Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Liga Arab Sambut Pakta Pertahanan Makkah untuk Dunia Islam

Ahmad
Terakhir diupdate: 9 Agustus 2026 17:59 5:59 pm
Ahmad
Dipublikasikan 9 Agustus 2026 17:57
Bagikan
Mecca Joint Defence Agreement (Pakta Pertahanan Makkah) ditandatangani oleh Putra Mahkota sekaligus Perdana Menteri Arab Saudi Mohammed bin Salman, Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan, dan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif di Makkah, Jumat (8/8/2026).
Bagikan

Hidayatullah.com— Sambutan terus mengalir setelah Mecca Joint Defence Agreement (Pakta Pertahanan Makkah) ditandatangani oleh Putra Mahkota sekaligus Perdana Menteri Arab Saudi Mohammed bin Salman, Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan, dan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif di Makkah, Jumat (8/8/2026).

Liga Arab, Arab Saudi, sejumlah negara Arab, Turki, hingga Pakistan menilai kesepakatan ini sebagai langkah strategis untuk memperkuat keamanan kolektif, stabilitas, dan perdamaian kawasan.

Liga Arab menilai penandatanganan Pakta Pertahanan Makkah sebagai tonggak penting bagi penguatan kerja sama keamanan di kawasan.

Organisasi ini memandang pakta tersebut akan memperkuat sistem keamanan kolektif negara-negara Arab dan Islam, sekaligus meningkatkan stabilitas regional di tengah tantangan keamanan yang terus berkembang.

Liga Arab juga menilai kerja sama pertahanan tersebut sejalan dengan upaya membangun perdamaian dan menjaga kepentingan bersama negara-negara anggota.

Baca Juga

Inilah Lima Poin Utama Pakta Pertahanan Mekkah antara Turki-Arab Saudi dan Pakistan
Turki, Arab Saudi, dan Pakistan Bentuk Pakta Pertahanan Makkah: “Serang Satu, Hadapi Bertiga” 
Peringatan Arbain, Pro-Rezim Iran Bentrok dengan Pendukung Sadiq al-Shirazi
Pasukan Keamanan Nigeria Selamatkan 308 Korban Penculikan dari Taman Nasional Danau Kainji
Seminar Hidayatullah Bahas Isu LGSP dari Perspektif Psikologi, Keluarga dan Hukum

Arab Saudi menegaskan bahwa Kesepakatan Pertahanan Bersama Makkah dibangun atas prinsip pencegahan kolektif dan tidak ditujukan kepada negara mana pun.

Melalui pernyataan bersama yang dirilis usai penandatanganan, ketiga negara menegaskan kerja sama tersebut bertujuan memperkuat kemampuan pertahanan, meningkatkan interoperabilitas militer, memperluas kerja sama industri pertahanan, serta memperkokoh stabilitas kawasan.

Pakta ini juga disebut tetap terbuka bagi negara-negara sahabat yang memiliki visi serupa dalam menjaga perdamaian dan keamanan regional.

Bahrain menjadi salah satu negara Arab pertama yang menyambut baik kesepakatan tersebut. Kementerian Luar Negeri Bahrain menyebut Pakta Makkah sebagai kemitraan strategis yang akan memperkuat keamanan kawasan sekaligus melengkapi kerangka pertahanan bersama Dewan Kerja Sama Teluk (GCC).

Pemerintah Bahrain juga menegaskan bahwa keamanan Arab Saudi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari keamanan Bahrain.

Sementara itu, Kepresidenan Palestina menyatakan bahwa penguatan kemampuan pertahanan negara-negara Islam akan menjadi fondasi penting bagi stabilitas kawasan.

Liga Dunia Muslim (Muslim World League/MWL) turut menyampaikan apresiasi terhadap Pakta Pertahanan Makkah.

Sekretaris Jenderal MWL Syekh Mohammed Al-Issa menyatakan kesepakatan tersebut dibangun atas dasar persaudaraan dan solidaritas Islam untuk memperkuat keamanan kolektif.

Menurut pernyataan Sekretariat Jenderal MWL yang dikutip Saudi Gazette, pakta tersebut diharapkan mampu mendorong perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran, baik di kawasan maupun di tingkat internasional

Sementara Palestina berharap Pakta Makkah menjadi awal bagi terbentuknya sistem keamanan kolektif Arab dan Islam yang mampu melindungi negara-negara kawasan sekaligus mendukung perjuangan rakyat Palestina.

Turki: Pakta Terbuka bagi Negara Sahabat, Pakistan Sebut Perisai Perdamaian

Dalam pernyataan yang diunggah melalui platform media sosial NSosyal dan dikutip Anadolu Agency, Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan menegaskan bahwa Pakta Pertahanan Bersama Makkah tidak diarahkan kepada negara mana pun.

“Perjanjian ini tidak menargetkan negara mana pun dan terbuka bagi partisipasi semua negara sahabat yang mengupayakan perdamaian, kemakmuran, dan stabilitas di kawasan kita,” kata Erdoğan.

Ia menjelaskan bahwa perjanjian tersebut didasarkan pada prinsip collective deterrence (pencegahan kolektif) untuk memperkuat kerja sama keamanan, industri pertahanan, dan upaya kontra-terorisme.

“Turki akan mempertahankan sikap berprinsipnya untuk menyelesaikan konflik dan krisis melalui dialog,” ujar Erdoğan.

Menurut pejabat Turki yang dikutip media itu, kesepakatan tersebut merupakan hasil diplomasi jangka panjang yang dirancang untuk memperkuat keamanan kawasan melalui pembagian beban dan pendekatan pertahanan bersama.

Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif menyampaikan kebanggaannya atas penandatanganan Pakta Makkah. Menurutnya, kesepakatan itu mencerminkan persatuan tiga negara yang terikat oleh persaudaraan Islam dan komitmen terhadap perdamaian.

“Kesepakatan bersejarah ini akan menjadi perisai perdamaian bagi generasi mendatang, berkontribusi pada kemakmuran ketiga negara, serta melayani kepentingan umat Islam,” ujar Shehbaz.

“Tiga negara bersaudara, dipersatukan oleh iman, persahabatan, dan tekad bersama untuk perdamaian dan keamanan,” tulisnya dalam sebuah unggahan di X.

“Semoga pakta bersejarah ini, yang ditandatangani di bawah bayang-bayang Haramain, tetap menjadi perisai perdamaian untuk generasi mendatang dan semoga membawa kemakmuran bagi ketiga negara bersaudara kita serta bagi umat,” tambah dia.

Presiden Pakistan Asif Ali Zardari juga menyebut kesepakatan tersebut sebagai tonggak penting dalam memperkuat kemitraan strategis ketiga negara.

“Ini menandai tonggak penting dalam memperkuat kemitraan strategis antara ketiga negara. Kesepakatan bersejarah ini akan berkontribusi pada peningkatan keamanan, perdamaian, dan kemakmuran, serta memberikan manfaat bagi umat Islam,” kata Zardari.

Pakar militer dan strategis Faisal al-Hamad mengatakan kepada Asharq Al-Awsat bahwa penandatanganan perjanjian tersebut “mencerminkan kesungguhan Arab Saudi untuk bekerja sama dengan negara-negara sahabat dan sesama negara mitra dalam menjaga keamanan serta stabilitas kawasan maupun global.”

“Ketiga negara berupaya mewujudkan keamanan, stabilitas, dan kemakmuran bagi masyarakat di kawasan ini dan dunia,” tegasnya.

Al-Hamad menyatakan bahwa “perjanjian pertahanan merupakan hak berdaulat setiap negara, dan tidak ada pihak luar yang mendikte hak-hak berdaulat negara-negara tersebut.”

“Perjanjian ini tidak muncul sebagai reaksi terhadap kondisi saat ini, melainkan dibangun berdasarkan pembicaraan yang telah berlangsung selama beberapa tahun. Perjanjian ini tidak membentuk blok; artinya, ini adalah kesepakatan pertahanan yang melibatkan tiga negara untuk menjaga keamanan dan stabilitas mereka, yang pada gilirannya akan berdampak pada keamanan dan stabilitas kawasan Timur Tengah,” tambahnya.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:arab saudiHeadlineLiga ArabMecca Joint Defence AgreementNegara ArabPakistanPakta Pertahanan Makkahsolidaritas dunia islamTurki
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Turki, Arab Saudi, dan Pakistan Bentuk Pakta Pertahanan Makkah: “Serang Satu, Hadapi Bertiga” 
Tulisan selanjutnya Inilah Lima Poin Utama Pakta Pertahanan Mekkah antara Turki-Arab Saudi dan Pakistan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Turki, Arab Saudi, dan Pakistan Bentuk Pakta Pertahanan Makkah: “Serang Satu, Hadapi Bertiga” 

Berita
9 Agustus 2026 17:39
Otoritas Amerika Selidiki Insiden Helikopter Marine One Trump Nyaris Tabrakan dengan Pesawat Sipil
Mayoritas Orang Amerika Menentang Perang AS-Iran, Menurut Jajak Pendapat Reuters/Ipsos
Pemukim Ilegal ‘Israel’ Serbu Sejumlah Desa Tepi Barat
Investigasi Drop Site: Ada Pejabat PBB Jadi Informan ‘Israel’

Terbaru

  • Inilah Lima Poin Utama Pakta Pertahanan Mekkah antara Turki-Arab Saudi dan Pakistan
  • Liga Arab Sambut Pakta Pertahanan Makkah untuk Dunia Islam
  • Turki, Arab Saudi, dan Pakistan Bentuk Pakta Pertahanan Makkah: “Serang Satu, Hadapi Bertiga” 
  • Peringatan Arbain, Pro-Rezim Iran Bentrok dengan Pendukung Sadiq al-Shirazi
  • Pasukan Keamanan Nigeria Selamatkan 308 Korban Penculikan dari Taman Nasional Danau Kainji
  • Seminar Hidayatullah Bahas Isu LGSP dari Perspektif Psikologi, Keluarga dan Hukum
  • Militer Uganda Beri Penghormatan Abang Benyamin Netanyahu dengan Patung Memorial di Entebbe
  • MUI Tegaskan Pria Berbusana Wanita dalam Karnaval Kemerdekaan Hukumnya Haram
  • Jutaan Senjata Api di Tangan Warga Sipil, Thailand akan Perketat Izin Kepemilikan Usai Penembakan di Sekolah
  • Pelajar Pelaku Penembakan di Sekolah Bergengsi Thailand Pendiam dan Kerap Main Game Kekerasan

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Militer Uganda Beri Penghormatan Abang Benyamin Netanyahu dengan Patung Memorial di Entebbe

9 Agustus 2026 07:37
Berita

MUI Tegaskan Pria Berbusana Wanita dalam Karnaval Kemerdekaan Hukumnya Haram

9 Agustus 2026 06:00
Berita

Jutaan Senjata Api di Tangan Warga Sipil, Thailand akan Perketat Izin Kepemilikan Usai Penembakan di Sekolah

9 Agustus 2026 05:33
Berita

Pelajar Pelaku Penembakan di Sekolah Bergengsi Thailand Pendiam dan Kerap Main Game Kekerasan

9 Agustus 2026 04:26
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?