Hidayatullah.com – Militer ‘Israel’ secara resmi membentuk Brigade Hasmonean, sebuah unit cadangan infanteri baru khusus tentara paruh baya berusia 50-55 tahun. Hal ini merupakan bagian dari upaya entitas zionis untuk mengatasi krisis serdadu yang semakin parah akibat perang di Gaza.
“Divisi Perencanaan Militer Israel telah memberikan lampu hijau untuk pembentukan Brigade Hasmonean, yang awalnya dibentuk pada minggu-minggu pertama perang,” bunyi laporan saluran berita i24 News Israel. Brigade tentara paruh baya tersebut kini ditransformasikan menjadi unit tempur operasional dengan tujuan mendukung “misi perlindungan perbatasan”.
Menurut perkiraan, militer dapat memobilisasi 3.000 tentara dari kelompok usia lanjut untuk brigade tersebut. Langkah ini telah mendapatkan dukungan dari berbagai tokoh politik Israel, termasuk anggota Knesset, Almog Cohen, yang mendukung langkah tersebut sebagai cara untuk memperluas sumber daya militer ‘Israel’.
Meskipun pekerjaan pembentukan brigade sedang berlangsung, militer ‘Israel’ belum mengeluarkan pengumuman publik resmi, sebagaimana dilaporkan oleh i24. Namun, langkah tersebut dipandang sebagai bagian dari upaya penjajah untuk mengatasi kekurangan personel, terutama karena jumlah tentara ‘Israel’ yang tewas dan terluka terus meningkat.
Kerugian ‘Israel’
Kabar bentukan unit cadangan ini bertepatan dengan meningkatnya laporan korban jiwa di kalangan tentara penjajah ‘Israel’. Akhir bulan lalu, Yedioth Ahronoth mengungkapkan bahwa lebih dari 18.500 tentara Israel telah terluka sejak 7 Oktober 2023.
Ribuan di antara mereka dilaporkan menderita trauma psikologis yang parah, dengan proyeksi menunjukkan bahwa jumlah korban luka dapat mencapai 100.000 pada tahun 2028.
Rencana memperluas perang
Menurut militer ‘Israel’, Brigade Hasmonean, baik di cabang reguler maupun cadangannya, telah aktif beroperasi. Saat ini, komando militer ‘Israel’ mengklaim sangat membutuhkan 12.000 tentara baru untuk mempertahankan operasi di Gaza dan di sepanjang garis depan lainnya.
Namun, jumlah Haredi yang terdaftar masih rendah karena hanya 2.700 orang yang terdaftar tahun lalu. Dengan perkiraan 80.000 pria ultra-Ortodoks berusia 18 hingga 24 tahun saat ini memenuhi syarat tetapi tidak terdaftar untuk dinas, tekanan yang semakin besar pada militer pendudukan telah menjadi isu penting di dalam politik internal ‘Israel’.*




