Hidayatullah.com – Selama dua hari berturut-turut, Zionis ‘Israel’ melancarkan serangan brutal yang membunuh 30 warga Palestina di Jalur Gaza. Menurut Turki, serangan ini menunjukkan niat pemerintahan Benjamin Netanyahu untuk menyabotase upaya perdamaian.
“Satu-satunya tujuan Netanyahu adalah untuk mengusir warga Palestina dari tanah air mereka dan mencegah terwujudnya perdamaian dan stabilitas di kawasan tersebut,” kata Kementerian Luar Negeri, melansir TRT World pada Senin (08/03/2026).
Kemenlu Turki mendesak masyarakat internasional untuk mengambil langkah tegas dan kuat terhadap upaya jahat pemerintah Zionis.
“Sudah menjadi keharusan bagi komunitas internasional untuk mengambil sikap yang lebih tegas, konsisten, dan kuat terhadap pendekatan ekspansionis dan militeristik Netanyahu,” imbuhnya.
Penjajah ‘Israel’ Tingkatkan Serangan
Dua hari terakhir, Jalur Gaza menyaksikan kehancuran dan kematian akibat serangan penjajah ‘Israel’ di seluruh Gaza.
“Dua hari serangan di Gaza telah menewaskan warga sipil dan menghancurkan persediaan medis yang sangat dibutuhkan masyarakat,” tulis Mladenov di X.
Gelombang serangan terjadi setelah beredarnya kabar “upaya intensif” Dewan Perdamaian (BoP) dan mediator dari Turki, Mesir, Qatar dan AS untuk memastikan implementasi penuh rencana Gaza Presiden AS Donald Trump.
Serangan ‘Israel’ membunuh sedikitnya 19 warga Palestina, termasuk tiga anak dan seorang bayi yang belum lahir, dan melukai beberapa lainnya pada hari Ahad, dalam pelanggaran terbaru gencatan senjata yang berlaku sejak 10 Oktober 2025.
Serangan tersebut terjadi sehari setelah delapan warga Palestina syahid dan lainnya terluka pada hari Sabtu.*




