Hidayatullah.com– Suara tembakan yang menggelegar, dan terompet yang memekakkan telinga, serta pakaian nan indah memeriahkan kota Dutse di Nigeria selama Durbar, tradisi pawai berkuda di penghujung Ramadhan.
Durbar merupakan parade berkuda yang digelar sehari penuh untuk memeriahkan Idul Fitri.Para amir – pemimpin tradisional Muslim setempat – biasanya berpawai melewati teritori mereka dengan rombongan berkuda.
Hari Senin (31/3/2025), Amir Dutse Hameem Nuhu Sunusi mengendarai seekor kuda jantan berwarna putih, dilengkapi payung biru bermotif untuk melindunginya dari paparan sinar matahari.
Hameem Nuhu Sunusi mengatakan kepada AFP bahwa festival Durbar menunjukkan kekayaan tradisi bangsa Nigeria.
Organisasi kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa, UNESCO, menggambarkan Durbar sebagai “pertunjukan ketangkasan berkuda dan pameran kecemerlangan warisan budaya suatu bangsa”.
Pada Hari Raya Idul Fitri tahun ini yang bertepatan dengan hari Senin di akhir bulan Maret, para pemburu kerajaan melepaskan tembakan ke udara sebagai pertanda bahwa pemimpin mereka akan datang.
Dutse merupakan salah satu dari sejumlah daerah di bagian utara Nigeria yang kebanyakan penduduknya Muslim yang menggelar Durbar. Tradisi itu sudah berusia lebih dari seabad, dan digelar dua kali dalam setahun Hijriyah yaitu pada perayaan Idul Fitri dan Idul Adha.
Festival ini melibatkan warga dari segala usia. Di Dutse, anggota organisasi kepanduan nasional ambil bagian dalam kemeriahan Durbar.
Kuda bukan satu-satunya hewan berkaki empat yang tampil dalam acara meriah tersebut, unta juga berpawai dilengkapi dengan asesoris indah.
Durbar biasanya digelar selama beberapa hari. Di Dutse festival itu berlangsung sampai hari Selasa (1/4/2025).*




