Hidayatullah.com– Perdana Menteri Datuk Seri Anwar Ibrahim mendorong guru-guru pondok pesantren di Malaysia untuk belajar teknologi informasi dan AI atau kecerdasan buatan guna menghadapi tantangan era digital.
Kegagalan dalam menguasai teknologi terbaru bisa menyebabkan institusi tradisional keagamaan seperti pondok pesantren kewalahan menghadapi “gelombang serangan baru” terhadap pemikiran.
“Apabila kita tidak menguasainya maka orang lain yang akan menguasainya, dan anak keturunan kita akan mengadopsi AI berdasarkan kerangka pemikiran Amerika Serikat atau Prancis. Jadi, bagaimana kita mengubah pendekatan terhadap kerangka kerja AI ini? Caranya adalah dengan memastikan anak-anak kita memiliki ketahanan, pemahaman tentang Islam, kecerdasan, dan kebijaksanaan dalam mengetahui apa yang ingin mereka capai,” papar Anwar seperti dilansir Bernama.
Hal tersebut disampaikan Anwar saat menyampaikan pidato hari Sabtu (9/8/2025) di acara pembukaan Madani Ijtimak (Assembly) of Kelantan Islamic Scholars and Pondok Teachers 2025 di Universiti Teknologi Mara (UiTM) kampus Machang.
Anwar juga mengatakan bahwa sudah saatnya untuk membangun kembali institusi pondok pesantren sebagai benteng sejarah Islam guna menangkal pengaruh-pengaruh sekuler.
Anwar dalam pidatonya juga menyampaikan perihal insiatif untuk membangun kembali kekuatan pondok pesantren sebagai benteng sejarah yang digarap bersama antara Kementerian Keuangan dan Jawatan Kemajuan Islam Malaysia (Jakim) guna memastikan pondok pesantren dilengkapi dengan fasilitas berteknologi baru.*




