Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Hampa dengan Dunia Glamor, Mantan Penyanyi Restoran Ini Temukan Kedamaian dalam Islam  

Ahmad
Terakhir diupdate: 23 Februari 2025 21:32 9:32 pm
Ahmad
Dipublikasikan 23 Februari 2025 21:31
Bagikan
Tan Mei Paik saat melafalkan dua kalimat syahadat dipimpin oleh Che Siti Nuraisyah Che Suhaimi (UM)
Bagikan

Hidayatullah.com—Perasaan haru dirasakan Tan Mei Paik saat melafalkan dua kalimat syahadat dipimpin oleh Che Siti Nuraisyah Che Suhaimi disaksikan oleh Zolkifly Md. Biasa di Masjid Permatang Janggus, Permatang Pauh, Penang.

“Semua itu ketika aku masih muda, saat aku menjadi penyanyi di sebuah restoran dengan tepuk tangan dari penonton,” kata Tan Mei mengenang.

Namun seiring bertambahnya usia, semua itu sirna, seakan-akan hidupnya sendiri, tutur Tan Mei Paik mengawali perbincangan.

Di usianya yang kini menginjak 51 tahun, wanita ini mengambil keputusan besar dalam hidupnya untuk berhijrah secara sukarela dengan mengucapkan dua kalimat syahadat.

Keinginan tersebut muncul setelah melihat teman-teman mualafnya menjalani kehidupan yang lebih tenteram dan damai setelah memeluk Islam.

Baca Juga

Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK
PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta

“Akhir-akhir ini aku bertanya-tanya sampai kapan hidupku akan terus seperti ini. Sekarang, aku tidak punya siapa-siapa lagi. Ibu dan Ayah sudah lama meninggal,: ujarnya dikutip Utusan Melayu.

“Setelah bertemu dengan seorang teman yang telah masuk Islam, saya pun tertarik untuk beribadah dan memeluk Islam karena kehidupan teman saya begitu damai,” ungkapnya.

Mei Paik yang berdomisili di Bukit Mertajam membacakan syahadat yang dipimpin oleh salah seorang anggota Ikatan Infaq Kesejahteraan Takaful Rumah Tangga (IKUT) Penang yang juga seorang guru, Che Siti Nuraisyah Che Suhaimi.

Upacara syahadat di Masjid Permatang Janggus dekat sini juga disaksikan oleh Pelindung IKUT, Zolkifly Md. Lazim dan beberapa jemaah usai shalat Jumat.

Berbagi kisah, Mei Pak menuturkan sejak usia 18 tahun, dirinya sudah menikah. Akan tetapi pernikahannya tidak bertahan lama dan dia kemudian menikah untuk kedua kalinya.

“Saya memulai karier saya sebagai penyanyi di sebuah restoran sejak lama dan menikah pada usia 18 tahun. Selain itu, saya pernah bekerja di sebuah toko minuman keras,” ujarnya.

“Saya juga sudah menikah untuk kedua kalinya. Dari kedua pernikahan itu, saya dikaruniai dua orang putra yang berusia 30 dan 21 tahun,” katanya.

Meyakini Islam

Sebelum mengucapkan syahadat, Che Siti Nuraisyah juga menjelaskan kepada Mei Paik tentang Islam termasuk Rukun Islam dan Rukun Iman dalam bahasa Mandarin.

Terkait kehidupanya setelah ini, Mei Pak berdoa agar akhir hayatnya lebih baik dan selamat. Ia mengatakan bahwa dunia glamor sebelumnya tidak akan bertahan selamanya.

“Saya yakin bahwa Islam akan melindungi dan menyelamatkan saya di dunia ini dan akhirat,” katanya.

Mei Paik pun mengungkapkan rasa bahagianya saat mengetahui banyak sahabatnya di kalangan Muslim yang bersedia memberikan tuntunan tentang Islam.

“Departemen Agama Islam negara bagian juga siap membantu dan membimbing saya,” ujarnya.

“Saya juga bersemangat untuk berpuasa di bulan Ramadhan bulan depan,” katanya.

Mengenang masa lalunya, Mei Paik mengaku banyak sekali pengalaman yang didapatnya saat sudah menikah dan menjadi penyanyi di sebuah restoran.

Namun, semuanya dianggap sebagai pengalaman berharga dalam kamus hidupnya.

“Semua pengalaman itu mengajarkan saya arti hidup yang sebenarnya. Waktu kecil, hidup itu indah karena banyak teman di sekitar kita, tapi setelah dewasa, kita baru sadar bahwa hidup itu glamor,” ungkapnya.*  

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:damaiglamormasuk islamMei Paikmemeluk IslamMinuman kerasrestoran
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Arab Saudi Larang Siaran Langsung Shalat Tarawih
Tulisan selanjutnya Ditemukan Sebanyak 61 Kasus HIV di Batam Awal tahun 2025

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Presiden Iran: Jangan Biarkan Wilayah Negara Muslim Dipakai Menyerang Sesama

Berita
28 Agustus 2026 09:20
STAI Al Bayan Gelar Wisuda Angkatan II, Ketum DPP Hidayatullah Pesankan Alumni Kuatkan Takwa Hadapi Tantangan Zaman
Genosida Rwanda: Pengadilan Belanda Penjarakan Seorang Tersangka Seumur Hidup
Nyamuk Datang Naik Pesawat Dua Pekerja Bandara Jerman Meninggal Karena Malaria
‘Israel’ Persenjatai Geng Kriminal untuk Rampok dan Usir Warga Palestina di Gaza

Terbaru

  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK
  • PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta
  • Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September
  • Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global
  • DPP Hidayatullah Dorong APHIDA Perkuat Kolaborasi dan Jaringan Bisnis untuk Hidayatullah
  • Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika
  • UEA Bantah Laporan Serangan di Pangkalan Udara Al Minhad

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September

31 Agustus 2026 20:47
Berita

Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global

31 Agustus 2026 20:11
Berita

DPP Hidayatullah Dorong APHIDA Perkuat Kolaborasi dan Jaringan Bisnis untuk Hidayatullah

31 Agustus 2026 20:04
Berita

Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika

31 Agustus 2026 19:36
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?