Hidayatullah.com– Populasi negara Singapura mencapai 6,11 juta jiwa per Juni 2025, naik 1,2 persen dibandingkan satu tahun sebelumnya dan utamanya disebabkan kenaikan jumlah pekerja migran.
Jumlah warga negara Singapura meningkat 0,7 persen menjadi 3,66 juta orang, pemukim tetap atau permanent resident stabil di angka 0,54 juta orang, non-residen mengalami kenaikan 2,7 persen menjadi 1,91 juta orang, didorong oleh penambahan jumlah pemegang izin kerja dan jumlah migran yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga.
Angka itu disajikan dalam laporan Singapore National Population and Talent Division’s Population in Brief 2025 yang dirilis pada Senin (29/9/2025).
Dalam laporan tersebut dikatakan kenaikan jumlah non-residen sejalan dengan peningkatan kebutuhan tenaga kerja di sejumlah sektor seperti konstruksi – termasuk dalam proyek besar seperti Changi Airport Terminal 5 dan pembangunan kompleks perumahan baru, lansir Malay Mail.
Laporan tersebut juga menyoroti tren penuaan populasi, di mana warga negara berusia 65 tahun ke atas sekarang mencakup 20,7 persen dari populasi Singapura. Bandingkan dengan tahun 2015 yang mencapai 13,1 persen. Angka median untuk umur penduduk naik menjadi 43,7 sementara jumlah warga negara berusia 80 tahun ke atas mencapai 145.000.
Dilihat dari formasi keluarga, pada 2024 tercatat 22.955 pernikahan yang dilakukan oleh warga negara, atau menurun 5,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu angka kelahiran warga negara tercatat 29.237 atau menunjukkan kenaikan 1,2 persen.
Tingkat kesuburan total penduduk bertahan di 0,97, atau jauh di bawah tingkat penggantian alias jumlah kematian lebih banyak dari angka itu.
Di kebanyakan kelompok umur tampak semakin banyak orang yang berstatus lajang, sementara jumlah rumah tangga menurun, dengan keluarga rata-rata memiliki hanya satu anak atau tidak memiliki anak.
Dilihat dari sisi imigrasi, pada tahun 2024 tercatat 22.766 orang menjadi warga negara, tidak termasuk anak yang memperoleh kewarganegaraan dari keturunan, sementara sebanyak 35.264 orang diberikan status pemukim tetap.
Laporan tersebut juga mencatat bahwa rasio dukungan usia lanjut di Singapura mengalami penurunan menjadi 2,4 orang usia kerja untuk setiap warga lanjut usia berusia 65 tahun ke atas.Per Juni 2025, warga Singapura yang berlatar belakang etnis China mencapai 75,5 persen, sebanyak 15,1 persen merupakan etnis Melayu, sebanyak 7,6 persen merupakan etnis India dan 1,8 persen etnis lainnya.Jumlah warga negara Singapura yang tinggal di luar negeri tercatat 221.600 orang.*




