Hidayatullah.com – Komisi Uni Afrika menyangkal tuduhan Presiden AS Donald Trump yang menyebut bahwa “sejumlah besar” penganut Kristen dibunuh di Nigeria. Bahkan, menurut Ketua Komisi Uni Afrika, umat Islam-lah yang paling pertama menjadi korban.
“Apa yang terjadi di Nigeria utara tidak ada hubungannya dengan jenis kekejaman yang kita lihat di Sudan atau di beberapa bagian timur Republik Demokratik Kongo,” kata Mahmoud Ali Youssouf kepada para wartawan di Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York, merujuk pada Republik Demokratik Kongo pada Rabu (12/11/2025).
“Pikirkan dua kali sebelum… membuat pernyataan seperti itu,” katanya. “Korban pertama Boko Haram adalah Muslim, bukan Kristen.”
Kelompok radikal bersenjata Boko Haram juga telah meneror Nigeria timur laut, sebuah pemberontakan yang telah menewaskan puluhan ribu orang selama 15 tahun terakhir.
Para pakar hak asasi manusia mengatakan sebagian besar korban Boko Haram adalah Muslim.
Tuduhan Trump
Pada awal bulan ini, Donald Trump mengatakan ia telah meminta Departemen Pertahanan untuk bersiap menghadapi kemungkinan aksi militer “cepat” jika Nigeria gagal menindak tegas pembunuhan umat Kristen. Ia tidak memberikan bukti spesifik apa pun atas tuduhannya.
Trump bahkan mengancam akan “menghentikan semua bantuan dan asistensi ke Nigeria, dan mungkin akan masuk ke negara yang kini ternoda itu, ‘senjata membara’, untuk sepenuhnya membasmi” para teroris “yang melakukan kekejaman mengerikan ini”.
Kementerian Luar Negeri Nigeria mengatakan negara itu akan terus memerangi ekstremisme kekerasan dan berharap Washington akan tetap menjadi sekutu dekat, dengan mengatakan bahwa Nigeria “akan terus membela semua warga negara, tanpa memandang ras, keyakinan, atau agama”.
Nigeria, yang memiliki lebih dari 200 kelompok etnis yang menganut agama Kristen, Islam, dan agama tradisional, memiliki sejarah panjang hidup berdampingan secara damai. Namun, Nigeria juga mengalami peningkatan kekerasan antar kelompok, yang seringkali diperburuk oleh perpecahan etnis atau konflik memperebutkan sumber daya yang langka.*




