Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Pemimpin Yakuza Jepang Mengaku Memperdagangkan Material Nuklir dari Myanmar

Ama Farah
Terakhir diupdate: 9 Januari 2025 13:37 1:37 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 9 Januari 2025 13:37
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Otoritas Amerika Serikat mendakwa salah satu pemimpin Yakuza Jepang dalam kasus perdagangan material nuklir dari Myanmar yang diduga dipakai oleh Iran untuk pembuatan senjata nuklir.

Takeshi Ebisawa mengaku bersalah menyerahkan material nuklir yang bersumber dari Myanmar dan berusaha menjualnya untuk membiayai perdagangan senjata ilegal, kata pihak berwenang Amerika Serikat seperti dilansir AFP Kamis (9/1/2025).

Ebisawa dan seorang terdakwa lain pada bulan April 2022 dikenai dakwaan berkaitan dengan perdagangan narkoba dan pelanggaran berkaitan dengan senjata api. Namun, keduanya dikeluarkan dari tahanan dengan uang jaminan sambil menunggu proses persidangan kasusnya.

Dia kemudian dikenai dakwaan tambahan pada Februari 2024 berupa tuduhan konspirasi untuk memperdagangkan material nuklir dengan kualitas tinggi yang bisa dijadikan untuk senjata nuklir serta narkoba mematikan yang berasal dari Myanmar. Dia juga dituduh membeli persenjataan militer untuk kepentingan sebuah kelompok pemberontak di Myanmar yang tidak disebutkan namanya, kata pihak kejaksaan AS.

Persenjataan militer yang menjadi kesepakatan jual-beli itu termasuk misil dari permukaan ke udara, menurut berkas dakwaan.

Baca Juga

AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang

“Sebagaimana yang diakuinya di pengadilan federal hari ini, Takeshi Ebisawa dengan terang-terangan memperdagangkan material nuklir, termasuk plutonium tingkat senjata, dari Burma,” kata Edward Kim, penjabat sementara kepala kejaksaan AS, hari Rabu (8/1/2024).

“Pada saat yang sama, dia bekerja untuk mengirimkan heroin dan methamphetamine dalam jumlah besar ke Amerika Serikat untuk ditukar dengan persenjataan berat seperti misil permukaan ke udara untuk dipergunakan dalam pertempuran di Burma,” imbuhnya, dengan menyebut nama lain Myanmar.

Jaksa penuntut menuduh Ebisawa, 60, “terang-terangan” memindahkan material yang mengandung uranium dan plutonium tingkat senjata, berikut narkoba, dari Myanmar.

Sejak 2020, Ebisawa kepada seorang agen yang menyamar mengaku memiliki akses terhadap material nuklir berjumlah besar yang untuk dijual.Salah satu teman Ebisawa mengklaim bahwa mereka bisa mendapatkan lebih dari 2.000 kilogram Thorium-232 dan lebih dari 100 kilogram uranium U3O8 – merujuk pada senyawa uranium yang umum ditemukan dalam bubuk konsentrat uranium yang dikenal sebagai ‘yellowcake’.

Dalam sebuah operasi jebakan yang melibatkan sejumlah agen penyamaran, pihak berwenang Thailand membantu aparat Amerika Serikat menyita dua kemasan bubuk berwarna kuning yang disebut oleh terdakwa sebagai ‘yellowcake’.

Departemen Kehakiman AS kemudian mengkonfirmasi bahwa hasil pemeriksaan di laboratorium bahwa komposisi isotop plutonium ditemukan pada bubuk kuning sitaan tersebut. Plutonium tersebut, apabila diproduksi dalam jumlah yang mencukupi, bisa dipergunakan untuk membuat senjata nuklir.

Ebisawa terancam hukuman 20 tahun penjara untuk dakwaan memperdagangkan material nuklir lintasnegara.Pihak kejaksaan mengatakan persidangan untuk membacakan hukumannya akan digelar kemudian.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Amerika SerikatmyanmarnuklirYakuza
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Mantan Sandera Taliban asal Australia Timothy Weeks Meninggal Dunia di Kabul
Tulisan selanjutnya Hubungan Ulama Asy’ari dengan Ibnu Taimiyah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Sembunyikan Pisau di Kaos Kaki Pria Indonesia Terancam Hukuman Cambuk di Singapura

Berita
30 Agustus 2026 10:37
Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global
Genosida Rwanda: Pengadilan Belanda Penjarakan Seorang Tersangka Seumur Hidup
AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
UEA Bantah Laporan Serangan di Pangkalan Udara Al Minhad

Terbaru

  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing

2 September 2026 15:07
Berita

Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia

1 September 2026 12:00
Berita

Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya

1 September 2026 09:01
Berita

Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya

31 Agustus 2026 22:46
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?