Hidayatullah.com– Para pemasok suku cadang untuk chip Nvidia H200 menghentikan sementara produksi mereka setelah pihak pabean China memblokir pengiriman prosesor kecerdasan buatan baru yang telah mendapatkan persetujuan sehingga tidak dapat memasuki China, lapor Financial Times hari Jumat (16/1/2026).
Nvidia memperkirakan akan menerima lebih dari 1 juta pesanan dari klien mereka di China, menurut laporan tersebut, dan menambahkan bahwa para pemasoknya bekerja sepanjang waktu untuk mempersiapkan pengiriman paling cepat bulan Maret, lansir Reuters.
Pihak berwenang China pekan ini mengatakan bahwa chip Nvidia H200 tidak diperbolehkan untuk memasuki negara itu.
Sejumlah sumber, yang tidak ingin disebutkan namanya, mengatakan bahwa pemerintah memanggil para pengusaha teknologi domestik guna memperingatkan mereka supaya tidak membeli chip kecuali sangat diperlukan, lansir Reuters. Pihak berwenang juga dikatakan tidak memberikan keterangan apakah larangan membeli chip itu berlaku resmi atau berlaku sementara.
H200, yang merupakan chip terkuat kedua buatan Nvidia, menjadi salah satu topik paling panas dalam hubungan China-Amerika Serikat saat ini. Chip ini banyak dipesan oleh perusahaan-perusahaan China. Tidak jelas apakah larangan ini diberlakukan Beijing untuk menumbuhkan produksi chip dalam negeri atau justru menjadi alat tawar dalam perang tarif melawan Washington.*




