Hidayatullah.com– Polisi Turki sejauh ini menangkap 162 orang yang dituduh menyebarkan konten kontroversialsecara online tentang insiden maut aksi penembakan di dua sekolah yang terjadi pekan ini.
Menteri kehakiman Akın Gürlek menuding sejumlah akun media sosial dipakai untuk membagikan rekaman insiden tersebut, menyebarkan konten yang dapat menimbulkan rasa ketakutan di masyarakat dan menyanjung tindak kriminal, lansir BBC (16/4/2026).
Sedikitnya 16 orang terluka dalam aksi penembakan yang terjadi di sebuah sekolah menengah di bagian tenggara Turki pada hari Selasa 14 April, sebelum sembilan orang tewas dalam aksi penembakan lain di sebuah sekolah di kota Kahramanmaras pada hari Rabu 15 April.
Pada hari Kamis ratusan orang berkumpul di dekat masjid jami’ kota itu untuk mengikuti prosesi pemakanan para korban yang masih berusia muda.
Salah satu korban diidentifikasi sebagai anak perempuan bernapa Zeynep berusia 10 tahun. Pamannya, Mahmut, mengatakan kepada BBC bahwa bocah tersebut merupakan anak perempuan yang cerdas dan menghormati orang lain. “Sekarang dia menjadi malaikat. Dia sudah pergi.” Mahmut berharap setelah kejadian itu akan ada perlindungan yang lebih baik di sekolah-sekolah.
Bibi dari seorang korban lain, Shura, mengatakan kepada BBC bahwa dirinya mengetahui keponakan perempuannya yang berusia 10 tahun terbunuh setelah namanya disebutkan di laporan berita.
Delapan siswa dan seorang guru tewas dalam aksi penembakan di Kahramanmaras, kata para pejabat Turki, dengan 13 lainnya terluka, termasuk 6 di antaranya dalam kondisi kritis.
Seorang pelaku berusia 14 tahun juga tewas dalam insiden itu, yang terjadi di sekolah Menengah Ayser Calik.
Tersangka sudah merencanakan aksinya terlebih dahulu, kata kantor kejaksaan setempat dalam sebuah pernyataan seperti dilansir BBC.
Saat pemeriksaan materi digital, sebuah dokumen bertanggal 11 April 2026 yang terdapat di dalam komputer milik pelaku menunjukkan bahwa dia bermaksud akan melakukan serangan besar dalam waktu dekat.
Tersangka menjadikan pelaku pembunuhan massal di Amerika Serikat Elliot Rodger sebagai rujukannya. Hal itu terlihat dalam sebuah foto profil di akun WhatsApp pelaku, kata polisi. Rodger membunuh enam orang sebelum merenggut nyawanya sendiri di California pada 2014.
Laporan media Turki menyebutkan bahwa pelaku, yang diyakini seorang siswa, memasuki dua ruang kelas sambil membawa lima senjata api berikut tujuh magasin.
Aksi penembakan hari Selasa, yang menyebabkan 16 orang terluka, terjadi di sekolah kejuruan Ahmet Koyuncu Vocational and Technical Anatolian High School di distrik Siverek.
Pelaku, yang merupakan bekas siswa di sekolah itu dan berusia belasan tahun akhir, melepaskan tembakan secara serampangan sebelum membunuh dirinya sendiri dengan menggunakan senjata apinya, kata gubernur setempat Hasan Şildak.
Menteri Kehakiman Gürlek mengatakan 95 orang resmi ditahan menyusul kekhawatiran pemerintah soal perilaku warganet menyusul kedua isniden tersebut.
Mereka yang ditahan dituduh menyebarkan rekaman berkaitan dengan serangan itu meskipun sudah ada larangannya, menyebarkan konten yang dapat menimbulkan rasa takut di masyarakat, serta menyanjung tindak kriminal dan para pelaku kejahatan . Mereka juga dituduh mendorong orang untuk melakukan kejahatan, serta menyebarkan informasi yang menyesatkan dengan tujuan mendiskreditkan pernyataan resmi.
Pemblokiran juga sudah dilakukan terhadap 1.104 akun media sosial, kata, Gürlek.Sementara itu 67 orang sudah ditempatkan di dalam tahanan dengan tuduhan menyebarkan unggahan yang mengindikasikan bahwa serangan akan dilakukan di sejumlah sekolah lain.*




