Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Prancis Menyelidiki 2 Warga Prancis-Israel Penghalang Bantuan Gaza

Ama Farah
Terakhir diupdate: 4 Februari 2026 15:02 3:02 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 4 Februari 2026 15:02
Bagikan
Warga Palestina di Gaza yang kelaparan
Bagikan

Hidayatullah.com– Pihak berwenang Prancis mengeluarkan surat perintah pemanggilan untuk dua orang berkewarganegaraan ganda Prancis-Israel atas tuduhan “keterlibatan dalam genosida” dengan dugaan bahwa mereka berusaha menghentikan bantuan kemanusiaan yang akan memasuki Gaza, menurut sebuah sumber hari Senin (2/2/2026).

Menurut seorang pengacara untuk sejumlah organisasi non-pemerintah yang mengajukan gugatan hukum tahun lalu, ini pertama kalinya ada negara yang menganggap upaya menghalangi penyaluran bantuan kemanusiaan sebagai tindakan “keterlibatan dalam genosida.”

Surat perintah itu dikeluarkan pada bulan Juli tahun lalu untuk Nili Kupfer-Naouri anggota kelompok Israel is Forever dan Rachel Touitou anggota kelompok Tsav 9, kata sumber yang dekat dengan investigasi kepada AFP menyusul kabar yang dipublikasikan oleh sebuah media Prancis.

Surat perintah itu merupakan pemanggilan untuk keduanya supaya menghadap hakim investigasi, tetapi bukan surat perintah penahanan, lapor AFP.

Kedua wanita itu, yang bermukim di Israel, dituduh berupaya menghalangi truk-truk bantuan yang akan memasuki Gaza antara Januari dan November 2024 dan pada Mei 2025 di pos perbatasan Nitzana dan Kerem Shalom.

Baca Juga

Buya Amirsyah Ajak Seniman Muslim Bangun Peradaban Bangsa Melalui Kebudayaan Islam
AS Lancarkan Gelombang Serangan ke Iran, Ledakan Terdengar di Sejumlah Kota
Empat Negara Islam Sepakat Hidupkan Kembali Jalur Kereta Hijaz Warisan Utsmaniyyah
Kelompok Houthi Nyatakan Blokade Laut terhadap Arab Saudi
SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina

Mereka juga dicurigai melakukan “provokasi publik untuk melakukan genosida” dengan menyerukan agar bantuan dicegah sehingga tidak sampai ke Gaza, kata sumber tersebut kepada AFP.

Olivier Pardo, seorang pengacara yang mendampingi Kupfer-Naouri, mengatakan bahwa tindakan “damai” yang dilakukan kliennya merupakan bentuk kecmaan terhadap “pembajakan” bantuan kemanusiaan oleh Hamas dan kelompok-kelompok lain yang melancarkan serangan 7 Oktober 2023 yang memicu perang Gaza.

“Jika berdemonstrasi secara damai dengan bendera Israel menentang organisasi teroris yang merampas bantuan kemanusiaan, mengalihkannya, dan menjualnya kembali dengan harga selangit kepada warga Gaza adalah sebuah kejahatan – maka, tidak ada perlunya merendahkan para mullah, Prancis adalah Iran!” kata Touitou, 34, di akun media sosialnya.

Dalam sebuah wawancara dengan situs web The News, Kupfer-Naouri, 50 tahun, menyebut penyelidikan Prancis itu sebagai “kegilaan anti-Semit.”

Pardo mengatakan Kupfer-Naouri berada di Israel tetapi bersedia untuk berbicara dengan penyidik Prancis di sana.

Sebuah sumber lain yang dekat dengan penyelidikan mengatakan bahwa surat perintah serupa dapat dikeluarkan untuk sekitar 10 orang lainnya.

Pengaduan dimasukkan tahun lalu oleh Palestinian Center for Human Rights and kelompok-kelompok peduli HAM Al-Haq dan Al-Mezan. Clemence Bectarte, seorang pengacara yang mewakili mereka, ini untuk pertama kalinya dilakukan investigasi kasus semacam ini dengan menggunakan UU genosida.

Gugatan hukum lain juga diajukan di Prancis terhadap dua prajurit berkewarganegaraan ganda Prancis-Isrsel yang ambil bagian dalam serangan pasukan Zionis di Gaza. Mereka digugat dengan tuduhan “kejahatan perang” atas kematian sejumlah anak keturunan Prancis-Palestina di Gaza yang tewas dalam serangan bom Israel.

Sebuah laporan juga diajukan terkait serangan Hamas sebagai pihak yang dianggap memicu perang di Gaza tersebut.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Prabowo Undang Tokoh Islam Bahas Dewan Perdamaian, MUI: Indonesia Harus Konsisten Dukung Palestina
Tulisan selanjutnya LAZNAS DPP Dewan Dakwah Pusat Bantu Pembangunan Masjid Al Furqan DDII Nagan Raya

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah

Berita
20 Juli 2026 12:51
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
Kelompok Houthi Nyatakan Blokade Laut terhadap Arab Saudi
Empat Negara Islam Sepakat Hidupkan Kembali Jalur Kereta Hijaz Warisan Utsmaniyyah

Terbaru

  • Buya Amirsyah Ajak Seniman Muslim Bangun Peradaban Bangsa Melalui Kebudayaan Islam
  • AS Lancarkan Gelombang Serangan ke Iran, Ledakan Terdengar di Sejumlah Kota
  • Empat Negara Islam Sepakat Hidupkan Kembali Jalur Kereta Hijaz Warisan Utsmaniyyah
  • Pena Muballigh Menentukan Masa Depan Peradaban Islam
  • Kelompok Houthi Nyatakan Blokade Laut terhadap Arab Saudi
  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’

20 Juli 2026 14:30
Berita

Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza

20 Juli 2026 05:00
Berita

Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang

18 Juli 2026 11:26
Berita

Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air

18 Juli 2026 10:48
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?