Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

MUI Terbitkan 10 Poin Tausiyah Respons Eskalasi AS–Israel ke Iran

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 3 Maret 2026 01:57 1:57 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 2 Maret 2026 23:20
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com – Majelis Ulama Indonesia (MUI) menerbitkan sepuluh poin tausiyah sebagai respons resmi. Sikap tersebut disampaikan di tengah kekhawatiran bahwa konflik dapat meluas menjadi perang regional dan mengganggu stabilitas kawasan Timur Tengah.

Daftar isi
  • Duka atas Wafatnya Ayatollah Ali Khamenei
  • Respons atas Serangan Balasan dan Risiko Eskalasi
  • Isu Palestina dan Kritik terhadap Peran AS
  • Seruan Doa dan Peran Lembaga Internasional
          • Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Tausiyah bernomor Kep-28/DP-MUI/III/2026 itu ditetapkan di Jakarta pada 11 Ramadhan 1447 H, bertepatan dengan 1 Maret 2026. Dalam pengantarnya, MUI mengingatkan bahwa eskalasi terjadi saat umat Islam dunia tengah menjalankan ibadah puasa Ramadhan—bulan suci yang seharusnya diisi dengan penguatan persatuan, pengendalian diri, dan komitmen terhadap perdamaian.

Duka atas Wafatnya Ayatollah Ali Khamenei

Pada poin pertama, MUI menyampaikan duka mendalam atas gugurnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, yang disebut wafat akibat serangan pada 28 Februari 2026. MUI mendoakan almarhum sebagai syahid dan berharap mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT.

MUI juga mengutuk keras serangan Israel yang didukung Amerika Serikat karena dinilai bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan dan semangat menjaga ketertiban dunia sebagaimana diamanatkan dalam Pembukaan UUD 1945. Menurut MUI, setiap bentuk agresi yang melanggar kedaulatan negara lain harus dihentikan.

Respons atas Serangan Balasan dan Risiko Eskalasi

Terkait serangan balasan Iran ke sejumlah pangkalan militer di kawasan Teluk, MUI menyatakan memahami langkah tersebut sebagai bentuk pembelaan diri yang dilindungi hukum internasional. Meski demikian, MUI menegaskan pentingnya menahan diri untuk mencegah eskalasi lebih luas, sejalan dengan prinsip-prinsip yang diatur dalam Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Baca Juga

Amerika Serikat Klaim Tembak Jatuh 300 Drone Kartel Narkoba di Perbatasan Meksiko
Seoul Pikir-pikir untuk Ikut Amerika Serikat Mengamankan Selat Hormuz
Suriah Musnahkan Senjata Kimia Era Rezim Bashar Al-Assad
Banjir Nepal: Malaysia Kirim Tim SAR Cari Warganya
Khawatir Antibiotik Uni Eropa Hentikan Impor Daging Brazil

MUI memandang rangkaian serangan dan serangan balasan ini sebagai eskalasi serius yang berpotensi menyeret Timur Tengah ke dalam konflik terbuka. Situasi tersebut dinilai bukan insiden terpisah, melainkan bagian dari konfigurasi geopolitik yang lebih besar. Karena itu, seluruh negara disebut memiliki tanggung jawab moral dan hukum untuk mengedepankan perdamaian serta memberikan perlindungan maksimal terhadap warga sipil.

Isu Palestina dan Kritik terhadap Peran AS

Dalam tausiyahnya, MUI juga menyinggung dugaan motif strategis di balik serangan tersebut, yakni melemahkan posisi Iran di kawasan sekaligus membatasi dukungan terhadap perjuangan kemerdekaan Palestina. Dalam konteks konflik Israel–Palestina, MUI mendorong negara-negara lain mengambil peran aktif sebagai juru damai guna menghentikan serangan militer yang dinilai dapat menjadi instrumen tekanan politik demi mengamankan dominasi regional Israel.

MUI turut menyoroti peran Amerika Serikat dalam pengelolaan konflik Palestina melalui Board of Participation (BoP). Lembaga tersebut dipertanyakan efektivitas dan orientasinya, apakah benar diarahkan untuk mewujudkan perdamaian yang adil atau justru memperkuat arsitektur keamanan yang timpang. Karena itu, MUI mendesak pemerintah Indonesia untuk mencabut keanggotaan dari BoP yang dinilai tidak efektif dalam memperjuangkan perdamaian sejati bagi Palestina.

Seruan Doa dan Peran Lembaga Internasional

Selain menyampaikan sikap politik dan moral, MUI mengajak umat Islam di berbagai belahan dunia untuk memperbanyak doa serta melaksanakan Qunut Nazilah dalam shalat sebagai bentuk solidaritas dan permohonan pertolongan kepada Allah SWT bagi umat Muslim yang tengah mengalami kesulitan dan penindasan.

MUI juga menyerukan kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) agar mengambil langkah maksimal dalam menghentikan perang dan memastikan penghormatan terhadap hukum internasional. MUI menegaskan bahwa perang hanya akan membawa kemudaratan global dan memperdalam krisis kemanusiaan.

Tausiyah tersebut ditandatangani oleh Ketua Umum MUI, Anwar Iskandar, dan Sekretaris Jenderal MUI, Amirsyah Tambunan. MUI berharap seluruh pihak mengedepankan dialog dan jalan damai demi terwujudnya perdamaian abadi yang menjadi dambaan umat manusia.*

Redaktur: Admin Hidcom
Wartawan: Azim Arrasyid
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:AS Israel Serang IranHeadlineisraelMajelis Ulama Indonesia
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Zakat Tidak Populer di Zaman Nabi? Ketua MUI Tegaskan Pemahaman Harus Diluruskan
Tulisan selanjutnya Salah Sasaran, Kuwait Tembak Jatuh 3 Jet Tempur AS

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap

Berita
3 September 2026 09:53
Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global
Amerika Serikat Klaim Tembak Jatuh 300 Drone Kartel Narkoba di Perbatasan Meksiko
Tak Sekedar Larang Azan, ‘Israel’ Sedang Menjalankan Proyek Yudaisasi Masjid Ibrahimi
Ahwa Mufakat Pilih Gus Kikin, Cicit Pendiri NU dari Tebuireng Jadi Ketum PBNU

Terbaru

  • Amerika Serikat Klaim Tembak Jatuh 300 Drone Kartel Narkoba di Perbatasan Meksiko
  • Seoul Pikir-pikir untuk Ikut Amerika Serikat Mengamankan Selat Hormuz
  • Suriah Musnahkan Senjata Kimia Era Rezim Bashar Al-Assad
  • Banjir Nepal: Malaysia Kirim Tim SAR Cari Warganya
  • Khawatir Antibiotik Uni Eropa Hentikan Impor Daging Brazil
  • Amerika Setujui Kemungkinan Penjualan Senjata ke Arab Saudi Bernilai $5 Miliar Lebih
  • Tak Sekedar Larang Azan, ‘Israel’ Sedang Menjalankan Proyek Yudaisasi Masjid Ibrahimi
  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Amerika Setujui Kemungkinan Penjualan Senjata ke Arab Saudi Bernilai $5 Miliar Lebih

5 September 2026 09:34
Berita

Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’

3 September 2026 19:56
Syeikh Jarrah palestina
Berita

Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza

3 September 2026 19:12
Audiensi antara Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI bersama Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI dalam membahas potensi dan tata kelola pelaksanaan dam Haji di Indonesia, termasuk peluang pemanfaatan daging dam bagi masyarakat yang membutuhkan di Jakarta, Rabu (292026). ANTARAHO-Baznas RI
Berita

Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air

3 September 2026 15:08
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?