Hidayatullah.com – Malaysia memutuskan untuk melarang semua kementerian, lembaga, dan perusahaan terkait pemerintah menyelenggarakan open house selama Idul Fitri tahun ini. Keputusan itu sebagai langkah penghematan biaya menyusul ketidakpastian ekonomi global yang timbul dari konflik di Asia Barat.
Melansir Bernama pada Rabu (11/03/2026) Perdana Menteri Anwar Ibrahim mengatakan keputusan yang disepakati oleh Kabinet tersebut, dimaksudkan untuk mengirimkan pesan yang jelas bahwa pemerintah berkomitmen untuk mengadopsi pendekatan yang lebih moderat dan bijaksana dalam pengeluarannya.
“Sebagai tanda bahwa kepemimpinan harus mulai mengambil langkah-langkah yang lebih positif, saya telah memutuskan bersama Kabinet hari ini bahwa semua lembaga pemerintah dan BUMN (perusahaan investasi terkait pemerintah) tidak akan menyelenggarakan open house Hari Raya Idul Fitri,” kata Anwar.
“Beberapa pihak bertanya, jika situasinya masih terkendali dan harga serta pasokan kebutuhan pokok seperti minyak dan gas tetap mencukupi, mengapa kita perlu berhati-hati dan berhemat?”
Ia menegaskan bahwa keputusan itu merupakan langkah bijaksana agar tidak terjebak dalam keadaan yang lebih buruk ke depannya.
“Saya katakan ini adalah langkah yang bijaksana bagi kita agar kita tidak terjebak dalam situasi yang lebih buruk di kemudian hari. Sebaiknya kita mengambil pendekatan yang lebih moderat dan bertanggung jawab,” katanya pada konferensi pers khusus tentang perkembangan terbaru konflik Asia Barat.
Selain pembatalan perayaan open house, Anwar mengatakan para menteri dan anggota pemerintahan juga akan dibatasi untuk melakukan kunjungan ke luar negeri, kecuali untuk pertemuan yang telah dijadwalkan atau wajib dihadiri.
“Pemerintah akan terus memantau perkembangan di Asia Barat dan merencanakan langkah-langkah untuk memastikan keberlanjutan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan rakyat,” katanya.*




