Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Islamofobia Sistematis Jadi Alasan Puluhan Ribu Muslim Tinggalkan Prancis

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 21 Oktober 2025 18:30 6:30 pm
Nashirul Haq
Dipublikasikan 21 Oktober 2025 18:30
Bagikan
[Ilustrasi]
Bagikan

Hidayatullah.com – Puluhan ribu Muslim telah meninggalkan Prancis akibat atmosfer beracun Islamofobia, menurut sebuah penelitian terbaru. Hal itu menjadi ironi lantaran Prancis membanggakan dirinya sebagai negara dengan “kebebasan, kesetaraan, dan persaudaraan”

Daftar isi
  • Peraturan diskriminatif
          • Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Sebuah studi terbaru oleh Rayan Freschi mengungkapkan bahwa setidaknya 10.000 keluarga Muslim—berpotensi 30.000 hingga 40.000 orang—telah meninggalkan negara tersebut, meninggalkan diskriminasi sistemik yang merasuki lapangan kerja, pendidikan, dan kehidupan publik.

Fenomena ini bukan sekadar statistik; ini adalah tragedi kemanusiaan yang menimbulkan pertanyaan mendesak tentang komitmen Prancis terhadap nilai-nilainya sendiri dan implikasi yang lebih luas bagi komunitas minoritas di Barat.

Peraturan diskriminatif

Tantangan yang dihadapi Muslim di Prancis bersifat multifaset, berakar pada jaringan peraturan dan kebijakan yang membatasi ekspresi agama dan budaya mereka.

Sejak tahun 2004, jilbab telah dilarang di sekolah negeri, sebuah kebijakan yang memaksa anak perempuan Muslim untuk memilih antara pendidikan dan keyakinan mereka.

Baca Juga

Lewat MIHAS, Malaysia Bidik Penguatan Jejaring Halal Dunia
Buka MIHAS 2026, Wakil PM Malaysia Dorong Pembentukan ASEAN Halal Council
Hujan Deras Merendam Bangkok
Saudi Jatuhkan 2 Drone dan 2 Misil Houthi
Uni Eropa Menghadapi Krisis Harga Energi

Niqab dilarang di semua tempat umum, dan secara efektif mengkriminalisasi pilihan agama pribadi.

Peraturan ini, yang dibingkai dalam pigura sekularisme Prancis atau laïcité, seringkali dibenarkan sebagai langkah-langkah melindungi kohesi nasional. Namun, undang-undang ini secara tidak proporsional memarjinalkan Muslim, menandakan bahwa keyakinan dan praktik mereka tidak sesuai dengan identitas Prancis.

Selain pembatasan busana, pemerintah Prancis telah menerapkan kebijakan “obstruksi sistematis”, yang bertujuan untuk menghancurkan masyarakat sipil Muslim.

Sejak Februari 2018, setidaknya 1.000 organisasi Muslim — mulai dari masjid hingga bisnis seperti restoran — telah ditutup, dan 30.000 lainnya telah menghadapi gangguan melalui penggerebekan mendadak dan kontrol administratif.

Kerugian finansialnya sangat mengejutkan: aset senilai €55 juta (setara Rp1,061 triliun) telah disita dari komunitas Muslim sejak 2018.

Penargetan agresif ini melampaui lembaga-lembaga keagamaan, memengaruhi setiap perusahaan yang dikelola Muslim, menciptakan lingkungan di mana kelangsungan hidup ekonomi menjadi perjuangan sehari-hari.

Bagi orang tua Muslim, situasinya sangat memprihatinkan. Larangan de facto terhadap pendidikan di rumah, yang sangat disukai oleh banyak keluarga Muslim, telah menghilangkan pilihan penting bagi mereka yang ingin mendidik anak-anak mereka sesuai dengan nilai-nilai Islami.

Sekolah Islam swasta, yang jumlahnya hanya sekitar 90 di seluruh negeri, bukanlah alternatif yang layak bagi sebagian besar siswa, karena mereka terus-menerus menghadapi pelecehan negara atau bahkan penutupan total.

Sementara itu, sekolah negeri menerapkan kebijakan sekuler yang ketat: tidak hanya jilbab yang dilarang, tetapi bahkan shalat pun dilarang, dengan laporan guru yang menghubungi layanan sosial atau polisi ketika anak-anak tertangkap sedang shalat.

Tindakan semacam itu mengirimkan pesan yang mengerikan: identitas Muslim tidak diterima dalam sistem pendidikan Prancis.

Pengucilan sistemik ini memiliki konsekuensi yang mendalam. Orang tua yang ingin membesarkan anak-anak mereka sebagai Muslim yang taat sering kali merasa tidak punya pilihan selain meninggalkan Prancis, mencari negara-negara di mana lembaga pendidikannya tidak bertentangan dengan keyakinan mereka.*

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:HeadlineislamofobiaMuslimPrancissekularisme
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Buka Munas VI Hidayatullah, Menag Dorong Hidayatullah Harus Jadi Irsyadul ‘Ibad Buka Munas VI Hidayatullah, Menag Dorong Hidayatullah Harus Jadi Irsyadul ‘Ibad
Tulisan selanjutnya Mentan Dorong Hidayatullah Jadi Motor Hilirisasi Pangan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Tujuh Kelompok Pemberontak Ethiopia Membentuk Aliansi Baru

Berita
21 September 2026 20:41
Kelompok Pro-Zionis Teror Media Australia dengan 40 Ribu Email Komplain
Di Jepang Sekarang Ada 100.000 Orang Berusia 100 Tahun atau Lebih
Buka MIHAS 2026, Wakil PM Malaysia Dorong Pembentukan ASEAN Halal Council
LPH Hidayatullah Perkuat Kemitraan dengan Maybank, Fasilitasi 1.000 Sertifikat Halal untuk UMK Indonesia

Terbaru

  • Lewat MIHAS, Malaysia Bidik Penguatan Jejaring Halal Dunia
  • Buka MIHAS 2026, Wakil PM Malaysia Dorong Pembentukan ASEAN Halal Council
  • Hujan Deras Merendam Bangkok
  • Saudi Jatuhkan 2 Drone dan 2 Misil Houthi
  • Gemini AI Milik Google Bisa Melakukan Serangan Siber, Menebak Kata Sandi
  • Uni Eropa Menghadapi Krisis Harga Energi
  • Arab Saudi Bantah Pejabat Iraq Perihal Pembelian 25 Tanker Minyak dan Dampaknya
  • PBB Identifikasi 214 Perusahaan Berkaitan dengan Pemukiman Ilegal Yahudi Israel
  • Pemerintahan Baru Kolombia Dukungan AS Memutus Hubungan Diplomatik dengan Iran
  • Pipa Minyak Sharara ke Zawiya Mati Libya Rugi $75 Juta

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Arab Saudi Bantah Pejabat Iraq Perihal Pembelian 25 Tanker Minyak dan Dampaknya

26 September 2026 14:08
Berita

PBB Identifikasi 214 Perusahaan Berkaitan dengan Pemukiman Ilegal Yahudi Israel

26 September 2026 10:27
Presiden Kolombia Abelardo de la Espriella
Berita

Pemerintahan Baru Kolombia Dukungan AS Memutus Hubungan Diplomatik dengan Iran

26 September 2026 09:53
Jaringan pipa minyak Libya Sharara ke pelabuhan Zawiya.
Berita

Pipa Minyak Sharara ke Zawiya Mati Libya Rugi $75 Juta

26 September 2026 09:29
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?