Hidayatullah.com– Turki hari Sabtu (14/3/2026) mengutarakan kekhawatiran mendalamnya atas serangan Zionis Israel yang berkelanjutan di Libanon, khawatir bahwa Perdana Menteri Benjamin Netanyahu melakukan ‘genosida baru’ di Libanon dengan dalih memerangi kelompok milisi Syiah dukungan Iran Hizbullah.
“Kami sejujurnya khawatir (PM Israel Benjamin) Netanyahu sedang menuju genosida baru dengan dalih memerangi Hizbullah,” kata Menteri Luar Negeri Hakan Fidan dalam sebuah konferensi pers seperti dilansir AFP.
“Masyarakat internasional harus bertindak sesegera mungkin menghadapi kejahatan-kejahatan yang terus dilakukan oleh Israel,” tegasnya.
Libanon terseret perang Timur Tengah pekan lalu ketika Hizbullah melancarkan serangan atas Israel sebagai balasan atas pembunuhan pemimpin tertinggi Iran Ali Khamenei yang kehilangan nyawa dalam serangan AS-Israel atas Iran.
Sejak itu, Kementerian Kesehatan Libanon mengatakan serangan-serangan Zionis Israel telah merenggut 826 nyawa orang — termasuk di antaranya 65 wanita dan 106 anak-anak — serta melukai 2.009 orang lainnya.
Turki berulang kali menuding Israel melakukan “genosida” selama perang dua tahun di Jalur Gaza, di mana Kementerian Kesehatan Hamas mengatakan lebih dari 72.000 orang Palestina terbunuh.
Penyelidikan yang dilakukan Perserikatan Bangsa-Bangsa pada bulan September menuduh Israel melakukan genosida di Gaza, sementara kelompok-kelompol peduli HAM menuding Hamas melakukan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusian dalam serangan 7 Oktober 2023 atas Israel.*




