Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

World Peace Forum-9, Muslimat Hidayatullah: Wasathiyah Bermakna Pemberdayaan

Bambang S
Terakhir diupdate: 11 November 2025 14:41 2:41 pm
Bambang S
Dipublikasikan 11 November 2025 16:00
Bagikan
Muslimat Hidayatullah
Bagikan

Hidayatullah.com – Ketua Penasehat Muslimat Hidayatullah, Sabriati Aziz, menegaskan bahwa konsep wasathiyah dalam perspektif Muslimah tidak sekedar bermakna teologis, melainkan harus menjadi gerakan pemberdayaan dan peradaban.

Hal itu disampaikan Sabriati dalam kegiatan World Peace Forum (WPF) ke-9 di Jakarta. Ia menggarisbawahi peran perempuan dalam membangun perdamaian global. Ia menegaskan, wasathiyah sejatinya berarti empowering, memberdayakan.

“Muslimah harus berdaya, menjadi manusia yang berkualitas, dan menjadi penengah di tengah kekacauan dunia,” ujar Sabriati kepada Hidayatullah.com di tengah kegiatan World Peace Forum (WPF) ke-9 di Puri Agung Hotel Grand Sahid Jakarta, Selasa (11/11/2025).

Menurut Sabriati, dunia hari ini tengah dilanda krisis keseimbangan baik secara moral, sosial, maupun spiritual. Dalam situasi seperti ini, peran perempuan Muslim sangat strategis sebagai pihak yang menghadirkan kesejukan dan solusi.

“Wasathiyah dalam Islam adalah menjadi penengah, menghadirkan harmoni dan solusi di tengah perbedaan. Muslimah yang wasathiyah adalah mereka yang bisa diterima oleh semua kalangan, hadir untuk kemaslahatan umat,” terang Sabriati.

Baca Juga

Lewat MIHAS, Malaysia Bidik Penguatan Jejaring Halal Dunia
Buka MIHAS 2026, Wakil PM Malaysia Dorong Pembentukan ASEAN Halal Council
Hujan Deras Merendam Bangkok
Saudi Jatuhkan 2 Drone dan 2 Misil Houthi
Uni Eropa Menghadapi Krisis Harga Energi

Presidium BMIWI 2018-2023 ini menjelaskan, nilai-nilai maqāṣid al-syarī‘ah tujuan-tujuan luhur syariat Islam menjadi panduan utama bagi gerak Muslimah di berbagai lini kehidupan. Kemaslahatan umat menjadi orientasi, dan inovasi kebaikan menjadi wujud nyatanya.

“Bagaimana kita merancang kebaikan-kebaikan, lalu mengeksekusinya untuk kemaslahatan bersama itulah wujud wasathiyah yang sesungguhnya,” sambungnya.

Sabriati menambahkan, perempuan Muslim yang berjiwa wasathiyah adalah sosok yang membawa rahmat bagi semesta (raḥmatan lil-‘ālamīn). Mereka tidak hanya selamat secara pribadi, tetapi juga membawa keselamatan sosial menghadirkan balancing, harmony, dan tawāzun dalam kehidupan masyarakat global.

Dalam konteks organisasi, Sabriati mendorong agar ormas-ormas Muslimah di Indonesia memperkuat budaya syura (musyawarah), sinergi, dan kolaborasi lintas komunitas. Baginya, sinergi adalah bentuk nyata dari wasathiyah yang hidup, bukan sekedar slogan.

“Muslimah Hidayatullah hadir untuk menjadi pelopor Islam yang diterima semua kalangan. Kita ingin menghadirkan wajah Islam yang damai, inklusif, dan solutif,” tegasnya.

World Peace Forum ke-9 yang digelar di Jakarta mempertemukan tokoh-tokoh lintas agama dan budaya dari berbagai negara. Dalam forum tersebut, Sabriati menilai kehadiran Muslimah Hidayatullah menjadi penting sebagai representasi Islam moderat yang aktif membangun peradaban dan perdamaian global.

Forum dua tahunan ini mengusung tema besar “Considering Wasatiyyat and Tionghoa for Collaboration”, yang menggali kontribusi nilai Islam Wasatiyyat dan tradisi pemikiran Tionghoa dalam membangun kehidupan global yang adil dan harmonis.

Penyelenggaraan forum merupakan kolaborasi antara Center for Dialogue and Cooperation among Civilizations (CDCC) dan Cheng Ho Multi Culture and Education Trust, dan Muhammadiyah.

World Peace Forum ke-9, resmi dibuka di gedung Nusantara V Kompleks Parlemen. Pembukaan itu dilakukan oleh tiga lembaga tertinggi negara. Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), dan Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI).

Pidato pembukaan dilakukan oleh Wakil Ketua, MPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono didampingi oleh Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid. Sementara, dari DPR RI diwakilkan oleh Wakil Ketua DPR RI Adies Kadir, dan DPD RI diwakilkan Wakil Ketua DPD RI Tamsil Linrung.

Redaktur: Bambang S
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:MushidaMuslimat HidayatullahWorld Peace Forum
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Armada Global Sumud ‘Israel’ Berupaya Rampas 50 Kapal Armada Global Sumud
Tulisan selanjutnya Zohran Mamdani dan Paranoia Primitif di Jantung Amerika

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Iran Ancam Gunakan Senjata Baru Jika AS Kembali Serang

Berita
22 September 2026 15:30
Pengadilan Bangladesh Jatuhkan Hukuman Mati Atas Tujuh Pejabat Senior Era PM Hasina
Lebih dari 160 Atlet Irlandia Serukan Boikot Laga Lawan ‘Israel’
LPH Hidayatullah Hadir di MIHAS 2026, Perkuat Jejaring Halal Internasional
Pelatih Irlandia Menyebut Timnya Jengkel Harus Melawan ‘Israel’

Terbaru

  • Lewat MIHAS, Malaysia Bidik Penguatan Jejaring Halal Dunia
  • Buka MIHAS 2026, Wakil PM Malaysia Dorong Pembentukan ASEAN Halal Council
  • Hujan Deras Merendam Bangkok
  • Saudi Jatuhkan 2 Drone dan 2 Misil Houthi
  • Gemini AI Milik Google Bisa Melakukan Serangan Siber, Menebak Kata Sandi
  • Uni Eropa Menghadapi Krisis Harga Energi
  • Arab Saudi Bantah Pejabat Iraq Perihal Pembelian 25 Tanker Minyak dan Dampaknya
  • PBB Identifikasi 214 Perusahaan Berkaitan dengan Pemukiman Ilegal Yahudi Israel
  • Pemerintahan Baru Kolombia Dukungan AS Memutus Hubungan Diplomatik dengan Iran
  • Pipa Minyak Sharara ke Zawiya Mati Libya Rugi $75 Juta

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Arab Saudi Bantah Pejabat Iraq Perihal Pembelian 25 Tanker Minyak dan Dampaknya

26 September 2026 14:08
Berita

PBB Identifikasi 214 Perusahaan Berkaitan dengan Pemukiman Ilegal Yahudi Israel

26 September 2026 10:27
Presiden Kolombia Abelardo de la Espriella
Berita

Pemerintahan Baru Kolombia Dukungan AS Memutus Hubungan Diplomatik dengan Iran

26 September 2026 09:53
Jaringan pipa minyak Libya Sharara ke pelabuhan Zawiya.
Berita

Pipa Minyak Sharara ke Zawiya Mati Libya Rugi $75 Juta

26 September 2026 09:29
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?