Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Buka Munas VI Hidayatullah, Menag Dorong Hidayatullah Harus Jadi Irsyadul ‘Ibad

Bambang S
Terakhir diupdate: 21 Oktober 2025 16:01 4:01 pm
Bambang S
Dipublikasikan 21 Oktober 2025 17:00
Bagikan
Buka Munas VI Hidayatullah, Menag Dorong Hidayatullah Harus Jadi Irsyadul ‘Ibad
Bagikan

Hidayatullah.com – Menteri Agama Nasaruddin Umar membuka secara resmi Musyawarah Nasional (Munas) VI Hidayatullah yang berlangsung di Asrama Haji, Pondok Gede, Jakarta, pada Selasa (21/10/2025). Dalam sambutannya, Menag memberi refleksi mengenai makna filosofis dari nama “Hidayatullah” serta pesan moral bagi seluruh warga Hidayatullah agar mampu menjadi pembawa petunjuk bagi umat.

Dalam kesempatan tersebut, Menag menekankan bahwa makna “Hidayatullah” memiliki akar yang dalam dalam konteks keagamaan. Ia mengurai secara etimologis asal kata tersebut sebagai dasar pemahaman bagi seluruh peserta Munas agar dapat menjiwai nama organisasi mereka dalam kehidupan nyata.

“Saya berharap, semoga kedepan, Insya Allah, Hidayatullah betul betul mampu merealisasikan apa yang dimaksud dengan ‘Hidayatullah’. Hidayatullah itu dari (kata) hidayah, dari akar kata ‘hudan’. Kalau Hidayatullah, artinya petunjuk yang petunjuk itu dari Allah,” ujar Nasaruddin dalam sambutannya di hadapan peserta Munas.

Uraian ini mengandung pesan bahwa makna “Hidayatullah” bukan sekadar simbol nama lembaga, melainkan mengandung dimensi spiritual yang menghubungkan antara manusia dengan petunjuk ilahi. Menurut Menag, dalam tradisi Islam, hidayah merupakan bentuk bimbingan langsung dari Allah kepada manusia agar hidup dalam kebenaran.

Ia melanjutkan penjelasan tersebut dengan menekankan pentingnya memahami siapa pemberi petunjuk itu dalam perspektif tauhid. Dalam pandangan beliau, hanya Allah-lah sumber hidayah yang hakiki, sedangkan manusia hanya menjadi perantara penyampai pesan kebenaran.

Baca Juga

Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK
PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta

“Maka, si pemberi petunjuk itu adalah Al Hadiy (Yang Maha Pemberi Petunjuk). Kalau yang memberi petunjuk itu manusia, maka petunjuk itu disebut dengan irsyaad, maka yang memberi petunjuk itu disebut al mursyid,” terang Nasaruddin.

Penjelasan tersebut membawa peserta Munas pada pemahaman lebih lanjut tentang relasi antara konsep ilahiah “Hidayatullah” dan peran manusia sebagai “mursyid” yang menyampaikan petunjuk kepada sesama. Dalam hal ini, Menag menegaskan perbedaan teologis antara hidayah yang datang dari Allah dan irsyaad sebagai bimbingan manusia kepada manusia lainnya.

Ia kemudian memperkenalkan istilah “irsyaadul ‘ibadh” sebagai konsep lanjut dari hubungan antara manusia yang membimbing dalam kebenaran. Menurutnya, relasi antara “Hidayatullah” dan “irsyaadul ‘ibadh” menjadi jembatan konseptual dalam membangun peran umat Islam yang berfungsi sebagai penuntun moral masyarakat.

“Mursyid itu siapa, kita kenal apa yang disebut dengan irsyaadul ‘ibadh. Ada Hidayatullah, ada irsyaadul ‘ibadh,” jelasnya.

Dalam sambungan penjelasan itu, Menag menggambarkan bahwa dari pemahaman tersebut akan lahir generasi umat yang menjadi pembawa petunjuk di tengah masyarakat. Ia menyebut hal itu sebagai cita-cita luhur yang perlu diwujudkan oleh seluruh anggota Hidayatullah.

“Jadi dari sini nanti akan lahir Hidayatullah dan nanti umatnya menjadi irsyaadul ‘ibadh, membawa petunjuk kepada masyarakat kita. Berarti ini adalah nama yang sangat ideal,” lanjutnya.

Menag menekankan bahwa makna ideal itu tidak berhenti pada tataran konsep, melainkan harus diwujudkan dalam tindakan nyata. Ia mengajak seluruh kader dan warga Hidayatullah untuk menjadikan nilai-nilai tersebut sebagai semangat dalam kehidupan berbangsa dan beragama.

“Oleh karena itu, saya menghimbau, kepada segenap warga Hidayatullah, jadilah irsyaadul ‘ibadh, jadilah ‘Hidayatullah’, dan jadilah pemimpin umat,” seru Menag.*

Redaktur: Bambang S
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:MenagMunas HidayatullahMunas VI HidayatullahNasaruddin Umar
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Ketum DPP Hidayatullah Sebut Sinergi Anak Bangsa Jalan Menuju Indonesia Emas 2 Ketum DPP Hidayatullah Sebut Sinergi Anak Bangsa Jalan Menuju Indonesia Emas
Tulisan selanjutnya Islamofobia Sistematis Jadi Alasan Puluhan Ribu Muslim Tinggalkan Prancis

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bahtsul Masail Qanuniyah Muktamar ke-35 NU akan Bahas RUU Perampasan Aset

Berita
28 Agustus 2026 12:20
UEA Bantah Laporan Serangan di Pangkalan Udara Al Minhad
Genosida Rwanda: Pengadilan Belanda Penjarakan Seorang Tersangka Seumur Hidup
Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global
DPP Hidayatullah Dorong APHIDA Perkuat Kolaborasi dan Jaringan Bisnis untuk Hidayatullah

Terbaru

  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK
  • PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta
  • Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September
  • Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global
  • DPP Hidayatullah Dorong APHIDA Perkuat Kolaborasi dan Jaringan Bisnis untuk Hidayatullah
  • Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika
  • UEA Bantah Laporan Serangan di Pangkalan Udara Al Minhad

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September

31 Agustus 2026 20:47
Berita

Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika

31 Agustus 2026 19:36
Berita

Komandan Tentara Suriah Era Assad Tewas Saat akan Ditangkap

31 Agustus 2026 17:47
Berita

Ahwa Mufakat Pilih Gus Kikin, Cicit Pendiri NU dari Tebuireng Jadi Ketum PBNU

31 Agustus 2026 11:10
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?