Hidayatullah.com— Korea Selatan, hari Jumat (23/1/2026), membawa pulang 73 warganya yang dituduh menjalankan jaringan online scam di Kamboja untuk menjalani pemeriksaan di dalam negeri.
Itu merupakan rombongan pemulangan tersangka pelaku kriminal ke Korea Selatan, di tengah kemarahan publik setelah mencuat kabar tentang kematian seorang pelajar Korea Selatan di Kamboja.
Pesawat sewaan yang membawa puluhan tersangka kriminal itu mendarat di Bandara Internasional Incheon di dekat Seoul, lapor kantor berita Yonhap seperti dilansir DW.
Tayangan televisi menunjukkan 65 pria dan 8 wanita tiba dalam keadaan tangan diborgol dan mengenakan masker. Mereka kemudian diangkut dengan sejumlah bus menuju kantor polisi.
Pihak berweangan mengatakan mereka menipu 876 warga Korea Selatan dengan nilai kerugian sekitar 48,6 miliar won ($33 juta).
Petugas penyidik mengidentifikasi 7 pusat scam di Kamboja yang berkaitan dengan kelompok penipu itu, yang di antaranya sepasang pria-wanita yang melakukan penipuan asmara dengan bantuan teknologi AI terhadap lebih dari 100 korban senilai kurang lebih 12 miliar won. Aparat mengatakan mereka melakukan operasi plastik pada wajahnya guna menghindari identifikasi.
Masyarakat Korea Selatan marah ketika seorang pelajar asal negara mereka ditemukan tewas konon akibat dipaksa bekerja di sebuah scam center di Kamboja. Pelajar malang itu diketahui mengalami penyiksaan dan dipukuli.
Perwira senior polisi Yoo Seung Ryul mengatakan pihak berwenang akan memburu para pelaku kejahatan yang melukai warga Korea Selatan.
Puluhan tersangka itu termasuk di antara sekitar 260 warga Korea Selatan yang diringkus beberapa bulan terakhir dalam operasi pengerebekan atas pusat penipuan daring di Kamboja yang dilakukan secara bersama-sama oleh aparat kedua negara. Seorang juru bicara dari kantor kepresiden mengatakan repatriasi itu merupakan buah dari investigasi bersama yang dilakukan oleh kedua negara.
Sejak Oktober 2025, sekitar 130 warga Korsel tersangka scam online dipulangkan dari Kamboja, bersama dengan lebih dari 20 tersangka lain dari Laos, Vietnam, Tailan dan Filipina. Setelah repatriasi hari Jumat itu, sekitar 60 warga Korsel masih berada di dalam tahanan Kamboja menunggu pemulangan.
Pemerintah Korea Selatan mengirim delegasinya ke Kamboja untuk melakukan pembicaraan tentang kerja sama operasi penangkapan pada bulan Oktober tahun lalu, setelah kabar kematian pelajar itu mencuat. Kala itu pemerintah Seoul memperkirakan sekitar 1.000 warganya bekerja di berbagai scam center di Kamboja, sebagian dipaksa untuk tinggal di sana.
Menurut UN Office on Drugs and Crime seringkali para pekerja scam center merupakan korban dari perdagangan manusia yang menjadi ditipu ketika mencari pekerjaan. Badan di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa itu mengatakan sebanyak $18 miliar sampai $37 miliar uang masyarakat dunia diambil dengan cara penipuan daring pada tahun 2023.
Awal bulan ini, otoritas Kamboja menangkap dan mengekstradisi seorang taipan China yang dituduh menjalankan jaringan raksasa penipuan daring.*




