Hidayatullah.com—Gempa bumi berkekuatan sekitar 5,6–5,7 magnitudo mengguncang wilayah Mesir pada Senin (3/8/2026) dini hari. Getarannya dirasakan di sejumlah negara di kawasan Timur Tengah serta Mediterania Timur, termasuk Palestina, Yordania, Lebanon, Suriah, Arab Saudi, Siprus, bahkan dilaporkan terasa hingga sebagian wilayah Inggris.
Sejumlah media Arab melaporkan pusat gempa berada di sekitar 29 kilometer dari Kota Suez dan terjadi sekitar pukul 03.00 waktu Mesir, sebagaimana ditunjukkan oleh Android Earthquake Alerts System, kutip laman Youm7, Mesir.
Al Jazeera, mengutip German Research Centre for Geosciences (GFZ), melaporkan gempa tersebut berkekuatan 5,4 magnitudo dan berpusat di lepas pantai Mesir dengan kedalaman sekitar 10 kilometer. Kedalaman yang relatif dangkal membuat getaran dirasakan di berbagai wilayah Mesir dan negara-negara sekitarnya.
Sementara itu, Youm7, yang mengutip Android Earthquake Alerts System, melaporkan gempa berkekuatan sekitar 5,7 magnitudo dengan lokasi sekitar 29 kilometer dari Kota Suez pada pukul 03.00 waktu Mesir.
Perbedaan data magnitudo pada laporan awal merupakan hal yang lazim terjadi karena setiap lembaga menggunakan metode analisis yang berbeda sebelum hasil resmi diterbitkan.
Getaran berlangsung selama beberapa detik dan dirasakan oleh warga Kairo Raya serta sejumlah provinsi lainnya.
Seorang mahasiswa Al-Azhar asal Indonesia yang menetap di Kairo, Alif ZM, mengatakan getaran cukup kuat hingga membuat warga memilih keluar dari rumah sebagai langkah antisipasi.
“Tadi jam 3 dini hari kerasa, semua warga keluar rumah. Doakan nggak ada gempa susulan,” ujar Alif kepada hidayatullah.com.
Meski sempat menimbulkan kepanikan, para mahasiswa Indonesia ini memastikan situasi di Kairo telah kembali normal.
“Alhamdulillah sudah aman, insyaallah,” katanya.
Hingga laporan awal diterbitkan, belum ada informasi resmi mengenai korban jiwa maupun kerusakan bangunan.
Pusat Penelitian Astronomi dan Geofisika Mesir masih melakukan pemantauan untuk memastikan lokasi episentrum, kedalaman gempa, serta potensi dampak lanjutan. Sementara itu, sistem peringatan gempa Google menyebut informasi yang beredar masih bersifat awal sehingga masyarakat diminta menunggu konfirmasi resmi dari otoritas terkait.*/El Balad/Al Raees/Youm7




