
Kemenag Tunjuk Basnang Said sebagai Dirjen Pesantren
Al-Azhar Kecam Serangan ke Arab Saudi, Minta Semua Pihak Tahan Diri
Berkedok ‘Melindungi Alam’, Organisasi Lingkungan ‘Israel’ Desak Zionis Kuasai Cadangan Air Palestina
Tembak Jatuh Drone Houthi di Dekat Mekkah, Saudi Tegaskan Tanah Suci sebagai “Garis Merah”

Pada hari Ahad (2/8/2026), lebih dari daerah berstatus darurat gelombang panas, sebuah kategori baru yang ditambahkan tahun ini untuk menggambarkan perubahan suhu udara dengan lebih baik.

Dalam peringatan bahaya suhu udara panas, badan meteorologi itu mendesak warga untuk segera menghentikan semua kegiatan di luar ruangan, dan memperingatkan bahwa ruangan tertutup tanpa pendingin udara berbahaya.

“Segera berpindah ke tempat yang sejuk, seperti pusat-pusat pendinginan yang telah ditentukan atau area yang teduh, dan tetap terhidrasi saat beristirahat,” sarannya.

Data KMA data menunjukkan rata-rata jumlah hari gelombang panas di negara itu naik lebih dua kali lipat menjadi 19 pada kurun lima tahun terakhir, dari delapan pada era 1970-an.

Hari gelombang panas didefinisikan sebagai hari dengan suhu udara sedikitnya 33 derajat Celsius.

Kalangan ilmuwan memperingkatkan bahwa kejadian-kejadian dalam cuaca ekstrem seperti gelombang panas akan terjadi lebih sering dan intens akibat perubahan cuaca yang disebabkan oleh tindakan manusia.

Selain cuaca ekstrem, suhu udara panas tahun ini diperparah dengan kembalinya El Nino — sebuah fenomena iklim alami yang menghangatkan suhu permukaan Samudra Pasifik dan biasanya terjadi setiap dua sampai tujuh tahun sekali.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Singapura Tidak Membatasi Usia Pengguna Media Sosial, Tapi akan Menarget Fitur yang Berisiko Bagi Anak
Tulisan selanjutnya Di Tengah Tekanan Amerika Serikat, Chad Jadi Negara Kelima yang Keluar dari ICC

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Silver Economy, Cara Turki Hadapi Naiknya Populasi Lansia

Berita
10 September 2026 13:13
Penasihat Trump Khawatir Perang Iran Berlangsung Bertahun-tahun
Norwegia Ancam Penjara 3 Tahun bagi Perusahaan yang Berdagang dengan Permukiman Israel
Pengisi Utama Pro-Israel, Artis Portugal Berbondong-Bondong Tinggalkan Festival Lisbon
Berkedok ‘Melindungi Alam’, Organisasi Lingkungan ‘Israel’ Desak Zionis Kuasai Cadangan Air Palestina

Terbaru

  • ‘Israel’ Dikabarkan Bagikan Intelijen Terkait Houthi ke Arab Saudi
  • Kemenag Tunjuk Basnang Said sebagai Dirjen Pesantren
  • Al-Azhar Kecam Serangan ke Arab Saudi, Minta Semua Pihak Tahan Diri
  • Berkedok ‘Melindungi Alam’, Organisasi Lingkungan ‘Israel’ Desak Zionis Kuasai Cadangan Air Palestina
  • Tembak Jatuh Drone Houthi di Dekat Mekkah, Saudi Tegaskan Tanah Suci sebagai “Garis Merah”
  • Ulama Sunni Iran Dibunuh, Pihak Berwenang Sebut Pelaku “Tentara Bayaran Zionis”
  • Arab Saudi Keluarkan Peringatan Serangan Udara, Mekkah dan Jeddah Siaga
  • Kemenhaj Luncurkan Layanan Pengaduan Bongkar Mafia Haji dan Umrah
  • Ketahanan Keluarga Harus Dibangun dengan Akidah, Syariat, dan Akhlak
  • MUI Sebut Danantara Syariah Harus Jadi Kekuatan Ekonomi Riil Umat

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Ulama Sunni Iran Dibunuh, Pihak Berwenang Sebut Pelaku “Tentara Bayaran Zionis”

16 September 2026 10:29
Berita

Arab Saudi Keluarkan Peringatan Serangan Udara, Mekkah dan Jeddah Siaga

15 September 2026 21:07
Berita

Kemenhaj Luncurkan Layanan Pengaduan Bongkar Mafia Haji dan Umrah

15 September 2026 20:34
Berita

Ketahanan Keluarga Harus Dibangun dengan Akidah, Syariat, dan Akhlak

15 September 2026 20:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?