Hidayatullah.com – Pesawat yang digunakan Amerika Serikat selama misi penyelamatan di Iran dan kemudian dihancurkan masing-masing berharga lebih dari 100 juta dolar AS, menurut laporan Wall Street Journal (WSJ) pada Ahad.
Mengutip data militer AS, WSJ menyebut pesawat MC-130J dikerahkan dalam operasi untuk menyelamatkan dua awak pesawat tempur F-15E yang jatuh.
Menurut Komando Operasi Khusus Angkatan Udara AS, MC-130J dirancang untuk memasukkan dan mengeluarkan pasukan di lingkungan yang bermusuhan dan dapat diisi bahan bakar di udara.
Pesawat ini juga dilengkapi dengan sistem pertahanan canggih, termasuk sensor untuk melawan ancaman pertahanan udara seperti rudal pencari panas.
Seorang pejabat Amerika mengatakan kehilangan dua pesawat MC-130J AS dalam misi penyelamatan di Iran, tanpa memberikan rincian tentang bagaimana pesawat-pesawat itu hilang, menurut laporan tersebut.
Namun, Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada hari yang sama mengatakan bahwa pasukannya telah menghancurkan “benda terbang musuh” yang memasuki bagian tengah negara itu selama apa yang mereka sebut sebagai upaya penyelamatan yang gagal.
Gambar yang diedarkan oleh pejabat Iran tampaknya menunjukkan puing-puing setidaknya satu pesawat.
Ketua parlemen Iran Mohammad-Bagher Qalibaf mengatakan dalam sebuah unggahan media sosial: “Jika Amerika Serikat mendapatkan tiga kemenangan lagi seperti ini, mereka akan benar-benar hancur.”
Pejabat Iran juga mengklaim bahwa pesawat tambahan, termasuk helikopter dan pesawat angkut, dihancurkan selama operasi penyelamatan AS, meskipun klaim ini belum diverifikasi secara independen.
Pasukan operasi khusus AS menyelamatkan anggota kru kedua pada hari Sabtu dari jet tempur F-15 yang jatuh di atas Iran.
Penyelamatan tersebut mengakhiri operasi tegang selama 36 jam di barat daya Iran, di mana pasukan AS dan Korps Garda Revolusi Iran dilaporkan berusaha untuk mencapai personel Amerika yang hilang.*




