Hidayatullah.com – Spanyol tidak akan bergabung dengan “Dewan Perdamaian” yang dipimpin AS, kata Perdana Menteri Pedro Sanchez pada hari Kamis. Kekhawatiran atas mandat dan kurangnya perwakilan Palestina, menjadi alasan penolakan tersebut.
Melansir Anadolu pada Jumat (23/01/2026), Sanchez mengatakan dewan tersebut “berada di luar kerangka PBB” dan tidak termasuk Otoritas Palestina.
“Masa depan Gaza harus diputuskan oleh Palestina,” katanya kepada wartawan setelah pertemuan informal para pemimpin Uni Eropa di Brussels.
“Dan masa depan koeksistensi damai dan aman mereka dengan Israel juga harus diputuskan terutama oleh Israel dan Palestina, melalui proses berbasis dialog yang menerapkan solusi dua negara, memungkinkan bantuan kemanusiaan masuk dan menjamin perdamaian antara kedua negara,” tambahnya.
Pemimpin Spanyol itu mengatakan negaranya “menghargai” undangan tersebut tetapi memutuskan untuk menolaknya karena alasan “konsistensi” dengan kebijakan luar negeri Madrid, yang menurutnya didasarkan pada hukum internasional dan lembaga multilateral.
“Spanyol akan terus bekerja dalam proses perdamaian bersama banyak mitra Eropa lainnya dan komunitas internasional,” tambahnya.
Hingga Kamis, lebih dari 20 negara telah setuju untuk bergabung dengan Dewan Perdamaian, termasuk Turki, Mesir, Qatar, Arab Saudi, Indonesia, Israel, Argentina, Hongaria, Pakistan, Vietnam, dan Albania.
Prancis dan Norwegia telah menolak undangan untuk bergabung, sementara Presiden AS Donald Trump mencabut undangan Kanada.
Pada hari Kamis, presiden Dewan Eropa mengatakan para pemimpin Eropa memiliki “keraguan serius tentang sejumlah elemen” dari piagam dewan, termasuk ruang lingkup, tata kelola, dan kesesuaiannya dengan Piagam PBB.
Meskipun dewan tersebut awalnya dirancang untuk mengawasi gencatan senjata dan rekonstruksi Gaza, piagamnya memperluas mandatnya untuk pembangunan perdamaian di semua wilayah yang terkena dampak atau berisiko konflik.*




