Hidayatullah.com– Open Society Foundations (OSF), kelompok filantropi raksasa yang didanai George Soros, mengkritik pemerintah Amerika Serikat pimpinan Presiden Donald Trump karena melakukan “serangan bermotif politik atas masyarakat sipil” setelah muncul laporan bahwa Departemen Kehakiman yelah memerintahkan pihak kejaksaan untuk melakukan investigasi atas yayasan tersebut.
Hari Kamis (25/9/2025) The New York Times melaporkan bahwa seorang pengacara di kantor Todd Blanche, wakil jaksa agung AS, mengirimkan memo yang ditujukan kepada beberapa jaksa federal di wilayah California, New York, Washington DC, Chicago dan Detroit, berisi beberapa kemungkinan tuduhan yang bisa dipakai untuk menjerat hukum OSF. Tuduhan tersebut mencakup pemerasan, pembakaran, penipuan lewat kawat, dan dukungan material untuk terorisme, menurut laporan NY Times seperti dilansir The Guardian.
Sejak menjabat, Trump gencar membabat pejabat atau kelompok dari kalangan kiri yang dipandangnya sebagai musuh ideologinya. Menyusul kasus pembunuhan influencer konservatif Charlie Kirk belum lama ini, Trump semakin gencar menuding Soros yang diyakininya sebagai penyandang dana kelompok liberal.
Dalam sebuah pernyataan, OSF menggambarkan upaya Trump itu dimaksudkan untuk membungkam suara-suara yang berseberangan dengan pemerintah saat ini dan meremehkan hak kebebasan berbicara yang dijamin Konstitusi AS.
“Open Society Foundations sepenuhnya mengutuk terorisme dan tidak mendanai terorisme. Kegiatan kami bersifat damai dan sah, dan para penerima dana kami diminta untuk sejalan dengan prinsip-prinsip HAM dan mematuhi hukum,” kata OSF.
“Ketika kekuasaan disalahgunakan untuk merenggut hak-hak sebagian rakyat, berarti hak-hak seluruh rakyat terancam. Kerja kami di Amerika Serikat semata-mata didedikasikan untuk memperkuat demokrasi dan menjunjung kebebasan-kebebasan yang dijamin konstitusi. Kami senantiasa berusaha untuk meningkatkan kualitas kehidupan di Amerika Serikat dan di seluruh dunia,” imbuh yayasan itu.
Trump sebelumnya pernah bersumpah akan menyeret ke meja hijau Soros, miliarder yang kerap mengkritiknya.*




