Hidayatullah.com – Hizbullah mengumumkan peluncuran operasi militer baru yang disebut “Al-Asf Al-Ma’koul,” pada Rabu. Operasi ini mencakup serangan roket terbesar sejak perang dilancarkan oleh AS dan Israel, dengan lebih dari 150 roket ditembakkan ke wilayah Israel utara dan tengah.
Media Israel melaporkan bahwa Hizbullah melakukan lebih dari 60 peluncuran rudal dalam satu serangan ke arah permukiman ilegal di Israel utara. Sirene serangan udara berbunyi di sebagian besar wilayah pendudukan saat para pemukim bergegas ke tempat perlindungan.
Radio Angkatan Darat Israel mengatakan serangan tersebut menjadi operasi terbesar sejak awal perang. Tim penyelamat bergerak ke beberapa lokasi setelah laporan tentang roket atau pecahan peluru yang jatuh di berbagai daerah.
Pada saat yang sama, tentara Israel mendeteksi peluncuran rudal tambahan dari Iran ke arah Israel. Televisi pemerintah Iran mengumumkan bahwa Teheran telah meluncurkan gelombang rudal baru yang menargetkan wilayah Palestina yang diduduki.
Dalam perkembangan penting, Channel 13 Israel mengutip seorang pejabat keamanan senior yang mengatakan bahwa penilaian intelijen kini untuk pertama kalinya menunjukkan adanya koordinasi penuh antara Hizbullah dan Iran dalam serangan roket baru-baru ini.
Media Israel juga melaporkan bahwa Iran dan Hizbullah melakukan serangan rudal ganda, yang mendorong otoritas Israel untuk menginstruksikan hampir satu juta warga Israel untuk berlindung di tempat perlindungan.
Israel terus memberlakukan sensor militer yang ketat terhadap lokasi jatuhnya rudal dan skala kerusakan atau korban jiwa akibat serangan tersebut.
Perang yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari kini telah memasuki hari kedua belas. Washington dan Tel Aviv terus menyerang kota-kota dan situs militer Iran, sementara konflik telah meluas ke Lebanon setelah Hizbullah menembakkan roket ke arah Israel.
Hizbullah mengatakan serangannya merupakan pembalasan atas pembunuhan Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei.
Sementara itu, Israel tampaknya bersiap untuk eskalasi yang lebih luas di Lebanon. Channel 12 Israel mengutip seorang pejabat Israel yang mengatakan bahwa arah saat ini mengarah pada perluasan signifikan operasi militer di Lebanon.
Presiden AS Donald Trump mengatakan kepada Axios bahwa Amerika Serikat tidak lagi memiliki banyak target di Iran. Ia menambahkan bahwa perang dengan Teheran dapat segera berakhir.
Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) mengatakan pihaknya terus melakukan serangan harian yang menargetkan kemampuan rudal balistik dan drone Iran. Komando tersebut mengklaim bahwa pasukan AS telah menghancurkan kapal perang terakhir dari armada kelas Soleimani Iran dan menyerang lebih dari 5.500 target di Iran sejak awal konflik.*




