Hidayatullah.com – Gerombolan pemukim ilegal ‘Israel’ pada Ahad menyerbu beberapa desa di Tepi Barat yang dijajah. Tujuan komplotan itu hanya satu, menyebarkan teror dan mengintimidasi warga Palestina agar meninggalkan tanah mereka.
Di tempat lain, masih di Tepi Barat, pasukan penjajah melancarkan penggerebekan di Ramallah dan Nablus.
Melansir radio Voice of Palestine, di Beit Ula, Hebron, dua warga Palestina terluka usai dikeroyok oleh para pemukim ilegal. Sementara, di Ramallah, pemukim ilegal ‘Israel’ ditemani pasukan penjajah menggerebek pinggiran lingkungan Al-Tira di Ramallah.
Nablus juga tidak luput tadi serbuan pemukim. Di kota Beita, para pemukim dengan sengaja membuang tumpukan sampah di luar rumah seorang warga Palestina, sementara tidak ada laporan korban luka. Di kota Salem, pasukan penjajah menyerbu kota itu dengan membawa buldoser lapis baja.
Sebelum mundur, pasukan ‘Israel’ menangkap seorang warga Palestina lainnya, yang diidentifikasi sebagai Yamen Atwi.
Penyerbuan meluas di Tepi Barat
Kantor berita Palestina, Wafa, juga melaporkan penyerbuan pemukim ilegal ‘Israel’ di desa Abu Njeim, Bethlehem. Mereka berkumpul di beberapa jalan utama, menyebabkan kekhawatiran di kalangan warga Palestina setempat akan serangan lanjutan.
Menurut Wafa, pemukim ilegal Israel juga menyerang rumah dan kendaraan Palestina dan memasuki daerah Gharaba, Sinjil, Kafr Malik, Deir Jarir, Taybeh, Yabrud dan Beitillu dekat Ramallah.
Serangan militer ‘Israel’ dan serangan pemukim ilegal di seluruh Tepi Barat yang diduduki telah meningkat sejak dimulainya perang genosida Zionis di Gaza pada Oktober 2023, yang melibatkan pembunuhan, penangkapan, penghancuran rumah, dan pengusiran paksa.
Menurut angka resmi Palestina, lebih dari 1.182 warga Palestina telah syahid, sekitar 13.000 terluka, dan hampir 24.000 ditangkap di Tepi Barat yang diduduki selama periode yang sama.*




