Hidayatullah.com– Suriah hari Sabtu (14/3/2026) mengatakan bahwa tentaranya mengambil alih kontrol atas pangkalan militer Rmeilan di bagian timur laut wilalyah setelah pasukan koalisi pimpinan Amerika Serikat yang memerangi ISIS angkat kaki dari tempat itu.
Beberapa bulan terakhir, pemerintah baru Suriah memperluas kontrolnya atas wilayah di timur laut negara itu yang sebelumnya dikontrol oleh pasukan-pasukan Kurdi sekutu Amerika Serikat.
Tentara Suriah juga secara resmi bergabung dengan koalisi anti-ISIS, sementara pasukan Amerika menarik diri dari beberapa pangkalannya yang ada di Suriah, lansir AFP.
“Tentara Suriah sudah mengambil alih pangkalan Rmeilan di Provinsi Hasakeh menyusul penarikan diri pasukan koalisi internasional,” lapor stasiun televisi pemerintah mengutip penjelasan seorang pejabat Kementerian Pertahanan Suriah.
Belum lama ini, pasukan Amerika Serikat menarik diri dari pangkalan Al-Tanf yang berada di bagian selatan Suriah dan pangkalan Shadadi yang terletak di bagian timur laut, serta sudah memulai penarikan diri dari pangkalan Qasrak, yang juga berada di Provinsi Hasakeh.
Pasukan Kurdi Suriah kehilangan banyak teritorinya tahun ini, setelah terjadi perselisihan antara dua kubu; yang satu setuju untuk meleburkan pasukan Kurdi dan institusi sipil melebur dengan pemerintahan yang baru.
Pekan ini, Suriah menunjuk pejabat senior militer Kurdi Sipan Hamo sebagai wakil regional menteri pertahanan di bawah kesepakatan integrasi.*




